MENJADI GURU YANG DI RINDUKAN

Oleh : Dody Tisna A., M.Pd
—

Suara termerdu bagi seorang anak adalah namanya, maka seringlah dipanggil namanya dan ditambahkan afirmasi positif misalnya “ananda (namanya) yang sholih/hebat/pintar”. InsyaAllah akan berdampak ke percaya diri anak.

PRINSIP PENDAMPINGAN SISWA MELIPUTI 3 HAL, YAITU :

  1. Guru harus yakin bahwa selalu ada jalan keluar dalam setiap kebuntuan. Dulu anak ini bisa berjalan karena telah berlatih dan terjatuh berkali-kali untuk bisa berdiri dan berjalan namun ia terus berusaha hingga sekarang ia bisa berjalan bahkan berlari. Maka untuk hal-hal yang lain insyaAllah dia bisa melaluinya.
  2. Guru harus yakin bahwa setiap anak punya potensi untuk berhasil.
  3. Guru harus yakin bahwa setiap perilaku anak, ada hal baik yang mendasarinya. Biasakan tabayun, kenapa anak itu melakukan hal tersebut (?)

SYARAT PENDAMPINGAN (lakukan ini secara pribadi di luar jam pelajaran) :

  • Guru hadir sepenuhnya.
  • Bangun keakraban dan kepercayaan siswa terhadap Guru. Akrablah lebih dulu baru bisa dipercaya. Ciri anak belum akrab adalah jika berbicara dengan Guru seperti tanya jawab. Ciri anak sudah akrab dengan Guru adalah ketika anak mau bercerita kepada Gurunya. Awali dengan tanya kabar atau membicarakan sesuatu yang menjadi kesenangan anak.

Pertemuan pertama saat orientasi, Guru memastikan siswa nyaman dengan kehadiran Guru, sehingga Guru mengawali dengan ice breaker atau games. Jika siswa mulai terlihat enjoy, Guru mengajak menyepakati hal-hal yang memungkinkan suasana kelas nyaman bagi semuanya.

Contohnya adalah tidak berbicara sebelum diizinkan Guru terutama saat Guru bicara di depan. Jika ada yang melanggar, kita sepakati konsekuensinya misalnya diberi peringatan, atau bintangnya dikurangi.

Guru memberi motivasi terus menerus tentang pentingnya fokus dan tenang saat belajar.

Bagi yang masih belum paham akan pelajaran, Guru mempersilahkan siswa belajar langsung ke ruang Guru menemui Guru untuk diajari lagi. Terkadang… saya harus berkunjung ke rumah siswa sekedar untuk memotivasi anak dan orang tuanya. Anak yang paling nakal diberikan kepercayaan “…hari ini kamu penanggung jawab ketertiban kelas. Pak Dody yakin kamu bisa memastikan suasana kelas tertib dan tenang hari ini…”

Semakin nakal atau lambat anak, bagi saya itu tanda anak itu harus saya doakan lebih banyak. Jadi pasti saya doakan kebaikan setiap saya melihat atau mengingat anak tersebut. minimal saya mengucapkan “Barakallah”…

Informasi Tambahan:

  1. Fanpage Wafa : https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan
  2. Instagram: https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  3. Youtube: https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  4. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  5. Facebook: https://www.facebook.com/MetodeWafa

GHIBAH OH GHIBAH

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc

—

Bismillah…
Alhamdulillah sholaatan wa salaaman ‘ala Rasulillah ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’ien. 

Renungan Jum’at pagi
11 RABI’UTS-TSANI 1442 H 
QS.AL-HUJURAT : 12

Saudara-saudari sekalian, Hati-hati lah menyikapi ghibah.  Ghibah itu tidak boleh ditanggapi. Tidak boleh disebarkan. Tidak terpuji dibahas. Tidak berguna didiskusikan.

Ghibah itu berbahaya jika dijawab, karena jawabannya bagai menyiram bensin ke tengah api yang sedang berkobar. Biarlah ghibah itu berjilid-jilid, akan tiba pada ajalnya, lalu mati dengan sendirinya dan terkubur bersama dosa jariyahnya.

Bagi orang beriman yang menerima ghibah, segera dan pastinya mengaktifkan amal tajahul (masa bodoh), lalu tetap fokus pada kerja-kerja mujahadah pendakian & amal-amal sholeh yang meningkat, walau kaki tersandung batu, tertusuk duri, dan bahkan nafas pun terengah-engah.

Begitulah seterusnya.., ia sibukkan diri dengan beragam amal kebaikan. Sesekali boleh beristirahat sejenak, tapi tidak ada pikiran untuk mundur sebelum meraih husnul-khotimah.

SEMANGAAAT
JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,
Sibukkan kami dengan amal sholeh yang selalu Enkau ridhoi. Jauhkan kami dari ghibah…

 

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

RASULULLAH SAW ADALAH TELADAN YANG SEMPURNA

Oleh : A. Muis Rudianto, S.Hum
===
Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Beliau mengajarkan kepada kita akhlak dan perilaku yang kuat melalui teladan pribadi beliau.

Kita belajar dari Teladan beliau tentang Siddiq (Benar) , Amanah (Dapat Dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), serta Fatonah (Cerdas). Jika Kita berperilaku sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW maka kita akan merasakan kehidupan yang sangat damai.

Hidup ini bukanlah tentang uang, kekuatan, ataupun ketenaran yang kita dapatkan, akan tetapi sebesar apa ketulusan dan ketaatan kita kepada Allah SWT, dan sebesar apa usaha yang kita lakukan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dalam QS. Al Ahzab Ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“…Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah…”

Pengalaman hidup beliau serta Rasul yang mendahuluinya penuh dengan pelajaran tentang bagaimana menghadapi ujian yang kita hadapi setiap hari. Banyak yang masih terpengaruh dengan kelemahan dan masalah yang sama seperti halnya kisah-kisah kita yang terdahulu yang masih belum bisa membuat kita Move on. Jika kita berpegang teguh pada petunjuk nabi, maka kita akan meraih kesuksesan dikehidupan dunia dan akhirat.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2020

GURU PENDIDIK DAN GURU PENGAJAR
Oleh Adhan Sanusi Lc.
============
Tegaknya suatu bangsa bergantung kualitas Guru, jika gurunya berkualitas, maka bangkitlah bangsanya. Jika Gurunya tidak berkualitas, maka lemahlah kualitas bangsanya.
Di dalam Al-Qur’an (Al Kahfi:65) kualitas Guru itu mengacu kepada dua fungsi Guru:
  1. Sebagai Pendidik, Peka terhadap perubahan perilaku siswa.
  2. Sebagai Pengajar, yaitu punya kompetensi ilmu yang di ajarkan.
Dua fungsi Guru inilah yang akan mengantarkan bangsa ini kepada dua tujuan utama pendidikan:
  1. Menjadikan siswa baik agamanya.
  2. Mahir keilmuannya.
Kepekaan Guru terhadap perubahan perilaku siswa menjadi prasyarat utama bagi Guru sebagai pendidik sebelum berbicara kompetensi Guru sebagai pengajar. Jiwa Pendidik akan melahirkan siswa yang berbudi, berakhlak dan beragama dengan baik. Sedangkan jiwa pengajar, akan melahirkan generasi yang mahir dan ahli secara keilmuan sesuai bidang masing-masing.
Karena itu syarat pertama menjadi Guru adalah mempunya Jiwa Pendidik. Rusaknya generasi bangsa ini karena Guru hanya berjiwa pengajar. Akibatnya lahirlah generasi yg pintar, ahli dalam bidang ilmu, tetapi tidak bermoral, tidak berakhlak dan jauh dari nilai agama.
Itulah sebenarnya pesan Al-Qur’an kepada Guru dalam surat An Nisa :
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ
“…Dan hendaklah takut kepada Allah (khawatir/peka) orang-orang (guru/orang tua) yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak (generasi) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. (An Nisa’:9)…”

PENTINGNYA MUNAQASYAH AL-QUR’AN

Oleh: Adhan Sanusi, Lc.

Banyak Lembaga Pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan publik menggandeng Lembaga Eksternal untuk pemeriksaan / Audit. Sehingga terbentuk tim Audit Internal dan juga Audit Eksternal.

Demikian juga dalam hal Pembelajaran Al-Qur’an, perlu Tim Audit Eksternal untuk meminimalisir subjektivitas kelulusan siswa yang kita sebut dengan Munaqasyah.

Munaqasyah adalah uji kemampuan siswa dalam hal Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an yg di laksanakan oleh Lembaga eksternal dalam hal ini WAFA Belajar Al-Qur’an Metode otak kanan.

Misalnya, menurut Audit Internal yang sudah dinyatakan lulus Munaqasyah ada sejumlah 100 siswa. Kemudian… Apakah ketika di Audit / di uji oleh WAFA 100 siswa tersebut akan otomatis Lulus ?

Jawabannya… “Belum Tentu”.

Dari pengalaman kami yang sudah terlaksana, ada bahkan dari 100 siswa yg disiapkan tetapi ternyata yang mampu lulus melewati Munaqosyah hanya 20 siswa. Di Lembaga lain ada sekitar 50% – 80% lulus. Hal ini sangat bergantung pada standar Audit Internal yang dipakai.

Biasanya semakin sering melakukan Munaqasyah, maka semakin bagus dari tahun ke tahun hasil kelulusannya. Hal ini dikarenakan Lembaga mengalami proses penyesuaian dengan standar WAFA.

Karena itu… jangan pernah takut untuk melakukan Munaqasyah, setidaknya untuk pembelajaran menyiapkan Munaqasyah berikutnya agar lebih standart dan lebih bagus lagi.

—–

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#wafa #wafaindonesia #belajaralquran #metodewafa #otakkanan #metodeotakkanan #metodeotakkananwafa #giveaway #mudahmenyenangkan

ONLINE QUR’ANIC PARENTING – SMP & SMA Albanna Bali

Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat Islam, terutama dalam mencetak generasi Al-Qur’an di Indonesia. Generasi yang meyakini kebenaran isi Al-Qur’an, membaca, menghafal, dan memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya, serta mengamalkan dan mendakwahkannya.

Ini akan terealisasi dengan adanya kerjasama di antara banyak pihak, salah satunya adalah lembaga pendidikan dan orang tua. Maka dalam rangka menciptakan kondisi tersebut Wafa Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Albanna Bali menghadirkan program :

ONLINE QUR’ANIC PARENTING

⏰ Waktu Pelaksanaan
Sabtu, 21 November 2020
Pukul 08.45 WITA – selesai

🎙️ Pemateri
Ustadz Dody Tisna A., M.Pd
(Master Trainer Wafa)

Kegiatan ini dilaksanakan secara online via Zoom Clouds Meeting.
—
Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

HEADMASTER SCALE UP PROGRAM – MANAJEMEN SDM GURU AL-QUR’AN

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
—
Sebagai bentuk pendampingan terhadap Mitra Wafa, kami kembali menghadirkan program Headmaster Scale Up Program yang merupakan agenda rutin di Wafa.
Alhamdulillah…
Kali ini kita sudah memasuki Batch 2.
Program kegiatan ini kami hadirkan untuk Mitra Wafa, khususnya Kepala Sekolah.
Tema yang diangkat kali ini adalah Manajemen Sumber Daya Manusia Guru Al-Qur’an.
Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management) dapat diartikan sebagai ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tim untuk mencapai tujuan sebuah organisasi, termasuk di dalamnya lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Ini sangat penting, mengingat bahwa dalam suatu lembaga, dapat maju dan berkembang salah satunya dengan dukungan dari sumber daya manusia.
Sehingga setiap lembaga pendidikan Al-Qur’an yang ingin berkembang, maka harus memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan baik, agar tercipta pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas. Dalam rangka mendukung tercapainya tujuan tersebut.
—
Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

BEKERJA MAKSIMAL SESUAI LADANG AMALNYA

BEKERJA MAKSIMAL SESUAI LADANG AMALNYA
oleh: Adhan Sanusi, Lc.
======

Allah membagi lahan amal prioritas kita berdasarkan kemudahan kita dalam menjalani hidup. Jangan sampai ladang amal orang lain kita garap lalu melupakan ladang amal kita sendiri.

Misalnya ladang amal badan yang sifatnya keutamaan seperti baca Al-Quran, berdzikir, membantu orang dg tenaga, dll. Itu adalah ladang amal utama untuk orang miskin. Sedangkan ladang amal orang kaya adalah lebih banyak shadaqah dengan hartanya.

Jangan sampai terbalik, orang kaya sibuk berdzikir, banyak membaca Al-Qur’an namun lupa ladang amal sendiri berupa menolong Agama dengan hartanya. Demikian juga ladang amal pemimpin dengan rakyatnya berbeda. Jangan sampai Para Pemimpin sibuk berdzikir, thalabul ilmi, sibuk membaca Al-Qur’an. Itu tidak salah namun bukan prioritas amalnya, ladang amalnya adalah mengurus & mensejahterakan rakyat.

Jadi perhatikan ladang amal kita masing-masing, di posisi apa Allah tempatkan kita hari ini?
Itulah ladang amal kita yang bisa kita persembahkan untuk menolong Agama Allah.
Dalam sebuah lingkungan pekerjaan pun juga begitu, saat kita berada di posisi tertentu disanalah ladang amal kita.
Boleh mempelajari hal baru, tetapi jangan sampai ladang sendiri kita lupakan.
Ini sekaligus menjadi pengingat diri sendiri agar lebih fokus pada ladang yang telah Allah anugerahkan pada kita.

MENGATUR PRIORITAS KEUANGAN

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjalani kehidupan sesuai dengan anjuran dan syariat islam.

Salah satunya bagaimana mengatur keuangan.
Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 26 dan 27, yang artinya :

“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya…”

Maka dari itu perlu kita mengetahui skala prioritas dalam keuangan, yakni meliputi :

  1. KEWAJIBAN
    Pengeluaran yang memang tidak dapat dihemat dan dihilangkan. Contohnya: cicilan Kpr, biaya sekolah kita atau anak, sewa rumah, dsb.
  2. KEBUTUHAN
    Pengeluaran yang diperlukan tetapi dapat dihemat. Contohnya: biaya konsumsi, biaya komunikasi, personal care, pakaian, dsb.
  3. KEINGINAN
    Pengeluaran untuk memenuhi keinginan. Contohnya: shopping, beauty treatments, travelling, dsb.

Jika kamu belum menentukan skala prioritas pada keuangan mu, yuk mulailah dari sekarang kamu petakan.
Agar kamu dapat mengendalikan dan menggunakan uang kamu dengan bijak.

#wafa #wafaindonesia #belajaralquran #metodewafa #otakkanan #metodeotakkanan #metodeotakkananwafa #mudahmenyenangkan

HATI-HATI JANGAN TERTIPU

Renungan Jum’at pagi
27 Rabi’ul awwal 1442 H
QS.LUQMAN : 33

Oleh KH. MUHAMMAD SHOLEH DREHEM, Lc

Bismillah..
Alhamdulillah.., sholaatan wa salaaman ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbih. .

HATI-HATI JANGAN TERTIPU
===

Saudara-saudari sekalian,
pekerjaan yang mengahalangi shalat berjamaah di masjid, itu penipu..
kesibukan yang tidak menyisakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, itu penipu..
waktu satu jam berlalu tanpa dzikir, itu penipu..
rezeki yang bersumber dari yang tidak jelas, itu penipu..
kebahagiaan dan kemuliaan yang didapatkan dan datang dari dosa, itu penipu..
tidur yang tidak diawali dengan dzikir, itu penipu..
tidur yang tidak diakhiri ketika tiba waktu shalat, itu penipu..
permainan, olah raga, tawa, canda, perjalanan, pertemuan yang tidak ada dzikir padanya, itu juga penipu..

BERSAMA KITA SEMAKIN CERDAS DAN WASPADA.
SEMANGAAAT!!!
JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Bimbing kami, anugerahi hidayah dalam kehidupan ini..
Aamiin…