Melampaui Masalah Hari Ini

Oleh Adhan Sanusi

Apa yang ada di dalam fikiran para sahabat saat di kepung 10.000 pasukan sekutu dalam perang khandak? Di saat paceklik dan rongrongan orang Yahudi di kota Madinah.
Mari kita coba merasakan situasi nya?
Bagaimana mereka melampaui perasaan itu?

Di tengah situasi yang mencekam itu, Nabi memberikan HARAPAN PANJANG dg janji menaklukkan dua negara Adidaya yaitu PERSIA dan ROMAWI.

Kita juga akan melampaui segala onak duri kehidupan saat ini. Jika kita punya MIMPI dan HARAPAN BESAR.

Maka berbahagialah kita yang Allah amanahi profesi terbaik yaitu menjadi GURU. apalagi jika kita kita di amanahi sebagai guru terbaik, dan Guru terbaik itu adalah GURU AL-QUR’AN.

Lembaga terbaik adalah Lembaga Pendidikan, dan Pendidikan terbaik adalah Pendidikan Al-Qur’an.
Maka berbahagialah mereka yang telah menjadi KARYAWAN ALLAH Rabbul Alamin. Menjadi Guru Al-Qur’an.

Bayangkan masa depan bangsa ini dari wajah polos siswi/i kita. Jika bangsa ini tidak berubah hari ini, setidaknya kelak 20-30 tahun kedepan, merekalah yang akan merubah kondisi bangsa ini menjadi lebih baik. Dan pastikan saat perubahan itu terjadi, ada KONTRIBUSI KITA hari ini.

Dengan berfikir seperti ini, kita akan melalui hari ini dan esok dengan penuh BAHAGIA.

Di Bawah Naungan Alquran

Dari Hudzaifah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah (Al-quran) ke mana saja ia beredar.”(HR al-Hakim).
Al-quran adalah panduan kehidupan bagi manusia. Karena itu, tidak ada satu pun sisi kehidupan kecuali Al-quran telah memberikan panduan secara lengkap, dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Manusia tinggal mengikuti panduan itu, pasti meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan di akhirat.

Hidup di bawah naungan Al-quran akan mendapatkan banyak keuntungan dan melahirkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Antara lain, pertama, hidup menjadi terbimbing. Meski orang itu pandai, belum tentu mampu membedakan mana hal yang hak dan yang batil. Kemampuan membedakan itu sangat penting untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”(QS al-Baqarah [2]: 185).

Kedua, mampu mengatasi segala persoalan. Hidup ini tidak pernah lepas dari persoalan, jika Al-quran dijadikan sebagai panduan hidup maka mengantarkan manusia menjadi takwa dan ketakwaan akan membuatnya mampu mengatasi segala persoalan hidup (QS ath-Thalaq [65]: 4).

Ketiga, kehidupan menjadi bersih. Manusia lahir dalam keadaan bersih (suci), tetapi jika tanpa panduan Al-quran, kehidupan manusia menjadi kotor jiwanya, pikirannya, dan perbuatannya (QS al-A’raaf [7]: 96).

Sebaliknya, jika hidup yang jauh dari Al-quran akan berakibat buruk. Antara lain, pertama, bencana moral. Apabila manusia tidak berpedoman kepada Al-quran maka akan cenderung memperturuti hawa nafsunya. Jika manusia yang berlaku demikian, tentu akan terjadi bencana moral. Kedua, bencana fisik. Hal itu diungkapkan Allah dalam surah Al-Araaf ayat 98, “Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami azab mereka akibat kedustaan mereka.”

Ketiga, bencana ekonomi. Ke empat, bencana sosial. Jika manusia jauh dari Al-quran, hubungan persaudaraan akan rapuh. Hubungan dengan tetangga akan retak, hubungan sosial akan menjadi rusak. Itu merupakan bibit perpecahan umat, bahkan perpecahan bangsa. Jika hal itu terjadi maka akan berakibat pada bencana sosial bagi manusia. Kelima, bencana keimanan. Kerusakan iman akan menjadi sasaran akhir jauhnya manusia dari Alquran. Semoga Allah membimbing kita agar tetap berada dalam naungan Al-quran.

Oleh: Imam Nur Suharno

sumber : republika.co.id