Pendidik Itu Kasih Sayang

Oleh: Adhan Sanusi,Lc

Hari itu adalah waktunya para wali murid berkumpul, untuk menerima raport anak-anak mereka. rata rata mereka dari kalangan berpendidikan.

Tiba-tiba masuk seorang laki-laki kumuh, bau keringat, terlihat gurat gurat perjuangan melawan kemiskinan di wajahnya dan penampilannya. Dengan penuh kikuk ia masuk dan mencari tempat duduk paling belakang. Namanya pak Ahmad salah satu dari wali murid sekolah tersebut.

Sang kepala sekolah bertanya kepada para orang tua, bagaimana mereka  menjadikan anak-anak mau belajar di rumah.

Ada yang menjawab dengan di kontrol ketat. Ada yang bercerita di atur jadwal mainnya, ada yg meng iming-imingi hadiah dll.

Lalu kepala sekolah berkata: ” Luar biasa usaha bapak ibu untuk mensukseskan anak anak ibu. Sekarang saya minta salah seorang wali murid yang anaknya selalu langganan juara di sekolah ini. Monggo pak Ahmad…!

Mendengar namanya di panggil, ia terkejut. Agak ragu ragu dia maju kedepan. Anaknya memang selalu juara di sekolahnya.

“Pak Ahmad, bagaimana bapak membuat anak bapak rajin belajar?” Tanya sang kepala sekolah.

“Saya tidak melakukan apa-apa, kecuali kalau malam habis kerja saya menemaninya belajar sambil sesekali ngajak ngobrol.”

“Pernah anak saya bertanya: emang bapak paham apa yang aku kerjakan? Saya jawab: tidak, cuma saya tahu Pelajaran itu sulit atau tidak. Gmna tahunya? Ya kalau kamu sudah sering mengernyitkan dahi itu berarti sulit.”

“Anak saya juga sering menemani saya kerja, saya tanya dia: Nak, engkau lihat gedung tinggi yang sedang bapak kerjakan ini? Ya ayah.

Mana  yang mau engkau pilih, menjadi pekerja seperti ayah, atau menjadi orang yang memimpin gedung ini.?..anak saya dengan mantab menjawab menjadi pemimpin gedung…

Kalau begitu… belajarlah yang rajin nak…jgn seperti ayah..yg sudah terlambat ini.”

Tepuk tangan riuh dari para wali murid yang lain begitu pak Ahmad selesai bercerita.

Entah apa yang ada di benak mereka. Termasuk di benak kita.

 

(Di tulis kembali dari kisah yg pernah saya baca)

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Kelola “Marah” Dalam Rumah Tangga

KELOLA “MARAH” DALAM RUMAH TANGGA.

Oleh: K.H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.


Bismillah

Lakal hamdu ya Rob, usholli wa usallimu ‘ala Habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

16 JUMADITS-TSANI 1442 H

QS.ALI-IMRON : 133-136

Saudara-saudari sekalian,

  • Rasa marah antar suami isteri adalah wajar selama tidak mengantar kepada dosa, tidak berlebihan dan tidak berlangsung lama.
  • Demikian pula dengan rasa marah antara orang tua dengan anak, antar saudara, antara menantu dengan mertua, dst.
  • Rasa marah itu bersumber dari kekecewaan.
  • Kekecewaan disebabkan oleh harapan yang belum tercapai.
  • Rasa marah itu bisa bersifat pendidikan jika digunakan dengan benar dan baik, bisa efektif merubah kepada yang lebih baik.
  • Tapi, bagaimanapun orang yang merasa dimarahi, tentu merasakan perasaan yang tidak membahagiakan.

    Karena itu, diperlukan solusi ini :

  • “Jangan marah kepada orang yang marah kepada kita”.
  • Membalas marah dengan marah, bukanlah sikap yang baik, terutama dalam lingkup rumah tangga dan keluarga.
  • Memarahi orang yang sedang marah kepada kita, bukanlah solusi bijak.


BERSAMA KITA SEMAKIN BIJAK.

SEMANGAAAT


Ya Rahman,

Karuniai kami “sabar” dalam kelola dinamika hidup berumah tangga

 

Gambar oleh Mirko Bozzato dari Pixabay

Adab Membaca Al-Qur’an

Oleh: Mashuda, S.Pd.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi orang yang membaca Al-Qur’an

  1. Ikhlas

wajib bagi orang yang membaca Al-Qur’an untuk ikhlas, memelihara etika ketika berhadapan dengannya, hendaknya ia  menghadirkan perasaan dalam dirinya bahwa ia tengah bermunajat pada Allah Swt.

  1. Membersihkan Mulut

Jika hendak membaca Al-Qur’an hendaknya ia membersihkan mulutnya dengan siwak atau lainnya dan siwak yang berasal dari kayu arok lebih utama, bisa juga dengan jenis kayu-kayuan lain, atau dengan sobekan kain, garam abu (alkali), atau lainnya.

  1. Dalam Kondisi Suci

Sebaiknya orang yang hendak membaca Al-Qur’an berada dalam kondisi suci dan boleh jika ia dalam keadaan berhadats berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Imam Haramain berkata: “Tidak dikatakan bahwa ia melakukan suatu hal yang makruh tetapi ia meninggalkan sesuatu yang lebih afdhal. Jika ia tidak memenukan air maka hendaknya ia bertayamum, untuk wanita yang biasa istihadhah ia dihukumi sebagaimana orang yang berhadats.

  1. Tempat Yang bersih

Hendaknya membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih dan nyaman, mayoritas ulama lebih suka kalau tempatnya di masjid. Asy-Sya’bi berkata: “Makruh membaca  Al-Qur’an di tiga tempat: kamar mandi, kakus, dan tempat penggilingan yang tengah beroperasi.”

  1. Memulai Qiraah dengan Ta’awudz

Ketika ingin membaca Al-Qur’an disyariatkan untuk berta’awudz, yaitu dengan membaca:

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

 

  1. Membaca dengan Tartil

Hendaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

 

  1. Menghormati Al-Qur’an

Termasuk perkara yang perlu diperhatikan dan sangat ditekankan adalah penghormatan terhadap Al-Qur’an. Diantara penghormatan terhadap Al-Qur’an, yaitu menghindari tertawa, bersorak-sorai, dan berbincang-bincang di sela-sela qiraah kecuali perkataan yang mendesak. Sebagai praktek  dari firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

 


Disadur dari kitab “
At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur’an.”

 

Selembar kertas dan Beban kehidupan

Oleh: H. Mohamad Yamin

Sahabat Al-Qur’an yang berbahagia

Selembar kertas,  ketika selembar kertas itu kita angkat selama satu menit sungguh sangat terasa ringan, namun ketika diangkat kembali selama 1 jam, saat itu jari-jari tanganku bergetar. Dalam bayangan fikiran kita kertasnya cuman selembar, namun ternyata kertas ini bisa membuat jari-jari tangan tidak kuat dan  ingin melepaskannya. Apalagi jika selembar kertas ini diangkat selama 10 jam,  ternyata sebelum 10 jam jari-jari ditangan kita sudah tak sanggup lagi untuk menjepit kertas yang hanya selembar saja.

Sahabat Al-Qur’an, kalau kita analogikan selembar kertas dengan sebuah masalah yang menimpa diri kita, sungguh ternyata masalah itu berat dan ringannya bukan terletak pada kecil atau besarnya masalah yang kita hadapi, namun seberapa lama kita menyelesaikannya.

Ketika kita memiliki masalah kecil lalu kita biarkan masalah itu berlarut-larut, maka masalah kecil itu akan menjadi masalah besar bagi diri kita, dan begitu juga ketika kita memiliki masalah besar namun segera kita selesaikannya, maka masalah besar itu akan menjadi ringan bagi diri kita.

Allah SWT ternyata sudah memberikan resep kepada kita

QS Al Insyirah : 5-6

“sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (5-6).

Peristiwa perang khandaq :

Perang yang mana kaum muslimin dalam kondisi sangat mencekam, musuh berjumlah 10.000 pasukan, sedangkan jumlah kaum muslimin  hanya 3000 pasukan.  Saat itu muncul ide dari Salam Al Farisi untuk sekeliling kota Madinah digali parit,  harapannya adalah agar musuh kesulitan memasuki kota Madinah. Saat menggali parit kaum muslimin mendapati sebuah batu besar yang tidak mampu memecahkannya. Peristiwa ini dilaporkan kepada Nabi, singkat cerita Nabi kemudian mengambil kapak dengan teriakan takbir kapak itu dapat memecahkan batu besar tersebut.  Saat batu besar pecah ada kilatan cahaya yang keluar dari batu tersebut.  Kata nabi kilatan pertama nanti Persia akan ditaklukkan dan kilatan kedua roma juga akan ditaklukkan.

Saya yaqin sahabat Al-Qur’an juga memiliki cerita yang tidak kalah heroiknya sebagaimana cerita perang khandaq.

Sahabat Al-Qur’an.! Dari petunjuk Allah SWT ini sangat jelas bahwa Allah dalam setiap masalah yang menimpa hambanya Allah juga memberikan kemudahan dan ini tidak hanya satu solusi namun dua solusi sekaligus, bahkan  lebih dari itu.

Sahabat Al-Qur’an! Dari sepenggal cerita di atas, Allah hendak melihat seberapa respon hamba Nya ketika menghadapi masalah, ketika hamba Nya meresponnya dengan dibarengi husnudzon (ada hikmah dibalik peristiwa) pasti Allah tidak akan tinggal diam dalam memberikan jalan keluar dari pintu yang tak terduga.

Demikian semoga masalah yang diberikan Allah kepada kita mampu membuka kebaikan-kebaikan Allah berikutnya, sehingga kita termasuk hamba yang dicintainya.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Anak-Anak Kita, Tanggung Jawab Kita

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Bismillah

Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

9 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS. IBRAHIM : 35-41

Saudara-saudari sekalian,

  • Ingat, putra-puteri kita adalah darah daging, buah hati, dan penyejuk jiwa kita.
  • Cinta dan kasih sayang kepada mereka, tertanam kuat dalam jiwa semua ibu dan ayah.
  • Bahkan tak jarang suami merasa bahwa cinta isteri kepada putera-puterinya, lebih besar dari pada cinta istri kepadanya.
  • Atau sebaliknya, isteri merasa bahwa ia selalu dipersalahkan jika putera-puterinya sakit, nakal atau bermasalah.
  • Tak jarang suami isteri berselisih karena masalah anak anaknya.
  • Iya benar, putra-puteri kita adalah ujian bagi kita.
  • Mereka adalah tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat.
  • Kita wajib optimal mendidik mereka agar menjadi generasi shaleh-shalehah.
  • Suami isteri sewajibnya sepakat untuk menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas sesuai dengan ajaran Islam, terutama dalam pendidikan Aqidah, Ibadah dan Akhlak.
  • Banyak orang tua yang berdosa besar karena melalaikan kewajiban ini.

BERSAMA KITA OPTIMALKAN PENDIDIKAN ANAK.

Ya Rahman,

Jadikan putra-putri kami generasi Robbani, yang selalu berbakti pada orangtua, bermanfaat keberadaannya buat agama,ummat dan negara.

 

—————————–
QS. IBRAHIM : 35-41

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ – ٣٥
رَبِّ اِنَّهُنَّ اَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِۚ فَمَنْ تَبِعَنِيْ فَاِنَّهٗ مِنِّيْۚ وَمَنْ عَصَانِيْ فَاِنَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ – ٣٦

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ – ٣٧

رَبَّنَآ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِيْ وَمَا نُعْلِنُۗ وَمَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ – ٣٨

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَهَبَ لِيْ عَلَى الْكِبَرِ اِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبِّيْ لَسَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ – ٣٩

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ – ٤٠

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ – ٤١

Artinya:

(35) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

(36) Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(37) Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(38) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

(39) Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

(40) Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

(41) Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Gambar oleh Bessi dari Pixabay

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

Mengatur Keuangan untuk Hidup lebih Berkah

oleh Muazzilatuz Zakiyah (Bagian Akuntansi dan Perpajakan Wafa Indonesia)

“Dan orang-orang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian”. (QS. Al-Furqon:67)

Berdasarkan potongan surat Al-Furqon ayat 67 yang menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah yang tidak berlebihan dalam mengeluarkan harta dan juga tidak kikir.

Umat Islam dianjurkan untuk dapat mengelolah keuangan dengan baik, adapun teknik sederhana yang banyak digunakan oleh masyarakat Jepang untuk mengatur keuangan tanpa aplikasi, tanpa teknologi digital, dan tanpa perhitungan matematika yang rumit yakni “Teknik Kakeibo”. Meskipun teknik ini terkenal di negara yang mayoritas bukanlah muslim  bukan berarti kita sebagai umat muslim tidak bisa menggunakan teknik ini. Berikut cara menerapkan teknik mengatur keuangan “kakeibo” tanpa meninggalkan unsur-unsur syariah islam:
Tradevision Canada delivers AI-powered trading in crypto, Forex, stocks, and CFDs—with over 200% return potential. Tradevision Review

  1.   Mencatat semua pemasukan secara rinci
  2.   Mencatat kebutuhan secara rinci
  3.   Sisihkan dana untuk zakat dan sedekah
  4.   Sisihkan untuk tabungan dan dana darurat
  5.   Siapkan amplop untuk masing-masing pos pengeluaran
  6.   Mencatat semua pengeluaran harian
  7.   Cek antara rencana pengeluaran dan realisasi

Adapun untuk pos pengeluaran bisa dibagi menjadi 4 , yaitu:

  1.       Kebutuhan pokok, meliputi : makan, transportasi, obat-obatan
  2.       Kebutuhan Sekunder meliputi: makan diluar atau restoran, belanja, atau rokok
  3.       Culture/Tambahan Wawasan meliputi: buku, film, majalah
  4.       Extra/Pengeluaran Tambahan) meliputi, hadiah pernikahan teman, kado dll.

Sederhana bukan teknik mengatur keuangan ini?. Namun perlu kita pahami sesederhana apapun teknik mengatur keuangan jika tidak dilandasi dengan komitmen dan disiplin maka tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Keluarga Qur’ani, Impian Kami

Alhamdulillah telah terselenggara Online Qur’anic Parenting pada hari Sabtu, 9 Januari 2021. Parenting ini diselenggarakan oleh SDIT Nurul Fikri Sidoarjo dan trainer kali ini adalah Ust Dody Tisna Amijaya, M.Pd.

Wafa juga turut memberikan program Quranic Parenting kepada para mitra kami untuk memotivasi para walimurid mendampingi & mendukung putra-putri belajar dari rumah. Ini sangat penting agar capaian belajar Al-Quran dapat semakin maksimal meskipun dilaksanakan secara online seperti tuntunan proses pendidikan saat ini.

Ikuti akun media sosial Wafa:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Kuatkan Pondasi Rumah Tangga

KUATKAN PONDASI RUMAH TANGGA

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

 

Bismillah

Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

2 JUMADITS-TSANI 1442 H

QS.AN-NISA’ : 34-35

KUATKAN PONDASI RUMAH TANGGA..!

Saudara saudari sekalian,

  • Rumah tangga akan goyah jika pondasinya lemah.
  • Suami isteri akan bertengkar karena berbeda pendapat.
  • Padahal beda pendapat dapat diatasi kalau keyakinannya sama.
  • Keyakinan inilah yang perlu disepakati dan diperkuat, agar semua perbedaan dapat lebur dalam kesatuan keyakinan yang kuat.

Dasar-dasar keyakinan itu antara lain:

  1. Suami isteri dipertemukan oleh Allah dalam ikatan suci, adalah nikmat yang wajib selalu disyukuri.
  2. Rumah tangga adalah ibadah yang membahagiakan, dalam rangka meraih ridha Allah SWT.
  3. Ibadah & shalat yang rutin dan ikhlas, rasa cinta yang diungkapkan, serta keterbukaan dalam bingkai komunikasi yang indah, harus jadi kebiasaan setiap saat.
  • Jika ketiga point ini dijadikan kebiasaan dan acuan bersama, insya Allah rumah tangga kita akan kokoh.
  • Untuk mencapai kekokohan dan kebahagiaan berumah tangga,maka kita terus belajar dan saling memotivasi.

BERSAMA KITA TERUS BELAJAR

JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,

Kuatkan iman kami dan iman seluruh keluarga kami

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

Puzzle-Puzzle Kehidupan di Dalam Diri

Oleh Adhan Sanusi, Lc.

Setiap diri kita itu tersimpan puzzle-puzzle kehidupan. Apa itu? Yaitu berbagai macam masalah,  realita, dan keinginan diri yang tercampur jadi satu dalam sebuah kerangjang fikiran.

Apa yang di maksud dengan masalah? Masalah adalah jarak antara keinginan  dan realita saat ini. Misalnya ingin ke Jakarta, saat ini ada di Surabaya. Ketika tidak bisa ke Jakarta karena berbagai hal, itulah yang di sebut masalah.

Ruwetnya kehidupan itu karena kita tidak bisa memilah dan memilih masalah mana terlebih dahulu yang harus dikerjakan atau diselesaikan. Mana yang hal yang strategis mana yang kurang strategis. Mana yang prioritas mana yang bukan, mana yang penting, mana yang lebih penting.

Ketidakmampuan pembacaan terhadap masalah diri ini mengakibatkan kaburnya langkah-langkah yang harus di kerjakan. Tidak ada kejelasan pekerjaan yang dilakaukan sedang menuju kemana? Butuh berapa lama? Efek hal tersebut membuat target-target tidak jelas sehingga menjadikan waktunya murah sekali untuk dilewati begitu saja tanpa satuan amal yang jelas.

Banyak waktu habis oleh HP yang hasilnya juga tidak jelas terhadap tercapai keinginan/target besarnya.

Ketidakmampuan pembacaan terhadap diri sendiri ini bermuara kepada satu hal: Tidak mampu menemukan GOAL BESAR  dalam hidupnya. Goal/target yang akan menyedot seluruh energi untuk di arahkan kepadanya. Goal tidak harus selalu bersifat materi, bisa jadi berupa nilai diri, namun poweful.

Karena itu, kemampuan pembacaan diri ini sangat menentukan kejelasan masalah pribadinya, kejelasan langkah, kejelasan waktu, kejelasan sumber daya dll.

Dalam pembacaan diri ini setiap kita di lahirkan dengan kemampuan berbeda-beda. Ada yang Allah mudahkan sejak awal menemukan goalnya yang sangat jelas. Sejak awal dia sudah bisa mengkondisikan dirinya, waktunya dan seluruh sumberdaya untuk memenuhi GOAL BESAR nya tersebut. Orang seperti ini biasanya menjadi orang besar pengaruh dan manfaat kepada ummat.

Menemukan GOAL BESAR sampai terang benderang seperti tersebut, tidaklah mudah. Setidaknya ada dua cara yang bisa di lakukan:

  1. Melalui kontemplasi atau perenungan yang mendalam sampai GOAL BESAR tersebut terang benderang. Langkah-langkahnya jelas. Biasanya yang seperti ini butuh lama, pasang surut, butuh energi besar melawan nafsu diri sendiri, melawan kebiasaan lama yang tidak selaras dengan tujuan.
  2. Melalui bimbingan orang yang paham, yang biasa di sebut ilmu coaching. Nah ini insya Allah akan memudahkan. Karena akan di tuntun sampai bisa berjalan sendiri.

وَفِیۤ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” [Surat Adz-Dzariyat 21]

Bashirah adalah melihat dengan mata hati, penglihatan bathin akan melihat kesemestaan kekuasaan-Nya, lalu melihat posisi dirinya, dan peran apa yang akan dipersembahkan di hadapan-Nya.

Jiwa jiwa kepemimpinan itu pasti melalui jalan perenungan ini.

Mudahkan kami ya Rabb meniti jalanmu. Aamiin ya Rabb.

Wallahu A’lam.

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Rumah Tangga Itu Keadlian

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Saudara saudari sekalian,

  • Membangun rumah tangga Islami berarti membangun sikap adil dalam perhatian, pembagian, dan pemberian.
  • Adil terhadap diri sendiri dan pasangan.
  • Adil terhadap pasangan dan anak-anak kita.
  • Adil terhadap semua anak.
  • Adil terhadap orang tua dan mertua.
  • Adil terhadap semua orang yang berada di bawah tanggung jawab kita.
  • Adil terhadap tetangga.
  • Adil terhadap saudara-saudara dan ipar-ipar.

 

  • Banyak pasangan suami isteri yang mengabaikan kewajiban adil ini.
  • Banyak problem rumah tangga bersumber dari perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh pihak tertentu dalam keluarga.
  • Banyak pasangan yang lebih memperhatikan mertua dari pada orang tuanya sendiri.
  • Ada juga yang lebih banyak berkorban untuk orang tua dari pada untuk mertuanya dalam kondisi mereka yang sama.
  • Banyak yang lebih besar perhatiannya kepada ipar dari pada kepada saudara sekandung, dalam kondisi normal, dan seterusnya.
  • Sungguh keadilan itu memerlukan kesadaran, kemauan dan perjuangan.

 

BERSAMA KITA SELALU BERSIKAP ADIL DALAM KELUARGA.

 

Ya Rahman,
Bimbing kami untuk selalu adil dalam hidup berkeluarga.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Fanpage Facebook https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan