CARA PRAKTIS BELAJAR MEMBACA AL-QUR’AN SECARA MANDIRI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belajar Al-Qur’an tetap harus ada guru yang memperbaiki, sembari mencari guru, ada baiknya tetap latihan secara mandiri kapan saja dan dimana saja. Kini hadir aplikasi Android “Wafa Tilawah” yg bisa di gunakan untuk Latihan Mandiri belajar Al-Qur’an di rumah.

Bagaimana Caranya?

  1. ✅ Silahkan download dan berlanggaran Android WAFA di play Store: Wafa Tilawah 1- 5
  2. ✅ Cukup tekan/sentuh gambar/tulisan, maka kemudian akan mengeluarkan bunyi suara bacaannya.
  3. ✅ Tirukan Suara dan Nada yang ada di Aplikasi Android “Wafa Tilawah”, sesuaikan pelafalan Makhroj Anda atau Ananda dengan standar aplikasi kemudian latih terus sampai lancar. Jangan berpindah level sebelum benar-benar lancar.
  4. ✅ Rekam suara bapak ibu lalu dengarkan dan bandingkan dengan suara android. Jika sama atau mirip berarti lancar dan boleh melanjutkan ke halaman selanjutnya.

Selamat mencoba.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

MEMULIAKAN ILMU, MEMULIAKAN GURU

Oleh : Adesan Putra, M.Pd
===

“Ketahuilah! Seorang penuntut ilmu itu tidaklah mendapatkan ilmu dan tidak dapat memetik manfaat dari ilmu yang ia dapatkan, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahlinya, mengagungkan dan menghormati guru. Tidaklah seseorang itu sampai pada tujuan apapun, kecuali dengan menghormati guru, ilmu dan lainnya yang turut berperan dalam mencapai tujuan.
Tidaklah berhasil orang yang berhasil itu melainkan karena ia menghormati ilmu dan ahli ilmu, dan tidaklah gagal orang yang gagal itu melainkan karena ia tidak menghormati dan tidak mengagungkan ilmu dan ahli ilmu.

Dan tidaklah seseorang itu terjatuh dari tingkatan-tingkatan tinggi melainkan karena tidak menghormati dan tidak mengagungkan guru. Bukankah orang itu tidak menjadi kafir karena kemaksiatan. Ia hanya kafir karena tidak menghormati, dengan tidak menghormati perintah dan larangan Allah, dengan merendahkan dan melecehkannya adalah murni kekafiran.

Radhiyallahu anhu berkata, “…Aku adalah hamba orang yang mengajariku, meskipun satu huruf saja. Jika berkehendak, ia bisa menjualku. Jika berkehendak lain, ia bisa memerdekakan ku dan bisa memperbudakku…”

Yaitu menjadikan budak dan tawanan untuk melayani di pintu rumahnya, ini merupakan kesempurnaan mengagungkan. Karena orang yang telah mengajarimu satu huruf ilmu yang kamu butuhkan dalam agama, maka sesungguhnnya ia adalah ayahmu dalam agama.

Diriwayatkan bahwa Raja Iskandar Dzul Qarnain pernah di tanya; “Mengapa tuan lebih mengagungkan guru tuan daripada ayah tuan?”

Raja Iskandar Dzul Qarnain menjawab, “…dan ini merupakan sebaik-baik jawaban; Karena ayahku menurunkanku dari langit ke bumi, sedangkan guruku mengangkatku dari bumi ke langit…”

Maksudnya; Bertautnya ruh pada tubuh ketika masih berada dalam rahim para ibu merupakan turunnya ruh dari alam malakut ke alam dunia dan kerusakan, dan penyebab terjadinya tubuh adalah kedua orang tua. Sedangkan guru adalah penyebab naiknya ruh manusia dari alam fana’ ke alam baqa’ lantaran menyempurnakan dengan mengajarkan mengenal Tuhan.

As-Syaikh Al-Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy pernah berkata; “…Guru-guru kami berkata; Barangsiapa yang ingin putranya menjadi orang alim, maka hendaklah ia menghormati orang asing dari kalangan ahli fikih, memuliakan, mengagungkan dan memberi mereka hadiah walapun sedikit. Jika anaknya belum juga menjadi orang alim, maka cucunyalah yang akn menjadi orang alim…

Termasuk menghormati guru yaitu: Tidak berjalan di depan gurunya; Tidak duduk di tempat duduk gurunya. Tidak memulai berbicara di hadapan gurunya kecuali ada ijin darinya; Tidak banyak bicara di hadapan gurunya; Tidak bertanya sesuatupun ketika gurunya sedang jenuh; Menjaga waktu yang telah ditentukannya untuk belajar; Tidak mengetuk pintu, tapi bersabarlah hingga gurunya itu keluar.

Sehingga, yang harus dilakukan seorang pelajar adalah :

  1. Senantiasa mencari keridlaan gurunya.
  2. Menjauhi hal-hal yang menimbulkan kemurkaan gurunya.
  3. Mematuhi segala perintah gurunya kecuali dalam hal berma’siat kepada Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya tidak boleh ta’at kepada seorang makhluk pun dalam hal berma’siat kepada sang Khaliq.

Disadur:
Kitab Syarah Ta’lim Al-Muta’allim, Syaikh Az-Zarnuji Pasal Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

DERMAWAN DAN TIDAK BAKHIL

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbih ajma’ien.

Renungan Jum’at
4 RABI’UTS-TSANI 1442 H
QS.SABA’ : 39

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “…Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya…”

Saudara-saudari sekalian,

  • Dermawan itu tanda iman, Bakhil itu tanda kurang beriman.
  • Dermawan itu tanda syukur, Bakhil itu tanda kufur.
  • Dermawan itu tanda cinta, Bakhil itu tanda benci.
  • Dermawan itu kemuliaan, Bakhil itu kehinaan.
  • Dermawan itu selamat, Bakhil itu celaka.
  • Dermawan itu sadar, Bakhil itu mabuk.
  • Dermawan itu pemberani, Bakhil itu pengecut.
  • Dermawan itu pemenang, Bakhil itu pecundang.
  • Dermawan itu merdeka, Bakhil itu terjajah.
  • Dermawan itu bahagia, Bakhil itu galau.
  • Dermawan itu sejahtera, Bakhil itu sengsara.
  • Dermawan itu solusi, Bakhil itu problem.
  • Dermawan itu pendidikan, Bakhil itu kurang terdidik.
  • Dermawan itu kemauan yang baik, Bakhil itu kemauan yang keliru.
  • Dermawan itu mengokohkan persaudaraan, Bakhil itu meruntuhkannya.

PAKSA DIRI BERBAGI & PEDULI.

JUM’AT MUBARAK.
Ya Rahman,
Anugrahi kami untuk selalu berbagi dan berderma, jauhkan dari kebakhilan atas rezekiMU.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

FOKUSLAH PADA KONTRIBUSI AMAL

Oleh: Adhan Sanusi, Lc
==========

Allah hadirkan kita kedunia untuk melihat siapa yang AHSANU AMALA (Kontribusi Amalnya paling baik)
(ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَیَوٰةَ لِیَبۡلُوَكُمۡ أَیُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلࣰاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡغَفُورُ)
[Surat Al-Mulk 2]

Bagaimana kita tahu bahwa Kontribusi Amal kita itu sudah AHSAN (terbaik)?
Yaitu saat niat dan fokus kita kepada AMAL bukan pada pribadi diri kita sendiri.

Apa yang di maksud dengan KONTRIBUSI AMAL? Semua aktifitas yang kita persembahkan untuk Agama ini. Bekerja di berbagai lini kehidupan, menuntut ilmu, mengajar, dan cita-cita dakwah.

Orang yang fokusnya pada KONTRIBUSI AMAL, akan mudah Ikhlas dan bahagia, sebab tidak ada lagi ruang untuk masalah pribadi. Tidak ada masalah saat dirinya tidak di anggap, dilecehkan, tidak di hargai, karena yang paling penting bisa beramal karena Allah. Tidak masalah pribadinya secara fisik tidak nyaman di dunia, selama bisa ber kontribusi Amal.

Orang yang fokusnya pada KONTRIBUSI AMAL, mengukur bersama atau tidaknya dengan orang lain: berteman, menikah, berorganisasi tentu ukurannya apakah semua itu akan menjadikan kita bisa melipatgandakan KONTRIBUSI AMALNYA. Fokusnya adalah pada cita cita besar AMAL DAKWAHNYA.

Itulah yang dikerjakan para ulama besar dengan karya-karya besar mereka untuk ummat ini. Cita-cita besar mereka pada ummat membuat mereka tidak sempat memikirkan diri mereka sendiri. Mereka telah selesai dengan dirinya.

Sedangkan saya masih tertatih-tatih melepaskan diri dari ego diri yang masih lebih mendominasi dan mengkrangkeng diri dari fokus pada KONTRIBUSI AMAL. Sehingga hidup gampang sumpek, gampang capek, gampang tersinggung, tidak Ikhlas dan tidak bahagia, karena ukurannya masih diri sendiri. Kenyamanan diri menjadi prioritas utama daripada cita cita Agama.

نستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم و اتوب اليه.

#Refleksi_diri #Metode_Wafa #Metode_Otak_Kanan

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

MENJADI GURU YANG DI RINDUKAN

Oleh : Dody Tisna A., M.Pd

Suara termerdu bagi seorang anak adalah namanya, maka seringlah dipanggil namanya dan ditambahkan afirmasi positif misalnya “ananda (namanya) yang sholih/hebat/pintar”. InsyaAllah akan berdampak ke percaya diri anak.

PRINSIP PENDAMPINGAN SISWA MELIPUTI 3 HAL, YAITU :

  1. Guru harus yakin bahwa selalu ada jalan keluar dalam setiap kebuntuan. Dulu anak ini bisa berjalan karena telah berlatih dan terjatuh berkali-kali untuk bisa berdiri dan berjalan namun ia terus berusaha hingga sekarang ia bisa berjalan bahkan berlari. Maka untuk hal-hal yang lain insyaAllah dia bisa melaluinya.
  2. Guru harus yakin bahwa setiap anak punya potensi untuk berhasil.
  3. Guru harus yakin bahwa setiap perilaku anak, ada hal baik yang mendasarinya. Biasakan tabayun, kenapa anak itu melakukan hal tersebut (?)

SYARAT PENDAMPINGAN (lakukan ini secara pribadi di luar jam pelajaran) :

  • Guru hadir sepenuhnya.
  • Bangun keakraban dan kepercayaan siswa terhadap Guru. Akrablah lebih dulu baru bisa dipercaya. Ciri anak belum akrab adalah jika berbicara dengan Guru seperti tanya jawab. Ciri anak sudah akrab dengan Guru adalah ketika anak mau bercerita kepada Gurunya. Awali dengan tanya kabar atau membicarakan sesuatu yang menjadi kesenangan anak.

Pertemuan pertama saat orientasi, Guru memastikan siswa nyaman dengan kehadiran Guru, sehingga Guru mengawali dengan ice breaker atau games. Jika siswa mulai terlihat enjoy, Guru mengajak menyepakati hal-hal yang memungkinkan suasana kelas nyaman bagi semuanya.

Contohnya adalah tidak berbicara sebelum diizinkan Guru terutama saat Guru bicara di depan. Jika ada yang melanggar, kita sepakati konsekuensinya misalnya diberi peringatan, atau bintangnya dikurangi.

Guru memberi motivasi terus menerus tentang pentingnya fokus dan tenang saat belajar.

Bagi yang masih belum paham akan pelajaran, Guru mempersilahkan siswa belajar langsung ke ruang Guru menemui Guru untuk diajari lagi. Terkadang… saya harus berkunjung ke rumah siswa sekedar untuk memotivasi anak dan orang tuanya. Anak yang paling nakal diberikan kepercayaan “…hari ini kamu penanggung jawab ketertiban kelas. Pak Dody yakin kamu bisa memastikan suasana kelas tertib dan tenang hari ini…”

Semakin nakal atau lambat anak, bagi saya itu tanda anak itu harus saya doakan lebih banyak. Jadi pasti saya doakan kebaikan setiap saya melihat atau mengingat anak tersebut. minimal saya mengucapkan “Barakallah”

Informasi Tambahan:

  1. Fanpage Wafa : https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan
  2. Instagram: https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  3. Youtube: https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  4. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  5. Facebook: https://www.facebook.com/MetodeWafa

GHIBAH OH GHIBAH

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc

Bismillah…
Alhamdulillah sholaatan wa salaaman ‘ala Rasulillah ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’ien. 

Renungan Jum’at pagi
11 RABI’UTS-TSANI 1442 H 
QS.AL-HUJURAT : 12

Saudara-saudari sekalian, Hati-hati lah menyikapi ghibahGhibah itu tidak boleh ditanggapi. Tidak boleh disebarkan. Tidak terpuji dibahas. Tidak berguna didiskusikan.

Ghibah itu berbahaya jika dijawab, karena jawabannya bagai menyiram bensin ke tengah api yang sedang berkobar. Biarlah ghibah itu berjilid-jilid, akan tiba pada ajalnya, lalu mati dengan sendirinya dan terkubur bersama dosa jariyahnya.

Bagi orang beriman yang menerima ghibah, segera dan pastinya mengaktifkan amal tajahul (masa bodoh), lalu tetap fokus pada kerja-kerja mujahadah pendakian & amal-amal sholeh yang meningkat, walau kaki tersandung batu, tertusuk duri, dan bahkan nafas pun terengah-engah.

Begitulah seterusnya.., ia sibukkan diri dengan beragam amal kebaikan. Sesekali boleh beristirahat sejenak, tapi tidak ada pikiran untuk mundur sebelum meraih husnul-khotimah.

SEMANGAAAT
JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,
Sibukkan kami dengan amal sholeh yang selalu Enkau ridhoi. Jauhkan kami dari ghibah

 

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

RASULULLAH SAW ADALAH TELADAN YANG SEMPURNA

Oleh : A. Muis Rudianto, S.Hum
===
Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Beliau mengajarkan kepada kita akhlak dan perilaku yang kuat melalui teladan pribadi beliau.

Kita belajar dari Teladan beliau tentang Siddiq (Benar) , Amanah (Dapat Dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), serta Fatonah (Cerdas). Jika Kita berperilaku sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW maka kita akan merasakan kehidupan yang sangat damai.

Hidup ini bukanlah tentang uang, kekuatan, ataupun ketenaran yang kita dapatkan, akan tetapi sebesar apa ketulusan dan ketaatan kita kepada Allah SWT, dan sebesar apa usaha yang kita lakukan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dalam QS. Al Ahzab Ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“…Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah…”

Pengalaman hidup beliau serta Rasul yang mendahuluinya penuh dengan pelajaran tentang bagaimana menghadapi ujian yang kita hadapi setiap hari. Banyak yang masih terpengaruh dengan kelemahan dan masalah yang sama seperti halnya kisah-kisah kita yang terdahulu yang masih belum bisa membuat kita Move on. Jika kita berpegang teguh pada petunjuk nabi, maka kita akan meraih kesuksesan dikehidupan dunia dan akhirat.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2020

GURU PENDIDIK DAN GURU PENGAJAR
Oleh Adhan Sanusi Lc.
============
Tegaknya suatu bangsa bergantung kualitas Guru, jika gurunya berkualitas, maka bangkitlah bangsanya. Jika Gurunya tidak berkualitas, maka lemahlah kualitas bangsanya.
Di dalam Al-Qur’an (Al Kahfi:65) kualitas Guru itu mengacu kepada dua fungsi Guru:
  1. Sebagai Pendidik, Peka terhadap perubahan perilaku siswa.
  2. Sebagai Pengajar, yaitu punya kompetensi ilmu yang di ajarkan.
Dua fungsi Guru inilah yang akan mengantarkan bangsa ini kepada dua tujuan utama pendidikan:
  1. Menjadikan siswa baik agamanya.
  2. Mahir keilmuannya.
Kepekaan Guru terhadap perubahan perilaku siswa menjadi prasyarat utama bagi Guru sebagai pendidik sebelum berbicara kompetensi Guru sebagai pengajar. Jiwa Pendidik akan melahirkan siswa yang berbudi, berakhlak dan beragama dengan baik. Sedangkan jiwa pengajar, akan melahirkan generasi yang mahir dan ahli secara keilmuan sesuai bidang masing-masing.
Karena itu syarat pertama menjadi Guru adalah mempunya Jiwa Pendidik. Rusaknya generasi bangsa ini karena Guru hanya berjiwa pengajar. Akibatnya lahirlah generasi yg pintar, ahli dalam bidang ilmu, tetapi tidak bermoral, tidak berakhlak dan jauh dari nilai agama.
Itulah sebenarnya pesan Al-Qur’an kepada Guru dalam surat An Nisa :
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ
“…Dan hendaklah takut kepada Allah (khawatir/peka) orang-orang (guru/orang tua) yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak (generasi) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. (An Nisa’:9)…”

PENTINGNYA MUNAQASYAH AL-QUR’AN

Oleh: Adhan Sanusi, Lc.

Banyak Lembaga Pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan publik menggandeng Lembaga Eksternal untuk pemeriksaan / Audit. Sehingga terbentuk tim Audit Internal dan juga Audit Eksternal.

Demikian juga dalam hal Pembelajaran Al-Qur’an, perlu Tim Audit Eksternal untuk meminimalisir subjektivitas kelulusan siswa yang kita sebut dengan Munaqasyah.

Munaqasyah adalah uji kemampuan siswa dalam hal Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an yg di laksanakan oleh Lembaga eksternal dalam hal ini WAFA Belajar Al-Qur’an Metode otak kanan.

Misalnya, menurut Audit Internal yang sudah dinyatakan lulus Munaqasyah ada sejumlah 100 siswa. Kemudian… Apakah ketika di Audit / di uji oleh WAFA 100 siswa tersebut akan otomatis Lulus ?

Jawabannya… “Belum Tentu”.

Dari pengalaman kami yang sudah terlaksana, ada bahkan dari 100 siswa yg disiapkan tetapi ternyata yang mampu lulus melewati Munaqosyah hanya 20 siswa. Di Lembaga lain ada sekitar 50% – 80% lulus. Hal ini sangat bergantung pada standar Audit Internal yang dipakai.

Biasanya semakin sering melakukan Munaqasyah, maka semakin bagus dari tahun ke tahun hasil kelulusannya. Hal ini dikarenakan Lembaga mengalami proses penyesuaian dengan standar WAFA.

Karena itu… jangan pernah takut untuk melakukan Munaqasyah, setidaknya untuk pembelajaran menyiapkan Munaqasyah berikutnya agar lebih standart dan lebih bagus lagi.

—–

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#wafa #wafaindonesia #belajaralquran #metodewafa #otakkanan #metodeotakkanan #metodeotakkananwafa #giveaway #mudahmenyenangkan

ONLINE QUR’ANIC PARENTING – SMP & SMA Albanna Bali

Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat Islam, terutama dalam mencetak generasi Al-Qur’an di Indonesia. Generasi yang meyakini kebenaran isi Al-Qur’an, membaca, menghafal, dan memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya, serta mengamalkan dan mendakwahkannya.

Ini akan terealisasi dengan adanya kerjasama di antara banyak pihak, salah satunya adalah lembaga pendidikan dan orang tua. Maka dalam rangka menciptakan kondisi tersebut Wafa Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Albanna Bali menghadirkan program :

ONLINE QUR’ANIC PARENTING

Waktu Pelaksanaan
Sabtu, 21 November 2020
Pukul 08.45 WITA – selesai

🎙️ Pemateri
Ustadz Dody Tisna A., M.Pd
(Master Trainer Wafa)

Kegiatan ini dilaksanakan secara online via Zoom Clouds Meeting.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa