Di saat sistem pendidikan modern hari ini berkembang dengan beragam bentuk dan metode yang ditawarkan, pendidikan Al-Qur’an sebagai salah satu pilar penting pembangunan masyarakat Islam Indonesia ternyata belum mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini terlihat dari penerapan sistem pendidikan Al-Qur’an yang bersifat menoton dari sisi metodologi dan bersifat parsial bila ditinjau dari substansi dan output pembelajaran. Alhasil, sistem pendidikan Al-Qur’an ini menghasilkan generasi yang hanya bisa membaca Al-Qur’an dengan kemampuan ala kadarnya. Penanaman rasa cinta dan kedekatan pada Al-Qur’an pun nyaris tidak menjadi prioritas muwashofat dalam pembelajaran.

Oleh karena itu, Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia berusaha menghadirkan sistem pendidikan Al-Qur’an Metode Otak Kanan “WAFA” yang bersifat komprehensif dan integratif dengan metodologi terkini yang dikemas mudah dan menyenangkan. Sebagai wujud dari komprehensivitas sistem ini, pembelajaran dilakukan secara integral mencakup 5 T : Tilawah, Tahfidz, Tarjamah, Tafhim, dan Tafsir. Kelima program ini merupakan wujud usaha revolusi pembelajaran Al-Qur’an yang dikemas sangat bersahabat dengan pembelajar, khususnya anak. Metodologi pembelajaran yang digunakan merujuk pada konsep quantum teaching dengan alur pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan) dan pendekatan otak kanan (asosiatif, imajinatif, dll).

Implementasi metode ini pada berbagai lembaga pendidikan di beberapa kota di Indonesia, telah membuktikan kehandalan metode ini dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah, cepat, dan menyenangkan.

Visi:

Melahirkan ahli Al Qur’an sebagai pembangun peradaban masyarakat Qur’ani di Indonesia

Misi:

  1. Mengembangkan model pendidikan Al Qur’an 5T 7M yang Komprehensif, Mudah & Menyenangkan
  2. Melaksanakan standarisasi mutu lembaga pendidikan Al Qur’an
  3. Mendorong lahirnya komunitas masyarakat Qur’ani yang membumikan Al Qur’an dalam kehidupannya
  4. Menjalin kemitraan dengan pemerintah untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang Qur’ani
Muhammad Shaleh Drehem, Lc. Lahir di Sumenep Madura pada tanggal 10 November 1963. Saat ini beliau tinggal di Jl. Teluk Buli I/4 Perak Utara Surabaya sekaligus menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibadurrahman (Masjid Ar-Rahmah) Teluk Buli. Gelar licence (Lc) diperoleh dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi.
 

Selain berkiprah sebagai Pendiri dan Pembina Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia (YAQIN), beliau juga menjabat sebagai Ketua IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Jawa Timur,  Konsultan Spesialis bidang Tazkiyatun nufus di beberapa majalah dan forum keislaman, narasumber di stasiun radio dan televisi baik lokal maupun nasional, serta penggiat dakwah qur’ani di Jawa Timur.

DR. Muhammad Baihaqi, MA. Lahir di Sidoarjo pada tanggal 20 Februari 1974. Saat ini, beliau tinggal di Jl. Lakarsantri no. 19 Surabaya sekaligus membina Yayasan Utsman Bin Affan Surabaya.

Selain menjadi Ketua Tim Penyusun, beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Yayasan Syafa’atul Qur’am Indonesia (YAQIN). Doktor di bidang Bahasa Arab ini menyelesaikan pendidikannya di S1 LIPIA Jakarta 1999, S2 UIN Malang 2002 (lulusan terbaik), dan S3 El Nilain University of Sudan. Beliau saat ini aktif sebagai  Dosen Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Pembina IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Surabaya, serta narasumber Televisi dan radio baik regional maupun nasional.

Kantor Wafa Indonesia

Jl Gayungsari IX No. 35
Surabaya, Indonesia 60235
(031) 99043404