Apa Itu Munaqosyah? Tes Ahli Al-Qur’an dengan Metode Otak Kanan bersama Wafa Indonesia

Dalam dunia pendidikan Al-Qur’an, istilah munaqosyah mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, bagi lembaga dan praktisi pembelajaran Al-Qur’an, munaqosyah adalah gerbang penting untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menguasai materi yang dipelajarkan.

Lalu, apa sebenarnya munaqosyah? Bagaimana pelaksanaannya, dan mengapa program ini menjadi bagian penting dari sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an?

Apa Itu Munaqosyah?

Munaqosyah merupakan program penilaian kemampuan siswa di akhir pembelajaran. Program ini dirancang sebagai alat ukur untuk mengevaluasi ketercapaian hasil belajar yang telah dilaksanakan oleh suatu lembaga pendidikan. Secara lebih rinci, munaqosyah adalah program penilaian yang diselenggarakan pada jenjang akhir pembelajaran Al-Qur’an. Program ini dirancang khusus sebagai alat ukur pemahaman peserta secara objektif dan sistematis, guna mengevaluasi sejauh mana ketercapaian hasil belajar dalam pendidikan Al-Qur’an. Dengan kata lain, munaqosyah memang ditujukan sebagai program penilaian yang ditempatkan di penghujung perjalanan belajar Al-Qur’an.

Bedanya Metode Otak Kanan dengan Metode Biasa

Dalam pelaksanaannya, munaqosyah Wafa Indonesia menggunakan metode otak kanan, berbeda dengan metode yang umum seperti menghafal saja.

Biasanya metode konvensional yang cenderung mengandalkan hafalan dari otak kiri yang berfokus pada repetisi (pengulangan), metode otak kanan justru memanfaatkan imajinasi, emosi, dan keterkaitan makna. Dalam metode otak kanan, proses belajar tidak dilakukan dengan menghafal mati-matian. Sebaliknya, informasi “diserap” secara alami melalui pengalaman yang melibatkan perasaan dan kreativitas seperti misalnya mendengarkan lagu. Inilah mengapa anak-anak lebih cepat hafal dan tidak mudah lupa  karena Al-Qur’an dikenalkan dengan cara yang menyenangkan, seperti bernyanyi, bergerak, dan menggambar.

Sumber: https://ganeshaoperation.com/blog/post/menggali-potensi-otak-melalui-revolusi-belajar
Sumber: ganeshaoperation.com

 

Metode mengaji dengan otak kanan menggunakan metode ini lebih berfokus pada memadukan konsep utama:

  • Kinestetik (Gerakan, dalam mengenali symbol Al-Qur’an)
  • Auditori (pendengaran, terutama nada/lagu)
  • Visual (penglihatan, menulis ayat Al-Qur’an)

Hasilnya? Anak-anak lebih cepat hafal dan bisa lebih lama mengingat ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka tidak mudah lupa karena hafalan “menempel” melalui pengalaman yang menyenangkan, dengan memanfaatkan metode otak kanan .

Salah satu peserta munaqosyah, Mavi dari SMA Muhammadiyah 1 Malang, berbagi pengalamannya menggunakan metode Wafa.

“Pakai metode Wafa itu lebih mudah, karena belajarnya pakai nada. Kayak dikasih lagu gitu, jadi dari aku sendiri hafalannya jadi cepet nempel. Aku dulu suka lupa, sekarang munaqosyah malah serasa senandung lagu”

Kutipan ini menggambarkan bagaimana pendekatan nada dan irama dalam metode otak kanan mampu mengubah suasana ujian yang biasanya menegangkan menjadi lebih santai dan menyenangkan.

Wafa Indonesia Targetkan Lahirkan Ahli Al-Qur’an di Setiap Daerah

Selain metode yang unik, Wafa Indonesia juga memberikan fleksibilitas pelaksanaan. Munaqosyah dapat diikuti secara online maupun offline (tatap muka langsung). Hal ini memudahkan lembaga di berbagai daerah untuk tetap mengakses ujian kelulusan Al-Qur’an dengan standar yang sama.

Munaqosyah bukan sekadar ujian kenaikan. Ia adalah perayaan pencapaian belajar Al-Qur’an dengan pendekatan yang hangat, manusiawi, dan terbukti efektif. Dengan metode otak kanan yang memadukan nada, gerak, dan gambar, menjadikan  anak-anak tidak hanya lulus ujian, tetapi juga mencintai prosesnya dengan melakukan pendekatan yang memang berfokus pada kretivitas.

Pelaksanaan Munaqosyah Di SMA Muhammadiyah 1 Malang

Sumber: Dokumen pribadi
Sumber: Dokumen pribadi

 

Di balik pelaksanaan Munaqosyah yang baru-baru ini digelar pada 8 Mei 2026, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, terdapat cerita yang menarik, Ustadz Wawan, salah satu penguji Wafa Indonesia, mengungkapkan visinya yang tak hanya berhenti pada ujian kelulusan.

Menurut Ustadz Wawan, pada hari pelaksanaan terdapat dua jenis ujian dengan level berbeda. Untuk level siswa, materi yang diujikan dirancang lebih sederhana dan ramah bagi peserta.

Materi Ujian Level Siswa

Para siswa hanya diuji pada bacaan Al-Qur’an yang diambil dari juz 4. Adapun teori yang masuk adalah seputar ghorib. Untuk tajwid, ujian diberikan dalam bentuk pilihan ganda tertulis, bukan lisan. Hal ini sengaja dilakukan untuk memudahkan siswa. Selain itu, ada juga ujian imlah atau menulis Arab yang menjadi bagian penilaian.

Meskipun terbilang lebih santai, Ustadz Wawan menegaskan bahwa siswa tetap harus belajar dan dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

Persiapan 4 Bulan yang Luar Biasa

Yang menarik, persiapan menuju munaqosyah kali ini hanya berlangsung selama 4 bulan. Meskipun terbilang singkat, hasil yang ditampilkan para siswa sangat luar biasa. Ustadz Wawan mengakui bahwa biasanya lembaga lain membutuhkan waktu 1 hingga 2 tahun untuk mencapai level yang sama.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan yang tepat. Para guru pendamping ternyata sudah memahami standar Wafa Indonesia dengan baik. Sehingga proses belajar mengajar berlangsung efektif. Semangat dari murid dan guru juga menjadi faktor utama dibalik capaian ini.

“Kebetulan ini kan pengalaman pertama sekolah ini. Karena baru Januari kemarin baru pakai. Tapi sudah sangat luar biasa. Jadi memang mengejarnya itu baru 4 bulan ini. Masya Allah. Bisa munaqosyah. Luar biasa. Biasanya kalau lembaga lain butuh waktu 1 tahun, 2 tahun. Yang membuat Ustadz kaget, ini baru 4 bulan, tapi rasanya sudah seperti sudah lumayan lama.”  –  Ust Wawan Fitriono, S. Pd. I., Master Trainer Wafa Indonesia

Harapan ke Depan

Sumber: dokumen pribadi
Sumber: dokumen pribadi

 

Di penghujung wawancara, Ustadz Wawan menyampaikan harapannya. Ia ingin cita-cita Wafa untuk membangun peradaban masyarakat melalui lahirnya para ahli Al-Qur’an benar-benar terwujud. Ia berharap lembaga-lembaga di Malang khususnya bisa berkolaborasi lebih erat. Lebih jauh lagi, ia mengupayakan agar setiap daerah memiliki tim penggerak sendiri yang bergerak tanpa harus menunggu perintah, sehingga ketika tim Wafa datang, semuanya sudah siap.

“Harapan saya, seiring dengan ini ya cita-cita Wafa. Di Wafa ini kan ingin membangun peradaban masyarakat kita. Visi besar kita itu kan ingin melahirkan Al-Qur’an. Kami sedang mengupayakan gimana caranya supaya di setiap daerah itu ada tim yang tanpa kita suruh, mereka sudah bergerak sendiri, sibuk sendiri, mencari inspirasi sendiri. Sehingga tinggal Ustadz, kami siap untuk ke sini. Mungkin nanti di lain waktu Ustadz kembali. Insyaallah” – Ust Wawan Fitriono, S. Pd. I., Master Trainer Wafa Indonesia

Informasi lebih lanjut tentang program pelatihan Al-Qur’an bersama WAFA Indonesia:

📞  +62 811 3058 9310 🌐  wafaindonesia.or.id

 

 

 

Sepuluh Hari di Sulawesi Selatan: Ketika Trainer Wafa Pusat Datang Langsung ke Pintu Lembaga

Ada yang berbeda dari cara Wafa Indonesia bekerja. Ketika banyak lembaga metode Al-Qur’an lain mengirimkan modul, buku panduan, atau video pelatihan — Wafa mengirimkan orangnya langsung.

Bukan sembarang orang. Trainer Wafa Pusat yang datang, menyusuri satu per satu lembaga mitra di daerah, duduk bersama guru-gurunya, mendengar perkembangan mereka, mengoreksi bacaan mereka, dan menyampaikan hal-hal yang kadang membuat ruangan menjadi hening.

Inilah yang terjadi di Sulawesi Selatan, sepanjang 16–26 April 2026.

Foto: Dokumentasi acara Upgrading Guru Al-Qur'an Wafa di RTQ Al Hanif Muta’awin, Bulukumba
Sumber: doc RTQ Al-Hanif Muta’awin, Bulukumba

Bukan Kunjungan. Ini Pendampingan.

Ust. Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd., Master Trainer Wafa Indonesia, menghabiskan lebih dari satu pekan menyambangi lembaga-lembaga mitra Wafa di Sulawesi Selatan. Mulai sekolah Islam terpadu di Pangkep, pesantren di Parepare, sekolah di Makassar dan Maros, hingga TPQ di Bulukumba — semuanya disambangi satu per satu.

Agenda di setiap titik tidak seragam — disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Ada lembaga yang butuh pelatihan tahsin guru, ada yang sudah siap munaqosyah siswa, ada pula yang mengundang wali murid untuk seminar parenting. Satu hal selalu sama: Ustadz Dody hadir langsung, duduk di hadapan guru-gurunya, mendengar, mengoreksi, dan mendorong.

Setiap kedatangan selalu membawa hal baru — karena para pemateri pun terus belajar dan berkembang.

Itulah yang membuat setiap pertemuan terasa hidup, bukan sekadar pengulangan materi.

 

Satu per Satu, Kota demi Kota

PANGKEP, 17–19 APRIL 2026

Perjalanan dimulai di SDS Semen Tonasa II Pangkep. Selama dua hari, dua belas guru mengikuti Pelatihan Tahsin — pertemuan lanjutan dalam rangkaian panjang pendampingan Wafa. Semangat para guru sudah baik sejak awal, dan Wafa hadir untuk terus mendorong kemampuan mereka naik ke level berikutnya. Hasilnya terlihat nyata: beberapa guru berhasil naik level secara signifikan.

Sehari setelahnya, masih di Pangkep, giliran para siswa SDIT dan SMPIT Al Fatih yang diuji. Munaqosyah bukan sekadar ujian biasa — ia adalah momen pembuktian bahwa sistem yang dibangun bersama antara Wafa dan lembaga benar-benar bekerja.

PAREPARE, 20 APRIL 2026

Di SIT Darul Qur’an Madani Parepare, hari itu berlangsung munaqosyah. Hasilnya membanggakan: seluruh santri dinyatakan lulus 100%, dengan sejumlah santri meraih predikat mumtaz.

Tapi yang paling diingat bukan angka kelulusannya. Sebuah sesi motivasi lahir secara spontan — tidak direncanakan, tidak masuk agenda — untuk para guru yang hadir. Ustadz Dody menyampaikan sesuatu yang sederhana namun menghunjam: tanggung jawab mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya milik guru Al-Qur’an. Ia milik semua guru, semua orang dewasa di lingkungan anak.

Ruangan menjadi sunyi. Kemudian air mata mengalir di mana-mana.

MAKASSAR, 22–23 APRIL 2026

Di SIT Ibnu Sina Makassar, jadwal dibagi dua hari. Hari pertama untuk guru, hari kedua untuk siswa.

Pada hari pertama, banyak guru mengaku masih merasa perlu banyak belajar dalam menerapkan metode Wafa. Hal yang wajar — metode yang kuat membutuhkan waktu untuk benar-benar meresap. Justru di sinilah nilai pendampingan langsung terasa: ada yang hadir untuk menemani proses itu, bukan sekadar mengirim buku lalu pergi.

Hari kedua, giliran siswa yang diuji. Empat anak meraih predikat mumtaz — pencapaian yang tidak tumbuh dalam semalam, melainkan buah proses panjang yang dijaga bersama.

Foto dokumentasi kegiatan munaqosyah tahfidzul quran di SIT Ibnu Sina Makassar
Sumber: IG @sitibnusinamks

MAROS — RUMAH QUR’AN UMAR AL-FARUQ

Di Maros, hal yang paling berkesan bagi Ustadz Dody bukan angka kelulusan. Melainkan semangat para santri yang begitu nyata, bahkan sebelum pelajaran dimulai.

Wafa menerapkan pendekatan observasi menyeluruh — bukan hanya memantau anak saat belajar, tapi sejak mereka berangkat hingga pulang ke rumah. Terlihat sesuatu yang tidak bisa direkayasa: anak-anak datang bukan karena terpaksa. Ustadz bahkan harus menunggu kedatangan santri, bukan sebaliknya.

Semangat datang belajar adalah indikator yang tidak bisa dipalsukan.

BULUKUMBA, 25–26 APRIL 2026

Titik terakhir. TPQ Al Hanif Muta’awin, Bulukumba.

Bulukumba menyimpan cerita panjang bersama Wafa. Dua tahun lalu, para guru di sini memulai perjalanan mereka bersama Wafa dari titik awal. Kini, setelah pendampingan yang tidak pernah putus, peningkatan kemampuan mereka sangat signifikan. Bukan lompatan ajaib — melainkan buah pertemuan demi pertemuan, koreksi demi koreksi, yang dilakukan dengan sabar dan konsisten.

Hari pertama diisi dengan upgrading guru — memastikan kompetensi mengajar terus bertumbuh. Hari kedua, giliran wali murid yang diundang dalam seminar parenting. Seolah Wafa ingin memastikan bahwa sebelum meninggalkan Bulukumba, semua lini sudah tersentuh: guru, orang tua, dan ekosistem di sekitar anak.

 

Menjaga Diri di Tengah Perjalanan Panjang

Sepuluh hari. Enam kota. Puluhan sesi. Ratusan guru, siswa, dan orang tua yang harus dihadapi dengan sepenuh energi.

Ustadz Dody berbagi tentang bagaimana ia menjaga dirinya tetap bisa hadir seutuhnya di setiap pertemuan. Dua hal tidak pernah ia tinggalkan: Al-Qur’an sebagai pengisi ulang semangat, dan olahraga ringan minimal 30 menit setiap pagi — bahkan saat berada di penginapan.

“Ketika merasa lelah, jenuh, atau drop — justru saat itulah harus kembali kepada Al-Qur’an.”

— Ust. Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd.

Kekuatan untuk menjalani roadshow tidak lahir dari stamina fisik semata. Ia lahir dari keseimbangan antara kekuatan ruhiyah dan jasadiyah — bukan teori, melainkan sesuatu yang ia buktikan hari demi hari, kota demi kota.

 

Inilah yang Membedakan Wafa

Foto dokumentasi Munaqosyah Tilawah dan Tahfidz SMPIT Darul Quran Madai Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Sumber: IG @smpit_darulquranmadani

Mudah untuk menawarkan metode. Buku bisa dicetak, modul bisa dikirim, video bisa dibagikan. Wafa memilih jalan yang lebih panjang dan lebih melelahkan: mengirimkan manusianya langsung ke lapangan.

Wafa percaya bahwa kualitas tidak bisa dijaga dari jarak jauh. Ia harus dijaga dari dekat — dengan hadir, dengan mendengar, dengan mengoreksi, dan dengan terus kembali meskipun perjalanannya jauh.

Pagi ini bukan sekadar awal hari, tapi kesempatan baru untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

— Ust. Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd.

Kalimat itu diucapkan di penghujung perjalanan panjang. Tapi ia terasa seperti pesan yang ditinggalkan untuk setiap guru di Pangkep, Parepare, Makassar, Maros, dan Bulukumba — agar semangat yang menyala selama roadshow tidak padam setelah pintu kelas ditutup.

—-

Ingin lembaga Anda menjadi bagian dari ekosistem dakwah Al-Qur’an Wafa? Kunjungi wafaindonesia.or.id atau hubungi tim Wafa di WhatsApp +62 811 3058 9310.

Kontributor: Anggraini Andini Ruswandi & Aqiilah Wardah Zakariyah

4 Langkah yang Harus Dilakukan oleh Mitra Wafa Baru - Mitra Bertanya, Wafa Menjawab

4 Langkah yang Harus Dilakukan oleh Mitra Wafa Baru – Mitra Bertanya, Wafa Menjawab

Metode Wafa menghadirkan sebuah ruang untuk membantu berbagai pertanyaan dan menjawab kesulitan yang dialami oleh guru mitra wafa dalam proses pembelajaran di sekolah. Program ini adalah “Mitra Bertanya, Wafa Menjawab” yang hadir dengan seri “Sistem Manajemen Mutu Wafa 7M”.

 

“Kami (lembaga) benar-benar baru menggunakan metode Wafa, bingung apa yang harus kami lakukan?”

Wafa menjawab,

Untuk menerapkan metode Wafa dengan tepat dan efektif bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Ikuti Pelatihan Sertifikasi Guru Al-Quran (PSGA) Wafa
  2. Terapkan Sistem Manajemen Mutu Wafa 7M
  3. Penyusunan Program Kerja Al-Qur’an Berbasis Sistem Manejemen Mutu Wafa
  4. Coaching dan Workshop

 

4 Langkah di atas harus dilakukan oleh lembaga yang baru saja menggunakan Wafa supaya metode Wafa bisa berjalan dengan tepat dan efektif. Berikut ini adalah penjelasan detailnya.

1. Ikuti Pelatihan Sertifikasi Guru Al-Quran (PSGA) Wafa

Lembaga mitra baru diharuskan mengikuti pelatihan ini tak hanya penting dalam proses lembaga mitra baru tapi untuk memastikan bahwa pengajar memahami dan dapat menerapkan metode Wafa dengan baik. Pelatihan ini memberikan dasar-dasar yang kuat dalam pengajaran Al-Quran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuannya agar anak-anak atau peserta didik dengan mudah dan menyenangkan mengikuti kelas belajar.

2. Terapkan Sistem Manejemen Mutu Wafa 7M

Hussin, et al. (2023) dan Yusuf, et al. (2021) menyatakan bahwa Implementasi sistem manajemen mutu yang efektif di lembaga pendidikan mengarah pada peningkatan yang signifikan dalam metodologi pengajaran dan hasil belajar siswa. Lembaga mitra Wafa bisa mencoba mengimplementasikan urutan sistem berikut untuk memaksimalkan penerapan sistem metode Wafa. (baca: Sistem 7M)

  1. Memetakan
  2. Memperbaiki
  3. Menstandarisasi
  4. Mendampingi
  5. Mensupervisi
  6. Memunaqosyah
  7. Mengukuhkan

3. Penyusunan Program Kerja Al-Qur’an Berbasis Sistem Manajemen Mutu Wafa

Melanjutkan pada poin sebelumnya, lembaga mitra Wafa juga diharapkan merancang program kerja yang sesuai, terintegrasi yang mendukung implementasi metode Wafa, melalui aspek manajemen mutu. Program ini akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran di lembaga anda.

4. Coaching dan Workshop

Untuk lembaga yang belum memiliki program kerja Al-Quran dan butuh bantuan, bisa dengan gratis meminta coaching secara online dari Wafa Indonesia. Selain itu, lembaga mitra juga bisa berkonsultasi untuk mengadakan workshop tentang sistem manajemen mutu 7M Wafa secara langsung dan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

 

Masih bingung atau ada kendala? Konsultasi gratis!

Info Coaching Mitra Wafa :

085857584000

(Ustadz Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd. – Master Trainer Wafa Indonesia)

 

Referensi :

Hussin, A. A., et al. (2023). “The Impact of Quality Management Practices on Educational Outcomes.” Journal of Educational Management, 45(2), 134-150.

Yusuf, M., et al. (2021). “Quality Assurance in Islamic Education: A Case Study of Quranic Schools.” Islamic Education Review, 32(1), 65-82.

Mengaji di Wafa, SAGAQU dan Akademi Tahsin

Belajar Mengaji Wafa di SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Quran) & Akademi Tahsin

Metode Wafa membuka pendaftaran pada dua program yang bisa diikuti oleh Guru/Calon Pengajar Al-Quran maupun umum atau non-guru. Program tersebut adalah SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Quran) dan Akademi Tahsin. Kedua program ini dirancang khusus untuk mendukung para guru dan masyarakat umum dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an secara lebih baik dan kompeten.

 

Program SAGAQU: Mempersiapkan Guru Al-Qur’an Berkompeten

Sekolah Guru Ahli Al-Qur’an atau SAGAQU adalah program intensif yang dirancang bagi guru-guru Al-Qur’an Wafa, calon pengajar, atau siapa saja yang ingin menjadi guru Al-Qur’an yang lebih kompeten. Kurikulum SAGAQU disusun dengan model pembelajaran praktis yang memudahkan guru dalam mengajar, baik secara individual maupun kelompok. Program SAGAQU hadir dengan pilihan fleksibel yakni daring (online) dan luring (offline). Pilihan program kelas antara lain sebagai berikut:

  • Akademi TAHSIN (ATO) = Reguler Online (Wafa Pusat), Reguler Offline (Wafa Daerah)
  • Akademi TAHFIDZ (ATA) = Reguler Online
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA) = Reguler Online
  • Program Metode Pengajaran = (Segera dibuka)

 

Akademi Tahsin: Program untuk Masyarakat Umum

Untuk masyarakat umum, Akademi Tahsin juga telah dibuka melalui platform Akademi Tahsin Online (ATO), yang menawarkan kesempatan belajar tahsin Al-Qur’an kepada siapa saja. Program ini cocok untuk berbagai kalangan non-guru hingga khusus anak-anak, sehingga mereka bisa belajar membaca Al-Qur’an secara benar.

Kurikulum Akademi Tahsin disusun dikhususkan untuk masyarakat umum atau non-guru yang berfokus pada memperbaiki bacaan dan kemampuan individu. Pilihan program kelas antara lain sebagai berikut:

  • Akademi TAHSIN (ATO) = Reguler Online, Private Online, Tahsin for Kids
  • Akademi TAHFIDZ (ATA) = Reguler Online
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA) = Reguler Online

 

Mengenal Pilihan Program Kelas

Pilihan Program SAGAQU dan Akademi Tahsin

  • Akademi TAHSIN (ATO): Menawarkan pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an dengan pendekatan metode Wafa atau Metode Otak Kanan.
  • Akademi TAHFIDZ (ATA): Program pelatihan yang bertujuan ingin mendalami hafalan AL-Quran secara sistematis sesuai metode Wafa.
  • Akademi IRAMA WAFA (AIWA): Belajar Al-Qur’an dengan irama khas Wafa, irama Hijaz yang telah disederhanakan untuk mudah diimplementasikan peserta.
  • Program Metodologi Pengajaran: Akan dibuka secara khusus hanya dalam program SAGAQU saja yakni pelatihan untuk memperdalam teknik atau metodologi pengajaran yang mudah, menarik dan menyenangkan bagi para siswa.

Note: Peserta guru/calon pengajar Al-Quran yang sebelumnya di Akademi Tahsin bisa langsung transfer program ke SAGAQU sesuai level terakhir.

 

Keuntungan Bergabung dengan Program SAGAQU & Akademi Tahsin

  • Sertifikasi Syahadah: Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mendapatkan Syahadah sebagai pengakuan atas kompetensi yang telah diraih, baik dari SAGAQU maupun Akademi Tahsin.
  • Metode Pembelajaran Otak Kanan: Kurikulum disusun dengan pendekatan yang mudah dan menyenangkan dalam memahami serta menerapkan materi Al-Qur’an secara efektif.
  • Pilihan Belajar yang Fleksibel: Program bisa diikuti secara daring (online dengan waktu yang fleksibel antaran pengajar dan peserta sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan. Untuk SAGAQU disediakan kelas luring (offline) melalui Wafa Daerah.

 

Pendaftaran & Informasi

Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam belajar maupun mengajarkan Al-Qur’an. Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut untuk program SAGAQU & Akademi Tahsin bisa lihat info di bawah ini:

 

Terus Belajar & Mengajar Al-Quran bersama Metode Wafa

Gibran Alfatih Panjaitan: Menaklukkan Hafiz Indonesia 2024 dengan Nada Hijaz Metode Wafa

Di panggung akbar Hafiz Indonesia 2024, sebuah kisah inspiratif terukir oleh Gibran Alfatih Panjaitan, Juara pertama Hafiz Indonesia 2024. Meski hafalannya tidak sebanyak pesaingnya, Gibran menunjukkan bahwa kualitas mengalahkan kuantitas dengan meraih skor tertinggi, 183 poin.

Prestasi Gibran tidak hanya mencerminkan kecerdasan, tetapi juga kepercayaan diri yang luar biasa saat ia melantunkan ayat-ayat suci dengan nada Hijaz Wafa, sebuah metode yang telah dipelajari di Perguruan Islam Al Amjad Medan. Perguruan ini, yang telah menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an Wafa sejak 2018, juga menawarkan program inovatif bagi wali murid untuk belajar bersama anak-anak mereka, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis di rumah dan sekolah.

Dewan juri yang terdiri dari Kak Nabila, Ustadz Amir Faishol, Syekh Hussein Jaber, dan Syekh Riyadh, terpukau oleh penampilan Gibran yang konsisten memperlihatkan sikap dan perilaku yang baik serta kemajuan yang signifikan dalam bacaan Al-Qur’an-nya.

Gibran, bersama dengan Yukiko dari Purwakarta dan Arfan dari Batam, telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional. Mereka adalah generasi muda yang begitu antusias untuk menghafal dan mempelajari Al-Qur’an yang semoga kelak menjadi pemimpin yang terus istiqomah untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

MULTAQO ASATIDZ WAFA – BATCH5

MULTAQO ASATIDZ WAFA #BATCH5

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin…
Wafa Indonesia pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2020 masih diberikan kesempatan, kemudahan, serta kelancaran melaksanakan agenda rutin “MULTAQO ASATIDZ WAFA BATCH 5”.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 277 peserta yang terdiri dari :
1. Wafa Qur’an Center
2. PJ Kemitraan Wafa
3. Guru Akademi Tahsin Online
4. Koordinator Al-Qur’an Mitra Wafa

Agenda ini dilaksanakan dalam rangka “Peningkatan Kompetensi Koordinator Al-Qur’an dan WQC Bersama Wafa Indonesia” dengan pemateri utama yaitu :
1. Dr. Muhammad Baihaqi, Lc, MA
2. Mashuda, S.Pd. Al hafidz

Kegiatan ini di buka langsung oleh Direktur Wafa Indonesia, Ustadz Mohamad Yamin, S.T. dan dilaksanakan secara online via Zoom Cloud Meetings.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

ONLINE QUR’ANIC PARENTING – SIT AL KAUTSAR MAKASSAR

ONLINE QUR’ANIC PARENTING
Wafa Indonesia bekerja sama dengan SIT Al – Kautsar / Yayasan Al – Fityah Makassar
======

Bismillah..

Dalam proses pembelajaran daring, orang tua (ayah & bunda) sebisa mungkin untuk dapat mendampingi sang Anak, dikarenakan pembelajaran jarak jauh melalui daring butuh pendampingan bagi anak karena Guru tidak lagi dapat bertatap muka seperti biasanya. Dibutuhkan kerjasama antara Orang tua dengan Guru atau pihak Lembaga / Sekolah.

“Bagaimana cara mendampingi Ananda belajar Al-Qur’an di rumah ?” adalah pertanyaan yang paling sering ditemui saat masa pandemi seperti sekarang ini. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Lembaga.

Oleh karena itu, Wafa Indonesia hadir untuk mendampingi seluruh Lembaga Mitra Wafa dengan layanan program “Online Qur’anic Parenting” untuk seluruh Wali Murid / Orang tua agar mudah mendampingi putra-putrinya belajar Al-Qur’an di rumah. Program ini untuk membantu Lembaga Mitra mendorong Wali Murid agar lebih terlibat dalam pembelajaran Al-Qur’an dirumah.

Alhamdulillah… Pada hari kamis tanggal 29 Oktober 2020 Wafa Indonesia bekerja sama dengan SIT Al – Kautsar / Yayasan Al – Fatih Makassar mengadakan pertemuan secara online dalam acara “Online Qur’anic Parenting” dengan semua Wali Murid.

Kegiatan ini di hadiri oleh sekitar 102 peserta yang berasal dari para Wali Murid siswa siswi SIT Al – Kautsar / Yayasan Al – Fatih Makassar.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#metodewafa #wafaindonesia #metodealquranwafa #metodeotakkanan #onlinequranicparentingwafa

PELATIHAN & SERTIFIKASI GURU AL-QUR’AN – BATCH 7

Standar Kompetensi Guru adalah beberapa indikator yang dapat dijadikan ukuran karakteristik guru yang dinilai kompeten secara profesional. Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara menyeluruh membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalisme. Maka dari itu, Guru merupakan komponen paling utama dalam sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapatkan perhatian yang maksimal.

Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan hal-hal diatas, Wafa Indonesia berusaha menghadirkan program Pelatihan & Sertifikasi Guru Al-Qur’an Online Batch 7.
Program ini merupakan bentuk layanan Wafa Indonesia dalam mengawal Standarisasi Cara Mengajar Guru Al-Qur’an dengan Metode Wafa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 & 24 – 25 Oktober 2020. Wafa Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Mitra Wafa melaksanakan program Pelatihan & Sertifikasi Guru Al-Qur’an yang dilaksanakan secara online. Program ini dilaksanakan selama 4 hari atau 4x tatap muka dan dibimbing langsung oleh Master Trainer Wafa Indonesia, yaitu :
1. Pemateri Hari-1 : Ustadz Mohamad Yamin, S.T
2. Pemateri Hari-2 : Ustadz Wawan Fitriono, S.Pd.I
3. Pemateri Hari-3 : Ustadz Mashuda, S.Pd
4. Pemateri Hari-4 : Ustadz Mohamad Yamin, S.T

Dengan materi sebagai berikut :
1. 5T dan 7M
2. Kurikulum dan Penilaian
3. Bedah Buku dan Nada Hijaz
4. Metodologi 5P Wafa

Jumlah Guru Al-Qur’an yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 91 Guru, yang berasal dari 20 Lembaga Mitra Wafa yang tersebar di 17 Kab/Kota, dan 8 Provinsi yang ada diseluruh Indonesia.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#metodewafa #wafaindonesia #metodealquranwafa #metodeotakkanan #wafaPSGA #wafabelajaralquran