Satu Lantunan, Banyak Perjuangan: Munaqosyah Siswa dan Guru SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang

Bukan sekadar ujian, Munaqosyah menjadi sarana evaluasi kemampuan serta refleksi dalam menjaga kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an. Munaqosyah tidak hanya menjadi wadah bagi siswa, tetapi juga bagi guru untuk terus mengasah kemampuan serta memberikan teladan dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Kisah di Balik Munaqosyah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang

Pada 8 Mei 2026, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang menggelar Munaqosyah Tilawah Metode Wafa. Dari total 85 siswa terdapat 23 siswa yang disiapkan khusus untuk mengikuti Munaqosyah. Tidak hanya siswa, sejumlah guru juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an. Sekitar 10 guru telah siap mengikuti munaqosyah. 

Program Wafa di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang dimulai dari bulan Januari. Awal mula dilakukan pemetaan berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Dari sekitar 85 siswa, kemampuan mereka cukup beragam, mulai dari jilid 1 hingga jilid 5, serta level Al-Qur’an. Pembelajaran ini dilakukan secara intensif dengan frekuensi pertemuan 4 kali sepekan. Saat ini, pembelajaran masih dipegang oleh 6 guru mitra (eksternal). 

Meskipun baru 4 bulan menerapkan metode Wafa, kemampuan siswa dan guru menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan kualitas bacaan, Ghorib, Tajwid, serta rasa semangat mereka saat mengikuti munaqosyah. 

Foto seorang munaqisy dari wafa sedang menguji siswi
Sumber: Dokumen Pribadi

Salah satu Master Trainer Wafa Indonesia mengungkapkan rasa harunya melihat perkembangan tersebut. 

“Baru 4 bulan menuju Munaqosyah tapi rasanya sudah lumayan lama. Hal itu membuat cukup kaget, artinya yang mendampingi mereka punya taste, mereka memahami standar kita. Dari murid dan gurunya sendiri semangat semangat untuk belajar.” – Ust Wawan Fitriono, S. Pd. I., Master Trainer Wafa Indonesia

Menjaga Kualitas Bacaan & Hafalan

Materi yang diujikan dibagi menjadi dua level, yaitu level siswa dan level guru. Materi yang diujikan pada level siswa meliputi materi ghorib, soal pilihan ganda tajwid, dan imla (menulis Arab). Ujian pada level ini dilaksanakan secara tertulis dan menggunakan bacaan juz 4. 

Sementara, pada level guru lebih banyak dilakukan ujian lisan. Materi yang diujikan pada level ini meliputi tes tajwid lisan, fawatihus suwar, cara waqaf, makhraj & sifatul huruf. Bacaan yang digunakan dalam ujian level guru berasal dari  juz 12 dengan tingkat kesulitan lafadz yang tinggi. Hal ini membuat munaqosyah guru membutuhkan waktu yang relatif  lama. 

suasana ujian munaqosyah wafa
Sumber: Dokumen Pribadi

Perbedaan pada materi dan cara pelaksanaan ujian ini mencerminkan adanya kriteria kualitas yang perlu dipenuhi oleh siswa dan pengajar, dalam memastikan ketepatan bacaan dan keandalan hafalan Al-Qur’an. Adapun ketentuan kelulusan munaqosyah ditentukan berdasarkan kompilasi nilai dari seluruh materi ujian yang kemudian dirata-ratakan sebagai hasil akhir. 

Salah satu siswa mengungkapkan strateginya dalam belajar Al-Qur’an.

“Memahami setiap bacaan huruf, kalau mau hafal harus paham dulu. Kalau gak paham nanti akan cepat lupa, jadi harus paham dulu biar hafalan nya ‘nyantol’ terus.” – Zakiyah, salah satu siswa yang mengikuti Munaqosyah

Di Balik Tantangan, Ada Harapan

Di tengah perkembangan dan rasa semangat di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Tantangan utama adalah terletak pada cara menumbuhkan motivasi yang kuat tentang pentingnya mempelajari Al-Qur’an. Pada tingkat SMA, siswa cenderung lebih tertib tetapi masih perlu motivasi yang kuat untuk mempelajari Al-Qur’an. 

Sementara itu, masalah terbesar pada tingkat SMP atau sekolah swasta terletak pada latar belakang siswa yang beragam. Sebagian siswa berasal dari kondisi latar belakang yang memiliki masalah atau keterbatasan fasilitas sehingga siswa tidak dapat belajar secara optimal dan membutuhkan pendekatan secara intensif. 

Selain itu, kemampuan para pengajar yang tidak sama seringkali menjadi hambatan, terutama saat mereka diharuskan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan tepat. Oleh karena itu, pendampingan harus dilakukan secara dua arah, baik bagi para guru maupun murid.

Salah satu Ustadzah membagikan pengalaman beliau dalam mengajar jenjang SMA & Jenjang SMP :

“Anak SMA lebih tertib, cuma mereka perlu diberikan motivasi untuk belajar Al-Qur’an. Untuk SMP disini kendalanya terletak pada minimnya fasilitas sehingga SDM nya juga tidak maksimal. Bagaimana Wafa harus dibawakan secara menyenangkan, meskipun dalam praktiknya banyak kendala kondisi lapangan dan waktu belajar yang diletakkan di siang hari.”  – Ustadzah Maryam

Di balik beberapa tantangan tersebut, muncul harapan agar pembelajaran Al-Qur’an dapat terus berkembang dan menjadi hal yang menyenangkan. Sejalan dengan visi misi Wafa Indonesia, diharapkan lembaga-lembaga khususnya di wilayah Malang dapat saling berkolaborasi dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an. 

Selain itu, guru-guru yang mengikuti munaqosyah diharapkan mampu membagikan ilmunya untuk mengajar Al-Qur’an secara mandiri sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Siswa siswi yang sudah tuntas Munaqosyah akan ditugaskan membantu mengajar adik kelas, sehingga kemampuan mereka terus berkembang. 

pembukaan munaqosyah wafa
Sumber: Dokumen Pribadi

Munaqosyah bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Seiring rasa semangat yang terus tumbuh, diharapkan siswa dan guru dapat bersama-sama membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an. Proses ini tidak hanya membentuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan ketenangan dalam diri. Pada akhirnya, ketenangan itu ditemukan dalam Al-Qur’an.

Informasi lebih lanjut tentang program pelatihan Al-Qur’an dan Kemitraan bersama WAFA Indonesia:

📞  +62 811 3058 9310     🌐  wafaindonesia.or.id

Menjaga Standar Keunggulan Al-Qur’an: Supervisi Pembelajaran Metode Wafa

Bismillah, kualitas sebuah pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, tetapi juga oleh proses pengawalan dan evaluasi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, Yayasan Bina Ummat berkomitmen menyelenggarakan kegiatan Supervisi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Wafa.

🔍 Apa itu Supervisi & Mengapa Ia Urgen?

Banyak yang bertanya, apa sebenarnya tujuan dari supervisi ini?

Supervisi Pembelajaran bukanlah sekadar pemeriksaan atau ujian bagi guru. Ia adalah proses pendampingan profesional dan bimbingan teknis yang bertujuan untuk:

  1. Standardisasi Mutu: Memastikan metode Wafa (Metode Otak Kanan) disampaikan dengan teknik yang tepat dan seragam di setiap kelas.
  2. Penjaminan Kualitas (Quality Assurance): Menjamin bahwa setiap murid/santri mendapatkan kualitas bacaan (tahsin) dan pemahaman Al-Qur’an sesuai standar yang ditetapkan.
  3. Upgrade Kompetensi Guru: Memberikan ruang bagi guru untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli mengenai kendala di kelas dan cara mengatasinya.
  4. Optimasi Hasil Belajar: Dengan guru yang terus terpantau kualitasnya, maka target keberhasilan siswa dalam membaca Al-Qur’an akan lebih cepat dan efektif tercapai.

🗓 Detail Pelaksanaan:

Kegiatan ini akan diikuti oleh 12 guru pilihan yang akan dibersamai langsung oleh tim supervisor ahli:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 15 Januari 2026
  • Waktu: 07.00 WIB – Selesai
  • Tempat: Yayasan Bina Ummat, Bojonegoro

Narasumber & Supervisor:

✨ Saiful Majid, S.Pd.I

✨ Ade San Putra, M.Pd

✨ H. Mohamad Yamin, S.T., M.Pd.

✨ M. Ali Kurniawan, S.H.

✨ Mashuda, S.Pd.

✨ Wawan Fitriono, S.Pd.I

✨ Bayu Prasetio, S.Pd

Mohon doa agar kegiatan ini menjadi wasilah bagi kami untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang unggul, beradab, dan mencintai Al-Qur’an.

#YayasanBinaUmmat #MetodeWafa #SupervisiPendidikan #Bojonegoro #GuruAlQuran #PendidikanIslam #WafaIndonesia #CintaAlQuran #KualitasPendidikan

10 Tahun Kemitraan Bermakna: Guru NUFI QURANIC SCHOOL SIDOARJO Menyelenggarakan Up-Grading Kompetensi

Sidoarjo, 8 Juli 2025 – Dengan penuh semangat, NUFI Global Quranic School Sidoarjo telah sukses menyelenggarakan program Upgrading Guru-guru Al-Qur’an selama dua hari penuh, pada tanggal 7-8 Juli 2025, bertempat di Aula NUFI Global Quranic School Sidoarjo.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kuat NUFI dalam terus meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an bagi para peserta didiknya. Dalam pelaksanaannya, NUFI secara khusus mengundang tim dari Wafa Indonesia metode pembelajaran Al-Qur’an dengan Otak Kanan untuk mengisi langsung acara ini. Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi penyegaran dan pendalaman metode Wafa (khususnya konsep 5P), yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar Al-Qur’an yang lebih menyenangkan dan berdampak bagi siswa.

Momen istimewa turut mewarnai akhir acara, yaitu penganugerahan penghargaan bagi guru-guru berprestasi. Selain itu, kebahagiaan juga terpancar dengan adanya selebrasi 10 tahun kemitraan antara NUFI Global Quranic School Sidoarjo dan Wafa Indonesia. Ini menandai satu dekade kolaborasi dan kerjasama untuk mewujudkan program pendidikan Al-Qur’an yang berdampak di NUFI.

Selamat kepada NUFI Global Quranic School Sidoarjo atas kerja sama yang luar biasa ini! Semoga sinergi ini terus memberikan kebermanfaatan yang luas bagi generasi Qurani di masa depan. Bismillah wa insyaAllah

Meningkatkan Semangat dan Keterampilan Menghafal Al-Quran di Blitar Timur melalui SIMAAN

Meningkatkan Semangat dan Keterampilan Menghafal Al-Quran di Blitar Timur melalui SIMAAN

Metode Wafa – Wafa Pusat bersama Wafa Daerah Blitar Timur (Wafa Daerah) telah mengadakan SIMAAN (Silaturahim Muallim Al-Qur’an) dengan tema “Menghafal Al-Qur’an Mudah Menyenangkan” pada Sabtu (29/01/2025). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Wildan Nadzif, S.Sos., Al-Hafidz. sebagai narasumber utama. Selain menjadi ajang silaturohim, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan dan memotivasi para guru Al-Quran dalam menghafal. (Baca buku : Al-Quran Hafalan Wafa)

SIMAAN dan Menghafal Wafa Blitar Timur 2
Gambar 1 (Wafa Blitar Timur) – Kegiatan SIMAAN dan Pelatihan Menghafal

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru Al-Quran dari berbagai sekolah mitra di daerah Blitar Timur yang mencakup berbagai jenjang pendidikan sekolah. Kegiatan ini memiliki tujuan utama, yaitu mempererat hubungan antar mitra serta membangun kebersamaan di antara para guru Al-Quran dalam mewujudkan visi bersama: Melahirkan generasi ahl Al-Quran.

Para peserta yang hadir mengaku antusias dalam mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka merasakan manfaat besar, terutama pada pelatihan menghafal, yang membimbing mereka pada metode efektif agar hasil hafalan lebih maksimal.

Semoga kegiatan SIMAAN ini, beserta pelatihan menghafal yang diselenggarakan, dapat terus meningkatkan kompetensi para guru Al-Quran serta mencetak generasi muda Indonesia yang lebih terampil dalam menghafal Al-Quran dengan baik dan sesuai. (Baca juga : Pelatihan SAGAQU dan Akademi Tahsin)

PSGA Kediri Al Fath dan Muslimat NU

PSGA Terselenggara di Kediri, Peserta Antusias ingin Diadakan Kembali

Metode Wafa – Alhamdulillah Wafa dengan gembira telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Guru Al Quran (PSGA) secara luring di Kediri. Pelatihan ini diadakan bersama Rumah Tahfidz Qur’an Al-Fath Gampengrejo Kediri dan Muslimat NU Gampengrejo Kediri pada Sabtu-Ahad (26-27 Oktober 2024 / 23-24 Rabi’ul Akhir 1446 H).

Pelatihan ini diikuti oleh 42 peserta dari 10 lembaga, termasuk TPQ, RA dan Rumah Qur’an. Tujuan utamanya adalah mempersiapkan guru-guru agar dapat mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan terstandar.

Ustadz Yamin Mengisi Kegiatan PSGA Kediri
Ustadz Yamin Mengisi Kegiatan PSGA Kediri

Alhamdulillah dengan Pelatihan Sertifikasi Guru Al Quran dari Wafa, sangat bermanfaat bagi kami. Tentunya semua guru-guru yang mengajarkan kepada peserta didiknya. Dan juga disini sangat menyenangkan, happy dan menyenangkan. Untuk selanjutnya boleh diadakan lagi, karena sangat menyenangkan itu tadi, tidak membosankan”, ujar salah satu peserta PSGA.

Salah satu peserta dengan antusias berbagi kesannya. PSGA atau Pelatihan Sertifikasi Guru Al Quran dianggap sebagai sebuah kebermanfaatan baru. Memberikan nilai menyenangkan dan tidak membosankan kepada guru-guru dalam pelatihan tersebut. Tak sabar untuk mengikuti pelatihan lagi.

Kalo saya semakin jelas ya, apa yang sudah diterangkan, tadi makhorijul huruf. Selama ini kan kami belajar hanya dari membaca”, ujar peserta PSGA lain.

Peserta lain juga merasa bahwa pelatihan ini merupakan sebuah penyegaran materi dan meningkatkan pemahaman Al Quran kepada para peserta. Dari yang awal hanya belajar melalui bahan bacaan, setelah mengikuti PSGA, semakin memperjelas pemahaman pada pengetahuan Al Quran. Pelatihan ini juga memberikan inspirasi baru bagi para guru untuk diaplikasikan dalam mengajar anak-anak.

Kemungkinan nanti kita praktekkan ke anak-anak, jika sesuai insyaAllah kita pake metode ini”, lanjut salah satu peserta tersebut”, lanjut peserta tersebut.

Peserta PSGA Kediri Antusias Mengikuti Pelatihan
Peserta PSGA Kediri Antusias Mengikuti Pelatihan

Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan, para peserta merasakan manfaat yang besar. Materi yang disampaikan tidak hanya menyegarkan pemahaman para guru, tetapi juga memberi kebaruan yang menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga cocok untuk diterapkan kepada anak-anak didik mereka.

Semoga pelatihan ini dapat terus meningkatkan keterampilan serta kompetensi untuk mencetak para guru Al Quran yang menginspirasi anak-anak untuk mencintai Al Quran. Hingga lahirnya generasi qur’ani yang penuh semangat dan cinta pada Al-Quran di Indonesia.

Mengaji di Wafa, SAGAQU dan Akademi Tahsin

Belajar Mengaji Wafa di SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Quran) & Akademi Tahsin

Metode Wafa membuka pendaftaran pada dua program yang bisa diikuti oleh Guru/Calon Pengajar Al-Quran maupun umum atau non-guru. Program tersebut adalah SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Quran) dan Akademi Tahsin. Kedua program ini dirancang khusus untuk mendukung para guru dan masyarakat umum dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an secara lebih baik dan kompeten.

 

Program SAGAQU: Mempersiapkan Guru Al-Qur’an Berkompeten

Sekolah Guru Ahli Al-Qur’an atau SAGAQU adalah program intensif yang dirancang bagi guru-guru Al-Qur’an Wafa, calon pengajar, atau siapa saja yang ingin menjadi guru Al-Qur’an yang lebih kompeten. Kurikulum SAGAQU disusun dengan model pembelajaran praktis yang memudahkan guru dalam mengajar, baik secara individual maupun kelompok. Program SAGAQU hadir dengan pilihan fleksibel yakni daring (online) dan luring (offline). Pilihan program kelas antara lain sebagai berikut:

  • Akademi TAHSIN (ATO) = Reguler Online (Wafa Pusat), Reguler Offline (Wafa Daerah)
  • Akademi TAHFIDZ (ATA) = Reguler Online
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA) = Reguler Online
  • Program Metode Pengajaran = (Segera dibuka)

 

Akademi Tahsin: Program untuk Masyarakat Umum

Untuk masyarakat umum, Akademi Tahsin juga telah dibuka melalui platform Akademi Tahsin Online (ATO), yang menawarkan kesempatan belajar tahsin Al-Qur’an kepada siapa saja. Program ini cocok untuk berbagai kalangan non-guru hingga khusus anak-anak, sehingga mereka bisa belajar membaca Al-Qur’an secara benar.

Kurikulum Akademi Tahsin disusun dikhususkan untuk masyarakat umum atau non-guru yang berfokus pada memperbaiki bacaan dan kemampuan individu. Pilihan program kelas antara lain sebagai berikut:

  • Akademi TAHSIN (ATO) = Reguler Online, Private Online, Tahsin for Kids
  • Akademi TAHFIDZ (ATA) = Reguler Online
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA) = Reguler Online

 

Mengenal Pilihan Program Kelas

Pilihan Program SAGAQU dan Akademi Tahsin

  • Akademi TAHSIN (ATO): Menawarkan pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an dengan pendekatan metode Wafa atau Metode Otak Kanan.
  • Akademi TAHFIDZ (ATA): Program pelatihan yang bertujuan ingin mendalami hafalan AL-Quran secara sistematis sesuai metode Wafa.
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA): Belajar Al-Qur’an dengan irama khas Wafa, irama Hijaz yang telah disederhanakan untuk mudah diimplementasikan peserta.
  • Program Metodologi Pengajaran: Akan dibuka secara khusus hanya dalam program SAGAQU saja yakni pelatihan untuk memperdalam teknik atau metodologi pengajaran yang mudah, menarik dan menyenangkan bagi para siswa.

Note: Peserta guru/calon pengajar Al-Quran yang sebelumnya di Akademi Tahsin bisa langsung transfer program ke SAGAQU sesuai level terakhir.

 

Keuntungan Bergabung dengan Program SAGAQU & Akademi Tahsin

  • Sertifikasi Syahadah: Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mendapatkan Syahadah sebagai pengakuan atas kompetensi yang telah diraih, baik dari SAGAQU maupun Akademi Tahsin.
  • Metode Pembelajaran Otak Kanan: Kurikulum disusun dengan pendekatan yang mudah dan menyenangkan dalam memahami serta menerapkan materi Al-Qur’an secara efektif.
  • Pilihan Belajar yang Fleksibel: Program bisa diikuti secara daring (online dengan waktu yang fleksibel antaran pengajar dan peserta sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan. Untuk SAGAQU disediakan kelas luring (offline) melalui Wafa Daerah.

 

Pendaftaran & Informasi

Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam belajar maupun mengajarkan Al-Qur’an. Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut untuk program SAGAQU & Akademi Tahsin bisa lihat info di bawah ini:

 

Terus Belajar & Mengajar Al-Quran bersama Metode Wafa

Wawan Fitriono Wafa Sanad

Alhamdulillah! Ustadz Wawan Fitriono, Trainer Wafa Menyusul Pengambilan Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz

Alhamdulillah Tabarokallah, bersyukur kembali, salah satu Trainer Wafa menyusul pengambilan Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz, Kamilan, pada hari Kamis, 25 Oktober 2024 / 22 Rabi’ul Akhir 1446 H.

Segenap keluarga besar Wafa Indonesia mengucapkan selamat kepada Ustadz Wawan Fitriono, S.Pd.I., Master Trainer Wafa. Semoga dengan menyelesaikan ijazah sanad ini beliau diberikan keberkahan ilmu dan semua yang telah dipelajari dapat menjadi kebermanfaatan bagi kaum muslimin.

 

Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz Kamilan Riwayat Imam Hafs ‘An Ashim Min Thoriq Syatibiyyah mendapatkan sanad jarak 29 generasi dan Riwayat Syubah jarak 30 generasi yang bersambung sampai Rasulullah SAW

Puncak Pekan Qiraat Nasional 2024

Trainer Wafa Turut Hadir dalam Acara Puncak Pekan Qiroat Nasional di Surabaya

Metode Wafa –  Dengan semangat silaturohim dan menggali sudut pandang baru, dua Trainer Wafa, Ustadz Wawan Fitriono, S. Pd.I dan Ustadz Muhammad Ali Kurniawan, S.H. Al-Hafidz turut hadir dalam acara Puncak Pekan Qiroat Nasional 2024. Acara diselenggarakan oleh Markaz Qiroat Indonesia pada hari Ahad (18/08), di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya.

Acara yang penuh berkah ini dihadiri oleh KH. Muhammad Fathoni Dimyati, Lc, selaku Pembina MTQ Nasional serta sebagai Pakar Tajwid dan Syaikh Muhammad Ichsan Ufiq, Lc, MA selaku Pembina MQI – Mujaz Qiroat Asyr Kubra serta sebagai Imam Masjid Qatar.

Puncak Pekan Qiraat Indonesia ini menyatukan para qari’, qari’at & huffazh Al-Quran di Indonesia secara online maupun offline. Berbagai agenda menarik telah terlaksana, seperti Haflah Sanad Al-Qur’an dan Tajwid, Tasmi Kubra Matan Tajwid dan Qiraat, Talkshow, hingga Diskursus Kitab tentang dua wajah Hafsh ‘an ‘Ashim.

Dengan diadakannya acara ini, semoga semakin mempererat tali silaturahim di antara seluruh peserta, serta semakin menguatkan pemahaman dan kecintaan terhadap ilmu Al-Qur’an.

Sanad Ali Kurniawan Trainer Wafa

Alhamdulillah! Ustadz Ali Kurniawan, Salah Satu Trainer Wafa telah Mengambil Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz

Alhamdulillah Tabarokallah, salah satu Trainer Wafa telah menyelesaikan pengambilan Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz Kamilan, pada hari Rabu, 9 Oktober 2024 / 6 Rabi’ul Akhir 1446 H.

Segenap keluarga besar Wafa Indonesia mengucapkan selamat kepada Ustadz Muhammad Ali Kurniawan, S.H. Al-Hafidz, Master Trainer Wafa. Semoga dengan menyelesaikan ijazah sanad ini beliau diberikan keberkahan ilmu dan semua yang telah dipelajari dapat menjadi kebermanfaatan bagi kaum muslimin.

 

Ijazah Sanad Al-Quran 30 Juz Kamilan Riwayat Imam Hafs ‘An Ashim Min Thoriq Syatibiyyah mendapatkan sanad jarak 29 generasi dan Riwayat Syubah jarak 30 generasi yang bersambung sampai Rasulullah SAW

 

 

pelatihan menulis nufi sidoarjo metode wafa

Perdana, Wafa Gelar Pelatihan Menulis Huruf Hijaiyah di SDIT Nurul Fikri Sidoarjo

Metode Wafa – Wafa bersama SDIT Nurul Fikri Sidoarjo (NUFI Sidoarjo) mengadakan Pelatihan Menulis Huruf Hijaiyah dengan pengajar khusus Drs. Ali Mustofa, penulis buku “Ayo Belajar Menulis Huruf Hijaiyah”. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan para guru Al-Qur’an dalam menulis huruf hijaiyah sesuai kaidah yang benar. Sabtu (5/10/2024).

Pelatihan perdana ini diikuti oleh guru-guru Al-Qur’an dari SDIT Nurul Fikri, mulai dari SD (Sekolah Dasar), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), hingga Daycare. Program ini juga direncanakan untuk diperluas ke sekolah-sekolah lain khususnya mitra Metode Wafa.

Buku “Ayo Menulis Huruf Hijaiyah” karya Drs. Ali Mustofa, yang terdiri dari 6 jilid, digunakan sebagai media utama dalam proses pembelajaran. Buku ini mengajarkan berbagai tingkatan penulisan huruf hijaiyah, mulai dari huruf tunggal, huruf bersambung (awal, tengah, dan akhir), hingga ayat-ayat Al-Qur’an serta kalimat thayyibah.

Ali Mustofa pelatihan menulis Wafa

Sebelum mengikuti pelatihan ini, saya merasa telah menyesatkan peserta didik. Sering keliru dalam mengajarkan penulisan huruf hijaiyah. Namun, setelah pelatihan ini, saya lebih paham cara menulis yang sesuai kaidah,” ujar salah satu guru SDIT Nurul Fikri yang juga peserta pelatihan, dengan tertawa saat memberikan ulasannya.

Para peserta mengakui manfaat besar dari pelatihan ini. Memang sebelum pelatihan menulis ini, guru-guru terbiasa mengajarkan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman masing-masing. Beberapa di antaranya salah dalam memulai penulisan huruf dari atas atau kurang tepat dalam mengajarkan bentuk huruf sambung yang benar.

Pada sesi akhir pelatihan, dilakukan post-test oleh Drs. Ali Mustofa, dengan meminta peserta menulis kembali kalimat basmalah. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam keterampilan menulis peserta dibanding pre-test.

Pelatihan ini memberikan hasil yang sesuai harapan. Kami belajar banyak dari pelatihan menulis perdana ini, kami jadi mengetahui dan memahami pola pelatihan menulis yang sesuai sebagai bahan pengembangan di pelatihan selanjutnya”, ujar Drs. Ali Mustofa setelah pelatihan berakhir.

Semoga pelatihan ini dapat terus meningkatkan kompetensi para guru Al-Qur’an serta mencetak generasi muda Indonesia yang lebih terampil dalam menulis huruf hijaiyah sesuai kaidah yang benar.