Event Ramadhan 1440H: Balitaku Pintar Mengaji

Event Ramadhan 1440H: Balitaku Pintar Mengaji

Bismillahirrahmanirrahim
Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1440H, Wafa Indonesia dengan bangga mempersembahkan acara bertajuk
Balitaku Pintar Mengaji.

” Tips praktis untuk para orang tua & guru.
Pertama di Indonesia cara mendampingi anak belajar membaca Al-Quran dengan mengkombinasikan media belajar buku cetak, flashcard, dan aplikasi android Wafa. ”

Mengapa?
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk para orang tua dan guru milenial dalam mendidik generasi Alfa mencintai Al-Qur’an sejak dini tanpa mengabaikan perkembangan teknologi.”

Kapan dan dimana?
Ahad, 26 Mei 2019 / 21 Ramadhan 1440
Pukul 07.00-11.00 WIB
Ruang Yasmin Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Siapakah pembicaranya?
1. K.H Muhammad Shaleh Drehem, Lc.
Mubaligh Nasional dan Ketua IKADI Jawa Timur
2. Ust. Dodi Tisna Amijaya, M.Pd dan Ust. Wawan Fitriono, S.Pd.I
Master Trainer Nasional Wafa Indonesia

Bagaimana cara daftarnya?
Kirim WA dengan format
JM#Nama#No.WA#Domisili
ke 0812-3386-7676
atau langsung datang ke kantor Wafa Indonesia:
Jl. Raya Wisma Pagesangan No.9 Menanggal, Gayungan, Surabaya

Fasilitas apa saja yg saya dapatkan dg mengikuti kegiatan ini?
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Free Buku Tilawah Wafa Jilid 1 (senilai Rp 11.000,-)
3. Free Flashcard huruf hijaiyah A7 (senilai Rp 38.500,-)
4. Voucher diskon 60% aplikasi android Wafa
5. Sertifikat
6. Goodie Bag
Semua ini didapatkan hanya dengan investasi sebesar Rp 50.000 saja.

Dibayarkan via transfer Bank Syariah Mandiri (BSM)
No. Rek: 7053454927
a.n Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia

Tunggu apalagi? Mari daftarkan diri anda dan keluarga untuk turut andil dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an pada anak sejak dini.

Informasi:
0896-7799-7101
0877-0260-5889

Catatan:
* Diskon berlaku hanya untuk peserta acara terdaftar (berkupon)
** Aplikasi tersedia di Google Play pada tanggal 26 Mei 2019

Salam
Wafa Indonesia

Kebersamaan yang Tak Akan Berlalu

Kebersamaan yang Tak Akan Berlalu

Bismillah..
LaKal hamdu ya Rob.., sholli wa sallim ‘ala HabibiKA Muhammad SAW.

Renungan dhuha
6 SYA’BAN 1440 H
QS.ALI-‘IMRON : 103

KEBERSAMAAN YG TAK AKAN BERLALU

Ikhwah fillah,
Pertemuan dan kebersamaan yg sudah lama kita bangun, seharusnya dirayakan dengan amal hati, dzikir dan do’a.

Tentu juga diperkuat dengan tasamuh (toleransi), tawaashiy (saling berwasiat) dan tanaashuh (saling nasehat-menasehati).

Sejatinya.., pertemuan dan kebersamaan ini tidak boleh terputus walaupun kita berpisah.

Hati tersambung cinta, kasih sayang dan do’a…, walau jasad tak bersua.

Untuk itu amal-amal hati harus diteruskan :
-saling menyebut kebaikan,
-saling menghargai,
-saling berterima kasih,
-saling memaafkan,
-saling mengungkap cinta, dan mengingat kasih sayang yg mengikat.

Itu semua harus dibiasakan setiap saat.

Sungguh…, ikatan suci persaudaraan ini menembus perbedaan pendapat dalam urusan duniawi yg fana…!!!

Untuk semua yang membaca renungan ini, diucapkan :
“Innie uhibbuka/i fillah…”

SEMANGAAAT…!!!
Allah SWT selalu membersamai kita semua…🤲🤲🤲

(@msdrehem)

Melampaui Masalah Hari Ini

Melampaui Masalah Hari Ini

Oleh Adhan Sanusi

Apa yang ada di dalam fikiran para sahabat saat di kepung 10.000 pasukan sekutu dalam perang khandak? Di saat paceklik dan rongrongan orang Yahudi di kota Madinah.
Mari kita coba merasakan situasi nya?
Bagaimana mereka melampaui perasaan itu?

Di tengah situasi yang mencekam itu, Nabi memberikan HARAPAN PANJANG dg janji menaklukkan dua negara Adidaya yaitu PERSIA dan ROMAWI.

Kita juga akan melampaui segala onak duri kehidupan saat ini. Jika kita punya MIMPI dan HARAPAN BESAR.

Maka berbahagialah kita yang Allah amanahi profesi terbaik yaitu menjadi GURU. apalagi jika kita kita di amanahi sebagai guru terbaik, dan Guru terbaik itu adalah GURU AL-QUR’AN.

Lembaga terbaik adalah Lembaga Pendidikan, dan Pendidikan terbaik adalah Pendidikan Al-Qur’an.
Maka berbahagialah mereka yang telah menjadi KARYAWAN ALLAH Rabbul Alamin. Menjadi Guru Al-Qur’an.

Bayangkan masa depan bangsa ini dari wajah polos siswi/i kita. Jika bangsa ini tidak berubah hari ini, setidaknya kelak 20-30 tahun kedepan, merekalah yang akan merubah kondisi bangsa ini menjadi lebih baik. Dan pastikan saat perubahan itu terjadi, ada KONTRIBUSI KITA hari ini.

Dengan berfikir seperti ini, kita akan melalui hari ini dan esok dengan penuh BAHAGIA.

Menjawab Tantangan Guru Al-Qur’an Masa Kini dengan Pelatihan Metode Wafa

Menjawab Tantangan Guru Al-Qur’an Masa Kini dengan Pelatihan Metode Wafa

Guru yang sering orang katakan sebagai sosok yang digugu dan ditiru, nyatanya adalah profesi yang tidak mudah. Dari mereka lah terlahir berbagai jenis profesi yang digandrungi manusia di muka bumi ini. Mulai dari profesi yang terlihat sepele hingga profesi yang mendunia, semua berawal dari guru. Karena guru adalah muasal tersampaikannya berbagai macam ilmu yang Allah turunkan di dunia ini. Tanpa guru, tidak sedikit manusia yang akan kesulitan mencerna suatu ilmu secara mandiri.

Oleh karena perannya yang krusial bagi dunia pendidikan di Indonesia, seorang guru dituntut punya kompetensi yang linear dengan perkembangan zaman. Menjadi guru masa kini yang dicintai peserta didik dengan segala tantangannya. Tak terkecuali pula menjadi guru Al-Qur’an.

Meski secara spesifik tidak termasuk dalam Kurikulum 2013 yang dicanangkan Mendikbud, mata pelajaran Al-Qur’an di suatu lembaga pendidikan mengambil peran penting dalam membentuk generasi masa kini. Tugas guru Al-Qur’an meski secara kasat mata tak serumit guru mata pelajaran lain, ternyata punya ‘beban’ yang cukup berat di hadapan Allah. Mengapa demikian? Karena yang diajarkan adalah kalamullah, firman yang redaksionalnya diturunkan secara langsung oleh Allah. Bahasa Allah. Bukan yang tertulis dalam buku-buku diktat mata pelajaran yang dirilis berbagai penerbit terkenal. Sehingga tentu saja, levelnya sedikit lebih ‘berat’ dari guru mata pelajaran lainnya. Itulah mengapa, guru Al-Qur’an perlu terus digembleng melalui berbagai pelatihan.

Bagi sekolah mitra Wafa Indonesia, salah satu bentuk penggemblengan itu adalah melalui kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an Metode Wafa. Ini adalah pelatihan yang didesain khusus untuk menstandardisasi kompetensi guru Al-Qur’an di sekolah mitra agar selaras dengan ‘kurikulum’ yang dikembangkan oleh metode Wafa.

Salah satu sekolah mitra Wafa yang beberapa waktu lalu menyelenggarakan pelatihan ini adalah Madrasah Tsanawiyah Husnul Khotimah 2 Kuningan. Sekolah yang berdiri semenjak 2015 ini, menggelar pelatihan metode Wafa dengan tujuan mengupayakan kenaikan target jumlah hafalan peserta didiknya yang semula hanya dua juz menjadi tiga juz. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an (TTQ) Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 bekerjasama dengan tim Wafa Indonesia. Diketuai langsung oleh kepala unit  TTQ, Ustadz Yayan Bayanullah, S.Pd.I Al-Hafidz, pelatihan ini disambut dengan antusiasme para pesertanya yang terdiri dari 45 asatidz dan musyrif Al-Qur’an. Meski berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai 9 hingga 11 Maret 2019 di Aula MTs Husnul Khotimah, kegiatan pelatihan terlaksana dengan baik atas bimbingan dua trainer handal Wafa Indonesia, Ustadz Dodi Tisna Amijaya, M.Pd dan Ustadz Ahmad Syarif Fathoni, S.Pd.I Al-Hafidz. Alhamdulillah.

Tak hanya pesertanya yang antusias mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir, tim kreatif Ponpes Husnul Khotimah pun tak kalah antusiasnya. Melalui channel Youtube HKTV (Husnul Khotimah TV), kegiatan pelatihan didokumentasi untuk di-show-up pada masyarakat sebagai salah satu branding bahwa sekolah ini serius menggembleng guru-guru Al-Qur’annya melalui pelatihan metode Wafa. Keseriusan ini diperkuat dengan dukungan langsung dari kepala sekolahnya, Ustadz Danni Abdurrahman, M.Pd. Dalam video dokumentasi yang diunggah dengan durasi hampir empat menit ini, Ustadz Danni menyampaikan bahwa pelatihan ini selain bertujuan meningkatkan target jumlah hafalan peserta didiknya, adalah untuk menstandardisasi kompetensi guru-guru Al-Qur’annya agar sesuai dengan ‘kurikulum’ Wafa, sehingga dalam tiga hingga lima tahun ke depan sekolah ini bisa mengembangkan metode belajar Al-Qur’an secara independen dengan menyesuaikan karakter lembaganya.

Mengutip pesan sarat hikmah yang pernah ditulis oleh Hasan Al-Bashri, “Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan tanpa panduan. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan”. Apa yang disampaikan ulama’ tabi’in yang hidup pada delapan abad lalu ini rupanya cukup relevan dengan dunia pendidikan masa kini dengan sekian tuntutannya. Guru adalah profesi ‘amal’, profesi sosial. Mustahil seseorang disebut sebagai guru jika ia tidak berilmu. Maka, sebagai penyambung ilmu, seorang guru pun dituntut untuk terus berilmu. Agar apa yang disampaikan pada peserta didik bisa menjadi perantara datangnya kebaikan-kebaikan, alih-alih sebagai pemicu kerusakan. Untuk itu, agar seorang guru terus ‘terisi gelasnya’ setelah ‘dikosongkan’ terus menerus, diperlukan pelatihan yang diharapkan dapat meng-upgrade kapasitas keilmuannya. Terlebih bagi seorang guru Al-Qur’an, guru yang punya amanah lebih ‘berat’ dibanding guru-guru lainnya.

Tidak hanya sebagai pengisi ‘gelas kosong’ guru Al-Qur’an, pelatihan yang rutin diharapkan bisa menjadi perantara lahirnya guru yang inspiratif. Bukan hanya guru yang sekedar menyampaikan ilmu, tapi juga seorang guru yang sebenar-benarnya digugu dan ditiru seperti yang diungkapkan William Arthur Ward, seorang penulis berkebangsaan Amerika, “The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires”. Guru yang biasa hanya menyampaikan, guru yang baik akan menjelaskan, guru yang unggul akan mencontohkan, tapi guru yang luar biasa adalah guru yang menginspirasi.

Karena itu, untuk menjawab tantangan guru Al-Qur’an masa kini, Wafa Indonesia hadir dengan metode pembelajaran otak kanan. Dilengkapi dengan berbagai tools yang akan membantu pengembangan kurikulum pendidikan Al-Qur’an di ratusan sekolah mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu tools itu adalah pelatihan. Maka, mari jadi bagian perjalanan dakwah kami dalam melahirkan generasi ahli Al-Qur’an dengan cara yang mudah, komprehensif, dan menyenangkan.

Salam,
Wafa Indonesia

Komprehensif | Mudah | Menyenangkan

WhatsApp: +6281233867676
Email : sahabat@wafaindonesia.or.id
Facebook : Wafa Indonesia
Instagram : wafaindonesia

Seni Memberi Maaf

Seni Memberi Maaf

Bismillah…

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbih…!

 

Renungan dhuha,

15 RAJAB 1440 H

QS.ALI IMRON : 159

 

SENI MEMBERI MAAF

 

Memberi maaf akan kesalahan orang sungguh sangat terpuji

Terpuji dimata Allah, terpuji dimata manusia

Maafkanlah orang-orang tercinta, walaupun ia tidak minta maaf

Maafkanlah dengan:

– Niat ikhlas

– Niat ingin dimaafkan oleh Allah SWT

– Niat ingin disucikan oleh Allah SWT

– Niat ingin dikuatkan oleh Allah SWT
Maafkanlah dan bersilaturrohimlah

Maafkanlah dan do’akan kebaikan

Maafkanlah dan do’akan perlindungan  dari semua bahaya

Maafkanlah dan waspadalah dari bisikan syetan

 

Waspadalah dari kedzaliman

Waspadalah pula dari terulangnya kedzaliman

Maafkanlah semua dusta, pendustaan, ghibah, fitnah, cerca dan hinaan

Kalau terulang lagi, maafkan lagi

Selalu ada maaf, nasihati dia

Dan kalau juga tetap terulang, jaga jarak dan do’akan

Insyaallah, Allah akan membersamai kita semua

 

Ya Rahman..

Ampuni & beri maaf kami dan seluruh saudara kami.

 

(@msdrehem)

Cinta Dunia

Cinta Dunia

Renungan dhuha,
8 RAJAB 1440 H
QS.AL-FAJR : 20

CINTA DUNIA…!?!?!?

Saudaraku,
Masih banyak dari sebagian saudara kita yang dihati dan pikirannya hanya dunia semata.
Dari mana kita tahu itu…??? dari kesibukan mereka, dan dari pembicaraan mereka.
Mulai bangun dari tidur, sepertinya kegiatan mereka hanya untuk hidup didunia saja.
Pembicaraan merekapun hanya seputar pekerjaan, uang, harta benda, perabot, kendaraan dan membicarakan orang lain.

Uniknya lagi…, kebahagiaan mereka, kesedihan dan kesusahan mereka, kemarahan mereka, kekecewaan mereka,
semua terkait dengan dunia semata…!!!

Sholat sepertinya juga belum masuk kehati/jiwa dan pikirannya.
Alquran yang dibaca tak ada ruh dan hanya sekedar kejar target.
Dzikir, wirid dan do’a dilantunkan kalau ada masalah.

Saatnya kita perlu evaluasi diri…
Saatnya pula kita perlu berorientasi akhirat…

Ingat…!
Dunia ini sementara.., akhirat selamanya…!!!

JUM’AT MUBARAK…!

Ya Rahman…
Karuniai kami hidup bahagia di dunia dan bahagia hidup di akhirat…🤲🤲🤲

(@msdrehem)

Coaching: Rahasia ‘Dapur’ Wafa Bertumbuh Bersama Mitra

Coaching: Rahasia ‘Dapur’ Wafa Bertumbuh Bersama Mitra

Istilah coaching nampaknya sudah familiar sekali didengar oleh sebagian kita yang bekerja di perusahaan. Salah satunya juga perusahaan yang bergerak di dunia dakwah pendidikan, sekolah misalnya. Coaching sendiri secara harfiah berarti pelatihan. Ia merupakan tool yang disediakan perusahaan untuk meng-upgrade kualitas karyawannya, yang juga sebagai salah satu bentuk investasi perusahaan bagi SDM-nya.

Wafa Indonesia semenjak berdirinya di tahun 2012, telah memiliki lebih dari 500 mitra sekolah dari seluruh penjuru Indonesia. Melebarnya sayap Wafa untuk merangkul banyak sekolah ini tak luput dari salah satu rahasia ‘dapur’-nya yang berupa coaching. Secara spesifik, adanya coaching yang diberikan Wafa untuk sekolah mitra di berbagai provinsi di Indonesia ini bertujuan untuk membangun komunikasi berkesinambungan dua arah antara Wafa dengan sekolah dan guru-guru Al-Qur’an di dalamnya, sehingga pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Wafa dapat berlangsung sesuai harapan bersama antara kedua belah pihak. Siswa siswinya cemerlang, guru dan sekolahnya pun gemilang. Bersama-sama mencetak generasi ahli Al-Qur’an.  Insya Allah.

PG TK Al Madani Sidoarjo adalah salah satu dari sekian banyak sekolah mitra Wafa yang menggelar kegiatan coaching bersama Wafa. Sekolah yang bermitra dengan Wafa sejak Agustus 2017 ini memiliki 9 guru Al-Qur’an yang menjadi garda terdepan dalam mendidik 97 siswa siswinya mencintai Al-Qur’an menggunakan metode Wafa. Demi suksesnya keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di sekolah ini, pada hari Selasa 19 Februari 2019 lalu digelar coaching bersama salah satu trainer Wafa, Ustadz Dody Tisna Amijaya, M.Pd. Kegiatan coaching ini meliputi 1) Observasi pembelajaran Al-Qur’an, 2) Coaching manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an, 3) Update data terbaru sekolah, dan 4) Update kemajuan tashnif  (pemetaan kemampuan guru).

Berdasar pada laporan yang disampaikan oleh Ustadz Dody sebagai trainer pada hari itu, dikatakan bahwa pembelajaran Al-Qur’an metode Wafa di PG TK Al Madani ini memiliki rasio guru dan siswa yang ideal di tiap jam pembelajarannya. Kabar baik lainnya, 9 guru di sekolah ini seluruhnya lulus munaqosyah yang digelar oleh SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Qur’an) beberapa waktu lalu. Sebuah prestasi yang layak diacungi jempol mengingat belum dua tahun sekolah ini bermitra dengan Wafa. Alhamdulillah.

Pergerakan PG TK Al Madani untuk terus bertumbuh mengedepankan pendidikan Al-Qur’an bersama Wafa ini tak lepas dari dukungan dan antusiasme kepala sekolahnya yang luar biasa, Ustadzah Erma Pujiwati. Sebagai pemimpin lembaga, beliau begitu semangat dan serius memonitor performance rekan-rekan guru di bawah pimpinannya dalam mendidik siswa-siswi mereka. Antusiasme beliau ini nampak dari upaya-upaya yang diwujudkan untuk meningkatkan kompetensi para guru. Mulai dari melibatkan semua guru dalam program SAGAQU selama enam bulan, mengirim guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan tahfidz gerakan, hingga mengikuti pembinaan rutin mitra oleh WQC (Wafa Al-Qur’an Center) Sidoarjo setiap bulannya.

Sinergi antara sekolah mitra dan Wafa untuk bertumbuh bersama melalui berbagai kegiatan inilah, yang kemudian jadi cikal bakal terlahirnya para generasi ahli Al-Qur’an di masa yang akan datang dengan segala tantangannya. Salah satunya dengan memanfaatkan adanya coaching sebagai salah satu tool peng-upgrade performa guru dan sekolah dalam perjalanan menuju tujuan mulia bersama. Maka benar apa yang dikatakam Timothy Gallwey, seorang coach terkemuka dunia, “Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance, it’s helping them to learn rather than teaching them”. Coaching dibuat sebagai pemantik potensi agar tampil dengan sebaik-baiknya, tampil lebih baik, semakin baik, hingga tampil yang terbaik. Membantu tiap manusia pembelajar untuk belajar, namun tidak dengan cara menggurui.

Ya, inilah kuncinya. Salah satu rahasia ‘dapur’ Wafa untuk bertumbuh dan belajar bersama mitra. Coaching! Menyenangkan bukan? Tunggu apa lagi. Mari bergabung bersama kami mencetak generasi Qur’ani.


Salam,
Wafa Indonesia

Komprehensif | Mudah | Menyenangkan

WhatsApp: +6281233867676
Email : sahabat@wafaindonesia.or.id
Facebook : Wafa Indonesia
Instagram : wafaindonesia

Nikmatnya Awal Pagi

Nikmatnya Awal Pagi

Renungan Dhuha,
1 RAJAB 1440 H
QS.AT-TAUBAH : 36

NIKMATNYA AWAL PAGI

Saudaraku,
Sungguh selalu ada kenikmatan yg membahagiakan pada diri dan kehidupan ini.
Coba buka mata hati, pasti kita bisa memandang dengan cinta.
Buka telinga hati, kita bisa mendengar dengan cinta.
Buka akal pikiran ini, pasti memikirkan dengan cinta.
Gerakkan lisan hati untuk menegakkan amal-amal hati…!
Lalu… tersenyumlah seindah mungkin saat sendiri dan saat didepan orang-orang tercinta.
Pasti merasakan bahagia karena iman, dan disaat yg bersamaan kita telah mencetak pahala yg membahagiakan, lalu bahagiakan lah orang-orang tercinta.
Inilah makna do’a perlindungan dari kelemahan dan kemalasan.
Benar sekali… tidak malas itu kreatif untuk selalu bahagia dan membahagiakan…!!!

JUM’AT MUBARAK…!!!
SEMANGAAAT…✊✊✊✊✊

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان…!!

Ya Rahman…
berkahi kami di Rajab & Sya’ban ini, dan karuniai kami jumpa Ramadhan…!!

(@msdrehem)

Mewaspadai “Bahaya” Perbedaan Pendapat

Mewaspadai “Bahaya” Perbedaan Pendapat

Renungan Dhuha,
23 JUMADITS-TSANI 1440 H
QS.ALI IMRON : 105

MEWASPADAI “BAHAYA” PERBEDAAN PENDAPAT

Ikhwah fillah,
Perbedaan pendapat dalam masalah-masalah yang diperbolehkan kita berbeda pendapat, itu adalah sesuatu yang mubah/boleh, wajar, dan manusiawi.
Bahkan perbedaan seperti ini menjadi pembelajaran, materi musyawarah, motivasi kemajuan, dan mendekati kesempurnaan ide, pemikiran, teori dan praktek…!
Subhaanallah…!!!

Tapi ada beberapa sisi negatif dan bahaya dari perbedaan yang wajib diwaspadai dan dijauhi, antara lain :
– rasa benci dan permusuhan
– rasa ujub dan sikap takabbur
– selalu mau berbeda
– senang melihat orang yg berbeda itu sedih
– susah melihat orang yg berbeda itu bahagia
– mengharapkan bahkan mendoakan keburukan.

Hasbunallah wa ni’mal-Wakiel…
Hati-hati ya akhil-KARIEM…!!!

Ya Rahman…
Karuniai kami tawadhu’, rendah hati dan lapang dada dlm menyikapi perbedaan.

(@msdrehem)

Saling Berdoa untuk Kebaikan

Saling Berdoa untuk Kebaikan

Renungan Dhuha
16 JAMADITS-TSANI 1440 H
QS.AL-HASYRU : 10

Ikhwah fillah,
Sungguh berdo’a untuk kebaikan diri sendiri itu sangat mebahagiakan, karena dalam do’a itu ada keutuhan keyakinan, dan sepenuh harapan bahwa Allah akan mengabulkan..!

Akan tetapi berdo’a untuk kebaikan orang lain, terutama orang-orang tercinta, terlebih jika dengan menyebut nama-nama mereka dalam do’a…, tentu kebaikan & kebahagiaan yang dihasilkannya jauh lebih besar, karena disini ada penghayatan cinta yang suci kepada orang-orang tercinta…!

Menyebut nama-nama orang tercinta dalam do’a memang tidak mudah jika tanpa pembiasaan…!

“Sebut namaku dalam do’amu ya…”
iitulah pesan indah yang baik untuk dibiasakan…!!!

Berdo’alah ya akhil-KARIEM…,
Haqqul Yaqien…, Malaikatpun pasti mengamininya…!!!

JUM’AT MUBARAK…!

Ya Rahman,
Anugerahi kami dan slrh saudara kami akan ridho dan rahmatMU…!🤲🤲🤲

(@msdrehem)