SALAH SATU BUKTI KETIDAK SERIUSAN LEMBAGA PADA AL-QUR’AN

Oleh : Adhan Sanusi, Lc.
(Manajer Depart. Kemitraan)
===

Al-Qur’an adalah kitab termulia di Dunia. Dia melebihi semua buku yang ada di dunia. Kitab yang ibarat lautan tidak habis untuk dikaji. Kedudukan Al-Qur’an di dalam kurikulum pendidikan Islam itu semestinya menjadi Panglima mata pelajaran dibanding mata pelajaran lainnya. Seluruh mata pelajaran pada hakikatnyanya adalah turunan dari Al-Qur’an. Itu artinya, seharusnya bagi lembaga yang menamakan diri sebagai pendidikan Islam, mengedepankan mata pelajaran Al-Qur’an di banding pelajaran yang lainnya.

Disamping karena Al-Qur’an adalah sumber utama dalam menjalankankan agama Islam, juga merupakan materi pelajaran yang paling dibutuhkan dan paling sering dibaca dalam kehidupan sehari-hari. Semua mata pelajaran yang kita pelajari pada akhirnya yang akan menemani keseharian kita sampai tua adalah Al-Qur’an. Maka untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas di dalam Al-Qur’an tentu membutuhkan kualitas Guru dalam hal bacaan dan metodologi pengajarannya, terutama dalam hal bacaan dan hafalannya.

Jika menjadi Guru umum dituntut terlatih sedemikian rupa, dengan diberikan berbagai macam pelatihan lengkap dengan anggaran yang sudah di siapkan di awal tahun.

Pertanyaannya adalah…
“Untuk guru Al-Qur’an perlakuannya bagaimana?”
“Apakah untuk guru Al-Qur’an itu berkualitas dengan sendirinya, sehingga tidak perlu dilatih bacaan dan metodologinya?”
“Apakah untuk pembelajaran Al-Qur’an tidak butuh dilatih sistem manajemen mutunya?”

Jika jawaban kita Guru Al-Qur’an butuh di latih dan manajemennya butuh di tata dengan baik. Maka pertanyaannya adalah “Sudahkah anggaran untuk mengkualitaskan guru dan siswa dalam bidang Al-Qur’an itu disiapkan Lembaga dalam RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah)?

Bagaimana seharusnya lembaga memperlakukan anggaran untuk kualitas Al-Qur’an?

Pengalaman kami di WAFA dalam mendampingi Manajemen Pengelolaan Pembelajaran Al-Qur’an di lembaga Mitra. Banyak yang tidak menganggarkan dengan serius untuk kualitas guru Alquran. Bahkan biasanya digunakan Anggara sisa.

Salah satu pembina lembaga Islam di Surabaya. Saat terjadi krisis 98, pernah memberi arahan begini: “Semua anggaran wajib diturunkan, kecuali anggaran untuk kualitas proses pembelajaran Al-Qur’an, jangan pernah di turunkan”
Artinya di mindset beliau, anggaran untuk kualitas Al-Qur’an harus menjadi yang utama di banding anggaran lainnya.

Kenapa banyak Lembaga Islam yang minim mengalokasikan anggaran, banyak faktor :

  1. Menganggap bahwa ikhlas itu tidak berbiaya dan guru Al-Qur’an harus Ikhlas.
  2. Tidak peduli pada kualitas Al-Qur’an
  3. Menganggap bahwa untuk kualitas Al-Qur’an tidak butuh biaya banyak, Umumnya karena tidak tahu item-item apa yang harus di anggarkan untuk program peningkatan kualitas Al-Qur’an.
  4. Sudah merasa puas dengan capaian target sebagian kecil siswanya, sehingga sudah cukup. Padahal mayoritas siswa nya tidak tercapai Target kualitas baca ataupun hafalan.
  5. Kalau sudah tercapai target hafalan, sudah cukup, walaupun bacaan amburadul, sehingga tidak perlu di anggarkan untuk kualitas bacaan guru Al-Qur’an.

Terkadang anggaran untuk selain untuk Al-Qur’an tersedia dengan baik, berbagai anggaran ekstrakurikuler seperti misalnya: bahasa Inggris, pramuka, kemah, kesenian dan lainnya. Seakan Alquran tidak lebih penting dari itu semua.
Tidakkah kita belajar akan kesalahan masa lalu, saat kita di usia anak-anak kita saat ini yang jauh dari kualitas Al-Qur’an. Akibatnya hari ini kita tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, tidak banyak hafalan Al-Qur’an yang kita punya, untuk belajar di usia tua sudah di hinggapi rasa malu, sedangkan kita setiap hari butuh untuk bersama dengan Al-Qur’an.

Lalu kondisi ini seakan mau kita teruskan untuk generasi anak-anak kita di masa depan. Tidakkah kita mengambil pelajaran dari apa yang kita alami wahai Guru? Wahai Orangtua? wahai para pengelola lembaga pendidikan Islam?
Bayangkan jika ini kita seriusi, ribuan anak membaca Al-Qur’an setiap hari dari lulusan lembaga anda. Pahala di kirim kepada Gurunya, kepada Pengelola Lembaganya atas keseriusannya. Kita tidur, kita meninggalkan dunia dalam kondisi di transfer pahala yang tiada putus sampai hari kiamat.

Amin ya Rabb.
Kumpulan kami bersama Ahli Al-Qur’an di Sorga-Mu…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

PENINGKATAN AKHLAK MULIA

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
===

Bismillah…
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalahu.

Renungan jum’at pagi
QS.LUQMAN : 16-19

Saudara/i sekalian,
Interaksi sosial kita hanya indah dengan akhlak mulia. Kedamaian itu hanya terwujud dengan akhlak mulia.
Problem-problem rumah tangga, masyarakat & bangsa, solusinya hanya ada pada akhlak mulia. Tentu Akhlak mulia dimulai dari diri sendiri.

Akhlak mulia dimulai dari kesadaran dan kemauan. Setiap hari kesadaran akhlak mesti diniatkan. Setiap saat kemauan menghiasi diri dengan akhlak mulia ini penting digelorakan.

Ucapkan selalu :

  1. Hari ini saya akan selalu “TERSENYUM” secara sadar kepada semua orang.
  2. Hari ini saya akan “MEMILIH DIAM” dari pada berbicara yang tidak bermanfaat.
  3. Hari ini saya akan “MEMAAFKAN” semua orang bersalah kepadaku.

MEMBUKTIKAN JANJI-JANJI INI ADALAH PERJUANGAN HARIAN KITA SEMUA.
KALAU KITA MAU, PASTI KITA BISA.

SEMANGAT
JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Hiasi diri kami semua dengan akhlak yang mulia…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

SATU LANGKAH LEBIH DEKAT MENJADI AHLI AL-QUR’AN

Oleh : Gondo Anang W., S.E
(Staff Depart. Pengembangan Organisasi Wafa Indonesia)
===

“AHLI AL-QUR’AN”
Gelar yang luar biasa,
Gelar yang begitu prestise,
Gelar yang sanggup memuliakan kita, di dunia dan akhirat,
Menjadi ahli Al-Qur’an!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

Ahli Al-Qur’an, yakni mereka yang berpedomankan Al-Qur’an dalam setiap gerak-gerik kehidupannya, mengamalkan setiap hal yang ada di dalam Al-Qur’an. Pada poin ini, menjadi orang yang memahami isi Al-Qur’an menjadi urgent agar yang kita amalkan sesuai dengan yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena, penting kiranya kita untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagai langkah kecil kita dalam meralisasikan cita-cita tersebut. So, bagaimana caranya?

  1. Bermajlis bersama para pecinta Al-Qur’an,
  2. memperbanyak hafalan, dan
  3. mengalokasikan waktu lebih untuk tilawah Al-Qur’an.

Mari bergabung bersama kami dalam Akademi Tahsin Online Wafa dengan klik tautan berikut : http://bit.ly/AkademiTahsinOnlineWafa . Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an agar kelak dijadikan kita sebagai Ahlullah, Ahlul Qur’an.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

TANTANGAN MENGAJAR AL-QUR’AN DI ERA PANDEMI

Oleh : Rofi’i Nurdika, S.A
Depart. Program Wafa Indonesia : Staff Desain dan Pengembangan Produk
===
Semenjak pandemi menguji Negeri ini, hampir sebagian besar sekolah di penjuru Negeri terpaksa menutup bangunannya dari hiruk pikuk aktivitas pembelajaran tatap muka. Beberapa sumber dari Kemendikbud menyebutkan sebanyak 68 juta siswa dari jenjang PAUD hingga SMA terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh, yang belakangan lebih dikenal dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Sebanyak 13 juta guru pun secara langsung mendapat ujian yang nyata untuk terus dapat mendidik siswa siswinya meski pembelajaran hanya bisa dilakukan secara virtual. Tak terkecuali di antaranya adalah para guru Al-Qur’an.
–
Mari sejenak melihat beberapa fakta bahwa masih banyak peserta didik yang tinggal di daerah pedalaman, yang tak tersentuh teknologi, yang tak mengenal apa itu internet, bagaimana agar mereka bisa tetap belajar?
–
Untuk itu, tantangan ini seharusnya menjadi batu loncatan bagi para guru Al-Qur’an yang masih ditakdirkan hidup berdampingan dengan teknologi, bahwa belajar Al-Qur’an bisa dilaksanakan dengan berbagai cara di era yang serba digital ini.
–

Berikut adalah beberapa ikhtiar yang bisa dilakukan para guru Al-Qur’an selama mengawal proses pembelajaran Al-Qur’an peserta didiknya melalui pembelajaran daring:

  1. Meluruskan niat dan memperbanyak doa semoga Allah menjernihkan akal dan membuka hidayah para peserta didik, sehingga mereka bisa menerima ilmuNya yang disampaikan melalui para guru sebagai perantara. Juga, semoga Allah meluaskan kesabaran dalam hati para guru selama membersamai ananda berproses dari jauh.
  2. Memastikan jaringan internet di rumah dalam kondisi lancar. Bisa menggunakan WiFi atau paket data selular, tentu dengan memperhatikan provider mana yang paling mendukung kelancaran proses pembelajaran.
  3. Menyiapkan media pembelajaran yang paling menarik dan interaktif. Disesuaikan dengan jenjang dan usia para peserta didiknya.
  4. Memastikan para peserta didik siap belajar sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian menyapa mereka dengan sentuhan-sentuhan humanis agar terbangun engagement antara guru dengan peserta didiknya. Agar pembelajaran tak sekedar formalitas, namun juga sebagai ajang menautkan hati kita dengan mereka. Agar ilmu yang tersampaikan bisa lebih mudah diterima, dicerna, dan dipraktikkan. Inilah yang kelak akan membedakan guru sesungguhnya dengan guru artificial intelligence (AI).
  5. Menanamkan kejujuran kepada peserta didik setiap waktu, untuk meminimalisir terjadinya cheating selama proses pembelajaran, lebih-lebih saat sesi menyetorkan hafalan Al-Qur’an.
  6. Lebih jeli dengan gestur para peserta didik selama proses pembelajaran untuk menilai apakah mereka sudah jujur atau masih perlu diingatkan ulang.
  7. Meningkatkan komunikasi dengan orang tua untuk membantu memantau anak-anaknya selama pembelajaran daring berlangsung.
  8. Mengakhiri setiap proses dengan melangitkan doa yang tak terhingga untuk para peserta didik. Sebab guru hanyalah perantara ilmu dari Allah. Sebab hanya Allah yang kuasa membuat mereka mengerti dan menyerap ilmuNya.
  9. Melayani setiap komplain dan pertanyaan yang hadir dari peserta didik pasca pembelajaran, demi menciptakan atmosfer curiousity yang baik, yang sejalan dengan service terbaik kita sebagai pengajar dan pendidik.

Menutup sedikit tulisan ini dengan kutipan kata bijak dari almarhum KH. Maimoen Zubair : “Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar”, semoga Allah senantiasa menguatkan pundak kita semua para guru dan pendidik. Wallahu a’lam bish shawab.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

IKHTIAR ITU WILAYAH KITA DAN HASIL MENJADI SEPENUHNYA URUSAN ALLAH

Oleh : Effih Nuraeni, S.T

Mari sejenak kita ingat kembali kutipan Q.S Ar-Ra’d (Ayat 11) :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”

Dalam sebuah perusahaaan pastinya memiliki visi mulia yang ingin dicapai, untuk menuju visi tersebut tentu tidak akan bisa dilalui dengan duduk diam sembari berangan-angan tanpa melakukan usaha apapun. Perlu disusun langkah-langkah kongkrit untuk mencapainya. Misalnya salah satunya dengan melakukan Layanan prima pada lembaga yang bermitra atau orang-orang yang loyal dengan perusahaan.
Layanan yang baik akan menjadi salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk mencapai visi perusahaan. Mengutip dari buku “excellent service” yang ditulis oleh Heria Windasuri dkk. Disana dijelaskan tentang empat gambaran ekspresi layanan yang ditimbulkan dalam dimensi layanan operasional dan prosedural, yaitu sebagai berikut :

1. The Freezer
Layanan tipe ini merupakan bentuk ekspresi layanan yang tidak baik dan menyebalkan. Tidak baik secara prosedural maupun personal. Terkesan kaku, buruk dan tidak ada kehangatan dalam berinteraksi. Bentuk layanan seperti ini menjadi salah satu penyebab hilangnya pelanggan

2. The Friendly Zoo
Layanan tipe ini tidak sepenuhnya buruk namun ada juga kelemahannya. Ekspresi layanan ini terkesan hangat, menyenangkan, bersahabat tapi secara prosedural kurang (tidak disiplin dalam mengikuti SOP yang ada) biasanya disebabkan karena kurang memahami terhadap SOP yang telah dibuat. Hal ini jika dibiarkan juga akan menyebabkan satu persatu pelanggan pergi, karena SOP dibuat sebagai salah satu cara untuk mencapai layanan prima

3. The Factory
Layanan tipe ini bisa dikatakan mencermikan penerapan SOP yang baik, namun secara personal kurang begitu baik. Jadi keramahan terhadap pelanggan kurang. Peraturan secara baik dilakukan namun ikatan kedekatan dengan pelanggan kurang. Ekspresi layanan ini seperti mesin (robot) yang bekerja hanya untuk memenuhi target

4. Quality Customer Service
Tipe layanan ini merupakan ekspresi yang paling ideal dan diharapkan ada dalam sebuah perusahaan dan diharapkan oleh para pelanggan. Dalam layanan tipe ini mampu menjalin kedekatan dengan pelanggan dan mengikuti prosedur secara disiplin. mereka baik dalam personal (good attitude) maupun penerapan SOP yang ada.

Itulah empat penjelasan singkat tentang ekspresi layanan yang perlu kita ketahui untuk memaksimalkan ikhtiar kita dalam mencapai layanan prima. Kembali lagi pada ayat yang tadi telah dikutip, bahwa hasil ikhtiar itu tetap Allah yang menentukan. Namun tugas kita adalah bagaimana agar kita bisa terus bergerak menuju hasil terbaik itu.

Semoga Allah SWT senantiasa memapukan kita dalam memaksimalkan ikhtiar dan menyempurnakan Tawakal kita untuk menjemput rezeki yang telah Allah janjikan. Dan mencatat semua itu sebagai amal kebaikan disisiNya
Aaamiinn…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

RUMAH TANGGA ITU KOMUNIKASI

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
===

QS.AN-NISA’ : 19

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 

Saudara saudara sekalian… Hidup berumah tangga berarti hidup untuk berjuang.
Berjuang bersama untuk sebuah cita-cita mulia, yaitu : Rumah tangga Surgawi di dunia dan rumah tangga sempurna di surga firdaus di akhirat nanti, Aamiin…

Perjuangan ini memerlukan ilmu, iman, cinta, konsensus, komitmen, dan konsistensi. Semua kata kunci ini bertumpu pada “komunikasi” yang baik. Banyak rumah tangga yang tingkat keilmuan dari suami dan isterinya tidak sama, tingkat keimanannya tidak sama, tingkat cintanya tidak sama, kebiasaan dan kesukaannya tidak sama, bahkan sering bertengkar dan berbeda keinginan, tapi selama komunikasi di antara mereka benar dan baik, insya Allah rumah tangga akan selamat. Tapi sebaliknya, walau suami dan istri dalam rumah tangga berhias dengan iman yang sangat tinggi, saling mencintai karena Allah, rajin beribadah, tetapi komunikasi antar suami isteri tidak benar dan kurang baik, maka rumah tangga itu terancam hancur berantakan.

Hasbunallah wa Na’udzubillah…

BERSAMA KITA PERINDAH KOMUNIKASI KITA.

Ya Rahman,
Jaga lisan kami dan perindah akhlaq kami…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

CARA PRAKTIS BELAJAR MEMBACA AL-QUR’AN SECARA MANDIRI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belajar Al-Qur’an tetap harus ada guru yang memperbaiki, sembari mencari guru, ada baiknya tetap latihan secara mandiri kapan saja dan dimana saja. Kini hadir aplikasi Android “Wafa Tilawah” yg bisa di gunakan untuk Latihan Mandiri belajar Al-Qur’an di rumah.

Bagaimana Caranya?

  1. ✅ Silahkan download dan berlanggaran Android WAFA di play Store: Wafa Tilawah 1- 5
  2. ✅ Cukup tekan/sentuh gambar/tulisan, maka kemudian akan mengeluarkan bunyi suara bacaannya.
  3. ✅ Tirukan Suara dan Nada yang ada di Aplikasi Android “Wafa Tilawah”, sesuaikan pelafalan Makhroj Anda atau Ananda dengan standar aplikasi kemudian latih terus sampai lancar. Jangan berpindah level sebelum benar-benar lancar.
  4. ✅ Rekam suara bapak ibu lalu dengarkan dan bandingkan dengan suara android. Jika sama atau mirip berarti lancar dan boleh melanjutkan ke halaman selanjutnya.

Selamat mencoba.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

MEMULIAKAN ILMU, MEMULIAKAN GURU

Oleh : Adesan Putra, M.Pd
===

“Ketahuilah! Seorang penuntut ilmu itu tidaklah mendapatkan ilmu dan tidak dapat memetik manfaat dari ilmu yang ia dapatkan, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahlinya, mengagungkan dan menghormati guru. Tidaklah seseorang itu sampai pada tujuan apapun, kecuali dengan menghormati guru, ilmu dan lainnya yang turut berperan dalam mencapai tujuan.
Tidaklah berhasil orang yang berhasil itu melainkan karena ia menghormati ilmu dan ahli ilmu, dan tidaklah gagal orang yang gagal itu melainkan karena ia tidak menghormati dan tidak mengagungkan ilmu dan ahli ilmu.

Dan tidaklah seseorang itu terjatuh dari tingkatan-tingkatan tinggi melainkan karena tidak menghormati dan tidak mengagungkan guru. Bukankah orang itu tidak menjadi kafir karena kemaksiatan. Ia hanya kafir karena tidak menghormati, dengan tidak menghormati perintah dan larangan Allah, dengan merendahkan dan melecehkannya adalah murni kekafiran.

Radhiyallahu anhu berkata, “…Aku adalah hamba orang yang mengajariku, meskipun satu huruf saja. Jika berkehendak, ia bisa menjualku. Jika berkehendak lain, ia bisa memerdekakan ku dan bisa memperbudakku…”

Yaitu menjadikan budak dan tawanan untuk melayani di pintu rumahnya, ini merupakan kesempurnaan mengagungkan. Karena orang yang telah mengajarimu satu huruf ilmu yang kamu butuhkan dalam agama, maka sesungguhnnya ia adalah ayahmu dalam agama.

Diriwayatkan bahwa Raja Iskandar Dzul Qarnain pernah di tanya; “Mengapa tuan lebih mengagungkan guru tuan daripada ayah tuan?”

Raja Iskandar Dzul Qarnain menjawab, “…dan ini merupakan sebaik-baik jawaban; Karena ayahku menurunkanku dari langit ke bumi, sedangkan guruku mengangkatku dari bumi ke langit…”

Maksudnya; Bertautnya ruh pada tubuh ketika masih berada dalam rahim para ibu merupakan turunnya ruh dari alam malakut ke alam dunia dan kerusakan, dan penyebab terjadinya tubuh adalah kedua orang tua. Sedangkan guru adalah penyebab naiknya ruh manusia dari alam fana’ ke alam baqa’ lantaran menyempurnakan dengan mengajarkan mengenal Tuhan.

As-Syaikh Al-Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy pernah berkata; “…Guru-guru kami berkata; Barangsiapa yang ingin putranya menjadi orang alim, maka hendaklah ia menghormati orang asing dari kalangan ahli fikih, memuliakan, mengagungkan dan memberi mereka hadiah walapun sedikit. Jika anaknya belum juga menjadi orang alim, maka cucunyalah yang akn menjadi orang alim…

Termasuk menghormati guru yaitu: Tidak berjalan di depan gurunya; Tidak duduk di tempat duduk gurunya. Tidak memulai berbicara di hadapan gurunya kecuali ada ijin darinya; Tidak banyak bicara di hadapan gurunya; Tidak bertanya sesuatupun ketika gurunya sedang jenuh; Menjaga waktu yang telah ditentukannya untuk belajar; Tidak mengetuk pintu, tapi bersabarlah hingga gurunya itu keluar.

Sehingga, yang harus dilakukan seorang pelajar adalah :

  1. Senantiasa mencari keridlaan gurunya.
  2. Menjauhi hal-hal yang menimbulkan kemurkaan gurunya.
  3. Mematuhi segala perintah gurunya kecuali dalam hal berma’siat kepada Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya tidak boleh ta’at kepada seorang makhluk pun dalam hal berma’siat kepada sang Khaliq.

Disadur:
Kitab Syarah Ta’lim Al-Muta’allim, Syaikh Az-Zarnuji Pasal Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

DERMAWAN DAN TIDAK BAKHIL

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
—

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbih ajma’ien.

Renungan Jum’at
4 RABI’UTS-TSANI 1442 H
QS.SABA’ : 39

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “…Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya…”

Saudara-saudari sekalian,

  • Dermawan itu tanda iman, Bakhil itu tanda kurang beriman.
  • Dermawan itu tanda syukur, Bakhil itu tanda kufur.
  • Dermawan itu tanda cinta, Bakhil itu tanda benci.
  • Dermawan itu kemuliaan, Bakhil itu kehinaan.
  • Dermawan itu selamat, Bakhil itu celaka.
  • Dermawan itu sadar, Bakhil itu mabuk.
  • Dermawan itu pemberani, Bakhil itu pengecut.
  • Dermawan itu pemenang, Bakhil itu pecundang.
  • Dermawan itu merdeka, Bakhil itu terjajah.
  • Dermawan itu bahagia, Bakhil itu galau.
  • Dermawan itu sejahtera, Bakhil itu sengsara.
  • Dermawan itu solusi, Bakhil itu problem.
  • Dermawan itu pendidikan, Bakhil itu kurang terdidik.
  • Dermawan itu kemauan yang baik, Bakhil itu kemauan yang keliru.
  • Dermawan itu mengokohkan persaudaraan, Bakhil itu meruntuhkannya.

PAKSA DIRI BERBAGI & PEDULI.

JUM’AT MUBARAK.
Ya Rahman,
Anugrahi kami untuk selalu berbagi dan berderma, jauhkan dari kebakhilan atas rezekiMU.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

FOKUSLAH PADA KONTRIBUSI AMAL

Oleh: Adhan Sanusi, Lc
==========

Allah hadirkan kita kedunia untuk melihat siapa yang AHSANU AMALA (Kontribusi Amalnya paling baik)
(ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَیَوٰةَ لِیَبۡلُوَكُمۡ أَیُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلࣰاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡغَفُورُ)
[Surat Al-Mulk 2]

Bagaimana kita tahu bahwa Kontribusi Amal kita itu sudah AHSAN (terbaik)?
Yaitu saat niat dan fokus kita kepada AMAL bukan pada pribadi diri kita sendiri.

Apa yang di maksud dengan KONTRIBUSI AMAL? Semua aktifitas yang kita persembahkan untuk Agama ini. Bekerja di berbagai lini kehidupan, menuntut ilmu, mengajar, dan cita-cita dakwah.

Orang yang fokusnya pada KONTRIBUSI AMAL, akan mudah Ikhlas dan bahagia, sebab tidak ada lagi ruang untuk masalah pribadi. Tidak ada masalah saat dirinya tidak di anggap, dilecehkan, tidak di hargai, karena yang paling penting bisa beramal karena Allah. Tidak masalah pribadinya secara fisik tidak nyaman di dunia, selama bisa ber kontribusi Amal.

Orang yang fokusnya pada KONTRIBUSI AMAL, mengukur bersama atau tidaknya dengan orang lain: berteman, menikah, berorganisasi tentu ukurannya apakah semua itu akan menjadikan kita bisa melipatgandakan KONTRIBUSI AMALNYA. Fokusnya adalah pada cita cita besar AMAL DAKWAHNYA.

Itulah yang dikerjakan para ulama besar dengan karya-karya besar mereka untuk ummat ini. Cita-cita besar mereka pada ummat membuat mereka tidak sempat memikirkan diri mereka sendiri. Mereka telah selesai dengan dirinya.

Sedangkan saya masih tertatih-tatih melepaskan diri dari ego diri yang masih lebih mendominasi dan mengkrangkeng diri dari fokus pada KONTRIBUSI AMAL. Sehingga hidup gampang sumpek, gampang capek, gampang tersinggung, tidak Ikhlas dan tidak bahagia, karena ukurannya masih diri sendiri. Kenyamanan diri menjadi prioritas utama daripada cita cita Agama.

نستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم و اتوب اليه.

#Refleksi_diri #Metode_Wafa #Metode_Otak_Kanan

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan