Menjadi seorang guru bagi saya merupakan  bukan hanya sebagai profesi namun bagaimana juga saya mampu menilai arti dari sebuah kata guru yang didalamnya mengandung makna mulia dengan berbagi ilmu, berkah dalam hidup dan berkomitmen mewujudkan  generasi bangsa yang cerdas berakhlak mulia serta berkarakter sesuai Sunnah, Dimana untuk menyampaikan nya pun membutuhkan keikhlasan, dari arti keikhlasan inilah yang nantinya akan mampu membuka pintu hidayah sosial 

 

Berawal dari sebuah suport dan dorongan dari  beliau lah yang memimpikan seorang anak wanitanya menjadi seorang guru, meskipun dari keluarga yang kurang mampu, saat itu  tidak saya tahu bagaimana bisa mewujudkan impian beliau, meskipun suatu hal yang mustahil bagi saya.”karena pada hakikatnya yang namanya sekolah pasti harus biaya”

Motivasi ya, hanya terdoktrin dari motivasi beliau lah saja yang menjadi kekuatan niat itu muncul, serta keyakinan bahwa Alloh akan menjawab kesungguhan dalam setiap doa hambaNya.

 

Pada akhirnya langkah kecil ini melangkah dengan dorongan niat meskipun sejuta rasa malu berusaha untuk meleram, saya gandeng teman untuk mengurangi rasa malu dengan bersama melamar menjadi guru meskipun hanya bermodalkan pengalaman dan ijazah dibawah standar nya?

 

Pada saat itu saya belum mengerti apa hakikat menjadi seorang pengajar, bagi saya datang kesekolah mengajar hanya suatu syarat menggugurkan kewajiban untuk mendapatkan penghasilan, seiring berjalannya waktu  tenyata Alloh telah menyusun scenarioNya untuk saya, betapa bahagianya ketika ternyata Alloh memberikan teman teman Sholeh dan Sholehah yang menunjukkan dan menuntun saya menutup semua masa silam, yang pada awalnya saya hanya dapat melihat dari kacamata material dan komersial menjadi melihat pada arti keikhlasan dan kemuliaan.masyaAlloh,  Karena maklum sekolah kami terkenal dengan agama Islam yang kental dan ukhuwah islamiah yang kuat dan prestasi yang Alhamdulillah

 

Beberapa tahun setelah pergantian  kepengurusan yayasan sekolah kami menggunakan metode WAFA, pada berapa bulan  kemudian, terjadi musim wabah, yang mengakibatkan keterbatasan kami dalam mengajar di sekolah menjadi sedikit kesulitan,karena harus mengajar secara online. sehingga satuan pendidikan sekolah kami  harus menambah dan meng-upgrade kemampuan guru dan wawasan dalam mengajar secara online.  dari sini banyak sekali yang menjadi pelajaran bagi saya pribadi terutama kekurangan saya yakni dalam hal teknologi, masih terngiang pengalaman dan ijazah standar merupakan modal utama saya mengajar, di sini saya benar benar diuji namun betapa pun Alloh yang maha luas ilmunya dalam hati saya berkata , semua saya pasti bisa jika saya mau belajar dan memulai.

 

pelatihan demi pelatihan telah terlalui, alhamdulillah meskipun pada pelaksanaannya banyak sekali ujian dari berbagai arah yakni keluhan keluhan wali santri dan tuntutan sebagai seorang pengajar yang profesional ,membuat saya ingin juga memahamkan agar wali santri bisa mendukung dan bekerja sama dengan saya, pendekatan  pun suatu upaya saya untuk menarik simpatik wali santri untuk tidak pindah dari sekolah ini, karena bagaimana pun sekolah ini semua untuk dakwah yang ingin saya wariskan untuk anak Soleh calon penerus generasi Qurani,

Selain pelatihan dan pendekatan , sekolah kami juga membuka kesempatan bagi para pendidik untuk mengikuti program tahsin wafa online.menambah dan meng-upgrade wawasan begitu yang saya lakukan bersama teman teman untuk tetap menjadi yang terbaik dan menyambung berlangsung nya langkah dakwah ini meskipun saat pandemi yang penuh ujian ini.

 

Penting untuk selalu saya terapkan dalam hati  mengajari harus mencontohi, maka bagaimana anak didik saya bisa hafal, tentunya saya dulu harus hafal,semoga dengan metode WAFA ini menjadikan saya lebih bersemangat dalam menghafal.

Dan saya yakin bahwa Alloh melihat akhir dari sebuah proses, seberapa besar pun upaya saya dalam menghafal Al-Qur’an saya yakin untuk mengangkat beliau di akhirat adalah mudah bagi Allah, yang selalu memotivasi dan  ingin saya memeluk  ibu meski tak sampai lagi saya bertemu dengan beliau , semoga hanya ini yang bisa kelak menjadi balasan untuk ibu saat prestasi yang beliau impikan masih sedikit yang sempat beliau tuai dimasa hidup.

 

Dari sini saya berbagi semoga dapat memotivasi kita semua untuk semangat menegakkan dakwah demi masa depan generasi Qurani yang lebih baik dan berkualitas, semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tetap semangat mengajar meski pun masa pandemi, kita pasti bisa jika mau belajar dan memulai?

 

Salam manis dari insan manis

?? Puput Irawati – PAUD IT Insan Utama Toili

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu ?