Kenalkan Pembelajaran Al Quran dengan Metode Otak Kanan

Kenalkan Pembelajaran Al Quran dengan Metode Otak Kanan

Bulan Ramadhan lalu Nurul Hayat bersilaturrahim dengan para guru qur’an dengan pemberian Insentif Bulanan Guru Qur’an. Hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2013 kemarin Silaturrahim Nurul Hayat kembali berlanjut dengan mengembangkan skill dan potensi 300 Guru Qur’an melalui metode WAFA. Pendekatan pembelajaran Qur’an dengan metode ini dengan mengoptimalisasi Otak Kanan.Dewasa ini tantangan guru Qur’an semakin beragam. (more…)

Pelatihan Wafa Dihadiri Ulama’ Sumenep

Pelatihan Wafa Dihadiri Ulama’ Sumenep

Sumenep – Tidak salah bila banyak yang menyebutkan Sumenep sebagai salah satu pusat pesantren. Antusiasme masyarakat kota ini dalam kegiatan yang berbau keagamaan dan Al-Qur’an patut diacungi jempol. Salah satu buktinya dapat dilihat saat pelaksanaan Pelatihan Wafa di Sumenep. Pada hari Jumat-Ahad, 25-27 Oktober 2013 lalu telah diadakan Sertifikasi dan Pelatihan Guru Al-Qur’an Metode Otak Kanan Wafa di Aula KPRI Sumenep. (more…)

Guru WAFA Pasuruan Selalu Berbenah

Yayasan Bina Insan Cendekia bekerja sama dengan Wafa melaksanakan Pelatihan Tahsin Guru Tilawah Al-Quran Metode Wafa pada tanggal 2-3 November 2013 di SDIT Bina Insan Cendekia Pasuruan yang diikuti oleh 48 orang peserta baik dari TKIT maupun SDIT Bina Insan Cendekia.

Pelatihan Tahsin Guru Tilawah Al-Quran Metode WAFA merupakan salah satu program pelatihan yang dilaksanakan dengan tujuan agar kualitas tilawah guru WAFA dalam pengajaran Al-Quran semakin meningkat, sehingga dapat melahirkan siswa yang tilawah Al Qur’annya baik dan benar. Pelatihan ini memberikan pembekalan bagi peserta pelatihan untuk mengetahui peta kelemahan dalam membaca Al-Quran sehingga terdorong untuk segera memperbaiki kualitas bacaannya. Pelatihan tahsin ini melatih makharijul huruf, shifatul huruf, dan gharib yang disertai praktek intensif dalam pembacaannya. Acara juga dihadiri oleh Bapak Tri Wibowo yang merupakan bendahara Yayasan BIC.

Salah satu peserta dari SDIT Bina Insan Cendekia, Hasbullah, menyampaikan bahwa ia merasa mendapatkan banyak ilmu baru dari kegiatan ini dan menggugah semangatnya untuk terus memperbaiki bacaan Al Qur’annya. “Dalam 2 hari ini saya lalui tanpa merasa berat dan bahkan waktu yang disediakan terasa kurang,” tambah Hasbullah. Harapannya akan ada tindak lanjut untuk pembelajaran Al-Quran yang nantinya akan diterapkan di sekolah mereka.

Siswa WAFA Sabet Juara Satu

Wafa-Metode Membaca Al Qur’an Otak Kanan | Abdul Kholiq baru saja menjuarai Lomba Tilawah Al Qur’an tingkat SD pada Pekan Kreatifitas dan Seni Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan oleh Kemenag Provinsi Jawa Timur pada tanggal 16-17 September 2013 di Hotel Sutami Surabaya. Peserta lomba ini berasal dari tingkat SD, SMP dan SMA. Peserta lomba mewakili setiap karesidenan yang ada di seluruh Jawa Timur dan Abdul Kholiq mewakili karisidenan Malang.

Abdul Kholiq merupakan siswa kelas 6 dari SDIT Ar Rahmah Yosowilangun Lumajang yang menerapkan pembelajaran Al Qur’an dengan metode Wafa. Metode WAFA Belajar Al Qur’an Otak Kanan merupakan sistem pendidikan Al Qur’an yang bersifat komprehensif dan integratif dengan metodologi terkini yang dikemas mudah dan menyenangkan sehingga sangat bersahabat dengan anak-anak.

Menurut Ustadz Khussaeri yang merupakan guru Al Qur’an di SDIT Ar Rahmah Yosowilangun, “Pembelajaran Wafa memberikan lompatan dalam kemampuan anak menyerap materi yang diajarkan, terlebih di dalam proses pengajarannya yang menggunanakan metode TANDUR, sehingga membantu daya serap siswa. Hal yang paling penting juga adalah anak bisa belajar dengan menyenangkan.”

Salah satu guru pendamping yang juga hadir dalam lomba ini adalah Ust. Udik Lasmono. “Wafa telah memberikan khazanah yang lebih dalam melengkapi metode belajar tilawah Al Qur’an yang sudah ada,” tutur Ustadz Udik Lasmono.