PENTINGNYA MUNAQASYAH AL-QUR’AN

Oleh: Adhan Sanusi, Lc.

Banyak Lembaga Pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan publik menggandeng Lembaga Eksternal untuk pemeriksaan / Audit. Sehingga terbentuk tim Audit Internal dan juga Audit Eksternal.

Demikian juga dalam hal Pembelajaran Al-Qur’an, perlu Tim Audit Eksternal untuk meminimalisir subjektivitas kelulusan siswa yang kita sebut dengan Munaqasyah.

Munaqasyah adalah uji kemampuan siswa dalam hal Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an yg di laksanakan oleh Lembaga eksternal dalam hal ini WAFA Belajar Al-Qur’an Metode otak kanan.

Misalnya, menurut Audit Internal yang sudah dinyatakan lulus Munaqasyah ada sejumlah 100 siswa. Kemudian… Apakah ketika di Audit / di uji oleh WAFA 100 siswa tersebut akan otomatis Lulus ?

Jawabannya… “Belum Tentu”.

Dari pengalaman kami yang sudah terlaksana, ada bahkan dari 100 siswa yg disiapkan tetapi ternyata yang mampu lulus melewati Munaqosyah hanya 20 siswa. Di Lembaga lain ada sekitar 50% – 80% lulus. Hal ini sangat bergantung pada standar Audit Internal yang dipakai.

Biasanya semakin sering melakukan Munaqasyah, maka semakin bagus dari tahun ke tahun hasil kelulusannya. Hal ini dikarenakan Lembaga mengalami proses penyesuaian dengan standar WAFA.

Karena itu… jangan pernah takut untuk melakukan Munaqasyah, setidaknya untuk pembelajaran menyiapkan Munaqasyah berikutnya agar lebih standart dan lebih bagus lagi.

—–

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#wafa #wafaindonesia #belajaralquran #metodewafa #otakkanan #metodeotakkanan #metodeotakkananwafa #giveaway #mudahmenyenangkan

BEKERJA MAKSIMAL SESUAI LADANG AMALNYA

BEKERJA MAKSIMAL SESUAI LADANG AMALNYA
oleh: Adhan Sanusi, Lc.
======

Allah membagi lahan amal prioritas kita berdasarkan kemudahan kita dalam menjalani hidup. Jangan sampai ladang amal orang lain kita garap lalu melupakan ladang amal kita sendiri.

Misalnya ladang amal badan yang sifatnya keutamaan seperti baca Al-Quran, berdzikir, membantu orang dg tenaga, dll. Itu adalah ladang amal utama untuk orang miskin. Sedangkan ladang amal orang kaya adalah lebih banyak shadaqah dengan hartanya.

Jangan sampai terbalik, orang kaya sibuk berdzikir, banyak membaca Al-Qur’an namun lupa ladang amal sendiri berupa menolong Agama dengan hartanya. Demikian juga ladang amal pemimpin dengan rakyatnya berbeda. Jangan sampai Para Pemimpin sibuk berdzikir, thalabul ilmi, sibuk membaca Al-Qur’an. Itu tidak salah namun bukan prioritas amalnya, ladang amalnya adalah mengurus & mensejahterakan rakyat.

Jadi perhatikan ladang amal kita masing-masing, di posisi apa Allah tempatkan kita hari ini?
Itulah ladang amal kita yang bisa kita persembahkan untuk menolong Agama Allah.
Dalam sebuah lingkungan pekerjaan pun juga begitu, saat kita berada di posisi tertentu disanalah ladang amal kita.
Boleh mempelajari hal baru, tetapi jangan sampai ladang sendiri kita lupakan.
Ini sekaligus menjadi pengingat diri sendiri agar lebih fokus pada ladang yang telah Allah anugerahkan pada kita.

MENGATUR PRIORITAS KEUANGAN

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjalani kehidupan sesuai dengan anjuran dan syariat islam.

Salah satunya bagaimana mengatur keuangan.
Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 26 dan 27, yang artinya :

“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya…”

Maka dari itu perlu kita mengetahui skala prioritas dalam keuangan, yakni meliputi :

  1. KEWAJIBAN
    Pengeluaran yang memang tidak dapat dihemat dan dihilangkan. Contohnya: cicilan Kpr, biaya sekolah kita atau anak, sewa rumah, dsb.
  2. KEBUTUHAN
    Pengeluaran yang diperlukan tetapi dapat dihemat. Contohnya: biaya konsumsi, biaya komunikasi, personal care, pakaian, dsb.
  3. KEINGINAN
    Pengeluaran untuk memenuhi keinginan. Contohnya: shopping, beauty treatments, travelling, dsb.

Jika kamu belum menentukan skala prioritas pada keuangan mu, yuk mulailah dari sekarang kamu petakan.
Agar kamu dapat mengendalikan dan menggunakan uang kamu dengan bijak.

#wafa #wafaindonesia #belajaralquran #metodewafa #otakkanan #metodeotakkanan #metodeotakkananwafa #mudahmenyenangkan

HATI-HATI JANGAN TERTIPU

Renungan Jum’at pagi
27 Rabi’ul awwal 1442 H
QS.LUQMAN : 33

Oleh KH. MUHAMMAD SHOLEH DREHEM, Lc

Bismillah..
Alhamdulillah.., sholaatan wa salaaman ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbih. .

HATI-HATI JANGAN TERTIPU
===

Saudara-saudari sekalian,
pekerjaan yang mengahalangi shalat berjamaah di masjid, itu penipu..
kesibukan yang tidak menyisakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, itu penipu..
waktu satu jam berlalu tanpa dzikir, itu penipu..
rezeki yang bersumber dari yang tidak jelas, itu penipu..
kebahagiaan dan kemuliaan yang didapatkan dan datang dari dosa, itu penipu..
tidur yang tidak diawali dengan dzikir, itu penipu..
tidur yang tidak diakhiri ketika tiba waktu shalat, itu penipu..
permainan, olah raga, tawa, canda, perjalanan, pertemuan yang tidak ada dzikir padanya, itu juga penipu..

BERSAMA KITA SEMAKIN CERDAS DAN WASPADA.
SEMANGAAAT!!!
JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Bimbing kami, anugerahi hidayah dalam kehidupan ini..
Aamiin…

KIAT UNTUK SEMAKIN BERSABAR

KIAT UNTUK SEMAKIN BERSABAR
20 RABI’UL AWWAL 1442 H
QS.ALI IMRON : 200

====

Bismillah..
Allahumma Lakal hamdu, nusholli wa nusallim ‘ala habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi ajma’ien..
Saudara saudari sekalian, di kala hati merasa susah, jiwa merasa lemah, dada merasa sempit, perasaan dikuasai amarah, panik menguasai diri, diri merasa kehilangan harapan,  di kala itu kiat “SABAR” mendesak untuk diamalkan…

Saatnya bagi kita untuk :
1. Wirid istighfar minimal 100x sehari.
2. Menjauhi dosa dan perbuatan sia-sia.
3. Shalat fardu di masjid.
4. Memperbanyak shalat sunnah.
5. Memperbanyak tilawah Al-Qur’an.
6. Memperpanjang dzikir yang sunnah.
7. Menghadiri majlis ilmu.
8. Melakukan shilaturrahim.
9. Memperbanyak shadaqah.
10. Menerima musibah sebagai penghapus dosa.
11. Merenungkan penderitaan orang lain yang lebih berat.
12. Mensyukuri nikmat Allah yang tidak terhitung.
13. Melakukan puasa sunnah.
14. Mencontoh kesabaran para teladan dalam kesabaran.
15. Mensucikan & bersihkan hati.

BERSAMA KITA LEBIH SADAR, LEBIH SABAR DAN LEBIH PRODUKTIF
JUM’AT MUBARAK…
Ya Rahman,
Anugerahi kami “sabar” dalam hidup dan kehidupan ini..🤲🤲🌹🌹
Aamiin..
(@msdrehem)

RASA TANGGUNG JAWAB DAKWAH DALAM DUNIA MARKETING AL-QUR’AN

RASA TANGGUNG JAWAB DAKWAH DALAM DUNIA MARKETING AL-QUR’AN
=============

Mungkin ada yang bertanya: “Kenapa kita harus percaya diri mengenalkan konsep pembelajaran Al-Qur’an Wafa ke khalayak ramai dan juga ke semua lembaga pendidikan di seluruh Indonesia bahkan di Asia Tenggara?”

Jawabannya adalah Rasa Tanggung Jawab terhadap Al-Qur’an.

Allah memerintahkan kita berdakwah dengan Al-Qur’an. Mengajari Al-Qur’an kepada umat ini, baik secara langsung ataupun melalui lembaga pendidikan.

Namun dalam proses dakwah Al-Qur’an melalui lembaga pendidikan, tidak selalu berjalan mulus menghasilkan siswa yang berkualitas sesuai harapan kita semua.

Di mana letak masalahnya?
Banyak faktor sebenarnya, hanya saja umumnya terletak pada konsep pembelajaran yang tidak kekinian dan juga pada kemampuan pengelolaan manajemen pembelajaran Al-Qur’an yang ada di lembaga tersebut.

Jika pengelolaan dan manajemennya lemah, lemahlah hasil dakwah Al-Qur’an di lembaga tersebut. Jika pengelolaan dan manajemennya kuat, hasilnya akan memuaskan dan sesuai dengan tuntutan dan Standart Al-Qur’an itu sendiri.

Lemahnya pengelolaan itu, umumnya disebabkan karena keterbatasan pengetahuan terhadap sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an.

Karena itu kami di WAFA sangat yakin dan penuh percaya diri untuk mengenalkan konsep pembelajaran Wafa kepada seluruh para pengelola lembaga pendidikan.

Mengajak mereka untuk mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap dakwah Al-Qur’an di lembaga pendidikan.

Membantu mereka dan berbagi konsep pembelajaran pengelolaan dan sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an dari pengalaman yang selama ini kami serius siang dan malam selama kurang lebih 8 tahun.

Apa yang membuat Kami yakin terhadap konsep pembelajaran Alquran Wafa?

Banyaknya lembaga pendidikan yang sudah sukses mengantarkan 80 bahkan 100% siswanya lulus dengan kualitas yang sangat bagus setelah ber-Mitra dg WAFA.

Ini artinya konsep atau metode pembelajaran Al-Qur’an yang ditawarkan oleh Wafa telah usefull atau tepat guna dalam membangun sistem manajemen mutu di lembaga pendidikan Mitra Wafa.

Karena keyakinan itulah, kami merasa terpanggil untuk mengajak lembaga pendidikan Islam khususnya dan lembaga pendidikan secara umum di indonesia yang mayoritas siswanya adalah muslim, untuk bersama-sama dengan WAFA, menata dan membangun sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an yang lebih rapi, terukur dan mudah dievaluasi.

Harapannya, rasa tanggung jawab dakwah Al-Qur’an yang dibebankan kepada kita semua, betul-betul kita laksanakan secara profesional (Itqan) tidak asal-asalan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)
Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dan juga menjadi amal jariyah kita di akhirat kelak. Sebab amal jariyah yang paling deras pahalanya adalah dakwah Al-Qur’an, setiap huruf 10 kebaikan, 1 kebaikan di lipatgandakan 10 kebaikan lagi. Lalu hitung berapa ratus, berapa ribu siswa yg telah kita sukseskan bacaan Al-Qur’annya.

Kami berharap setiap kesuksesan lembaga Ustadz/ah melalui WAFA ini, akan menjadi amal jariyah juga bagi kami..
Amin ya Rabb..,

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kontak:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#metodewafa #wafaindonesia #metodealquranwafa #metodeotakkanan

ADAKAH NABI MUHAMMAD SAW DI HATI KITA ?

Bismillah
Laakal hamdu ya Robbi, usholli wa usallim ‘ala Habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa man waalahu.

QS.AL-AHZAB : 21

Saudara/i sekalian, Nabi Muhammad SAW manusia termulia sepanjang masa.Beliau Utusan Allah, Rahmat bagi semesta. Cinta kita kepadanya, terhujam di hati.
Iman kepadanya, itulah syahadat kita. Kagum kita pada beliau, sungguh luar biasa. Shalawat dan Salam untuk beliau, itulah dzikir utama kita.

Sungguh Rindu kita kepada beliau, selalu menggelora di dada. Keislaman dan keimanan kita, berkat jasa beliau. Setiap amal baik kita adalah tambahan amal jariyahnya.

Alangkah mulia Nabi kita shallahu alaihi wa sallam. Nama beliau selalu disebut pada setiap kumandang adzan di seluruh pelosok dunia.
Nama beliau disebut pada setiap shalat yang ditegakkan oleh setiap muslim-muslimah sepanjang zaman. Nama beliau diabadikan dalam Al-Qur’an yang mulia.
Nama beliau disebut pada setiap kali haditsnya dibacakan. Nama beliau disebut oleh setiap khatib dan penceramah. Bahkan Allah mengucap shalawat kepadanya

Sungguh disayangkan, jika kemuliaannya, diabaikan oleh sebagian orang dari umat ini. Banyak dari umatnya yang tidak mengenal beliau dengan baik.
Banyak dari umatnya yang belum merasakan gelora cinta kepada beliau. Banyak dari umatnya yang belum menjadikan beliau sebagai tauladan hidup. Banyak dari umatnya yang belum pernah menamatkan satu bukupun dari sejarah perjuangan beliau.

Maka pantas dan wajarlah jika di kurun ini umatnya terhinakan. Karena tak akan mewujud kejayaan pada umatnya, tanpa spirit cinta pada Rasul termulia.

Mari bersama kita hidupkan dan sebarkan spirit cinta Rasul SAW.

Shollu ‘alan Nabi al-Musthafa..

Ya Rahman,
Anugrahi kami hidup diatas sunnah dan ajaran Nabi-MU, Karuniai kami syafa’anya dihari akhir nanti..
Aamiin…

OBROLAN KITA ITULAH KUALITAS KITA

Bismillah..
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
QS.QOF : 18

Saudara/i sekalian,

Kita adalah manusia makhluk sosial. Pastinya diantara kita ada interaksi sosial.
Bersilaturrahim, jual beli dan sebagainya itulah nuansa kehidupan kita. Pada saat silaturrahim, saat itulah kita bertukar cerita, berbagi cerita, bercurah pikiran dan perasaan.

Setiap orang membicarakan apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan. Itu sebabnya, pembicaraan menjadi cermin kepribadian.

Agar kepribadian kita lebih berkualitas, masukkan 7 hal dalam obrolan kita :

1. Ilmu, agar berkualitas obrolannya
2. Iman, agar ada benteng diri
3. Ibadah, agar berbarokah
4. Akhlak, agar tidak salah faham
5. Da’wah, agar terjaga keakraban
6. Kepedulian sosial
7. Ingat mati, sehingga ada orientasi akhirat.

TINGKATKAN KUALITAS DIRI, AGAR KITA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH TERARAH DAN TERPIMPIN.

SEMANGAAAT…JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,
Karuniai kami akhlak yg baik, tutur kata yang halus, lembut dan terarah..
Aamiin…

𝐇𝐎𝐑𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐆𝐔𝐑𝐔 𝐀𝐍𝐀𝐊-𝐀𝐍𝐀𝐊 𝐊𝐈𝐓𝐀

𝐇𝐎𝐑𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐆𝐔𝐑𝐔 𝐀𝐍𝐀𝐊-𝐀𝐍𝐀𝐊 𝐊𝐈𝐓𝐀
Oleh : Adhan Sanusi
=========
𝐴𝑑𝑎 ℎ𝑒𝑛𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 f𝑖𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎, 𝑏𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑙𝑖 𝑚𝑢𝑟𝑖𝑑 s𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑀𝑖𝑡𝑟𝑎 𝑊𝐴𝐹𝐴, 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑚𝑝𝑖𝑛𝑔𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝐴𝑙-𝑄𝑢𝑟’𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ.
𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 s𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘, 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢.

𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝐴𝑙-Q𝑢𝑟’𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑖𝑏𝑎𝑑𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑎𝑘ℎ𝑙𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑖𝑡𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢. 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑛𝑒ℎ𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑎𝑟, 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎.
𝐾𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎? 𝐼𝑛𝑖 𝑘𝑒𝑠𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎.

𝐵𝑢𝑘𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑔 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑟𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖, 𝑔𝑢𝑟𝑢 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎 L𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑎𝑔𝑎𝑟 G𝑢𝑟𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑒𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑀𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟. 𝑆𝑒ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑖𝑡𝑢 (O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎) 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑔-𝑢𝑝𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎.

𝐷𝑖𝑠𝑖𝑡𝑢𝑙𝑎ℎ ℎ𝑒𝑏𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢, 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑗𝑖𝑤𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛.

𝐴𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛: ” 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟?”
𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎: ” 𝐵𝑢, 𝑔𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑚𝑢𝑠𝑖𝑚 𝑝𝑎𝑛𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ?”
𝐷𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏: ” 𝑠𝑢𝑠𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔-𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑦𝑎.”
𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡𝑘𝑎𝑛: “𝐵𝑢, 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑏𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑢𝑟𝑢, ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢. 𝐾𝑖𝑡𝑎

Y𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 1-2 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎, 𝑠𝑢𝑠𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎, 𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛. 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑛𝑔𝑎𝑗𝑖 10 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑑𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠.

𝐵𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛? 𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑢𝑡𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟. 𝐾𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 G𝑢𝑟𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑒𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛𝑦𝑎 G𝑢𝑟𝑢 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑙𝑚𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔-𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔.
𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢 Aℎ𝑙𝑖, 𝑢𝑚𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎 G𝑢𝑟𝑢 𝑚𝑒𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑖 1000 𝑗𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢 𝐴ℎ𝑙𝑖, G𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎-𝑠𝑖𝑠𝑤𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘. 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎𝑞𝑑𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢.

#WafaBelajarAlquran
#MetodeOtakKanan
#WafaIndonesia

AJARI SISWA KITA BER-ADAB TERHADAP AL-QUR’AN

AJARI SISWA KITA BER-ADAB TERHADAP AL-QUR’AN
Oleh : Adhan Sanusi, Lc.
=========
Salah satu yang sering saya dapati di Lembaga Pendidikan ketika pembelajaran Al-Qur’an secara berkelompok adalah tidak adanya meja duduk atau dampar untuk menaruh Al-Qur’an.

Sehingga banyak mushaf Al-Qur’an yang ditaruh sembarangan dilantai. Itulah kenapa kami di tim Wafa Indonesia selalu sangat menganjurkan untuk ada meja lipat atau dampar saat pembelajaran Al-Qur’an secara berkelompok.

Secara tidak langsung, belajar mengaji di lantai tanpa meja duduk, kita mengajari siswa kita tidak punya ADAB terhadap Al-Qur’an.

Fungsi meja duduk di antaranya :
1. Yang utama adalah agar siswa berADAB terhadap Al-Qur’an.
2. Meluruskan punggung anak agar tidak bungkuk, ini bisa mempengaruhi kesehatan jangka panjang.
3. Suasana lebih kondusif, karena siswa tidak mudah capek membungkuk terus.
4. Dll.

Mushaf Al-Qur’an isinya adalah Kalamullah, sudah seharusnya kita memperlakukannya berbeda dengan buku-buku yang lain.

ADAB itu bukan masalah halal haram. Sebab, Adab itu lebih tinggi dari hukum fiqih. Dia diatasnya hukum, Contoh:

“Orang sholat dengan kain sekedar penutup aurat bagi laki-laki sudah sah secara hukum fiqih.”

“Kita datang ke masjid dengan cuma menutup aurat dari pusar ke lutut, tanpa baju, atau hanya dengan celana pendek dan kaos oblong ini sudah sah secara hukum fiqih. Akan tetapi itu adalah hal yang tidak BER ADAB.”

ADAB itu soal RASA IMAN kepada Allah, semakin KUAT RASA IMAN kita, semakin kuat juga mempersembahkan RASA KEPANTASAN TERBAIK kepada ALLAH SWT.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#GenerasiAhliAlquran
#WafaBelajarAlquran
#MetodeOtakKanan
#WafaIndonesia