Membangun Suami Istri yang Romantis dalam Islam

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
30 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS.AL-FURQON : 74

MEMBANGUN SUAMI ISTERI YANG ROMANTIS DALAM ISLAM

Saudara-sadari sekalian,

  • Banyak pasangan suami-isteri yang sedang mengalami badai rumah tangga.
  • Mereka sering bertengkar, saling mempersalahkan, tak ada yang mau mengalah, karena masing-masing merasa benar.
  • Berikut ini beberapa kiat mencegah dan menyelesaikan problem suami isteri:
  1. Shalat Tahajjud berjamaah.
  2. Berjalan bergandengan tangan ke masjid.
  3. Membaca Al-Quran & surat Al-Mulk bersama, setiap malam.
  4. Saling cium tangan, cium dahi, sambil mengucapkan; “Aku cinta dan sayang padamu karena Allah”.
  5. Makan bersama sambil sesekali saling menyuapi.
  6. Saling membantu mencuci pakaian, menyeterika, dll.
  7. Saling memuji dan berterima kasih.
  8. Saling mendo’akan keberkahan.
  9. Menjaga kebersihan, menjaga kelembutan dan hangat dalam bersikap, selalu harum serta saling menyenangkan.

JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,

Jadikan kami pasangan suami-istri yang selalu Kau ridhoi & berkahi di dunia dan di akhirat.

Dunia Itu Sangat Penting untuk Kehidupan Akhirat

Oleh Adhan Sanusi

Mohon membaca sampai selesai agar tidak salah faham.

Memandang dunia itu bergantung dari sisi mana kita melihatnya. Sisi buruknya atau sisi baiknya atau kedua sisinya. Kalau memandang dari sisi buruknya, maka dunia menjadi tidak penting, kalau dari sisi baiknya, dunia sangat penting, kalau dari kedua sisinya, dunia itu Sangat penting dan juga tidak penting.

Tidak penting karena dunia tempat hidup sementara, penting karena dunia adalah tempat hidup saat ini untuk bekal. Sangat penting untuk bekal dan tidak penting untuk jadi tujuan hidup.

Tapi kalau di bandingkan dengan ke hidupkan di akhirat, dunia ini sangat kecil dan remeh. Tetpj yang menjadi penentu kehidupan selanjutnya?
Mari kita berkalkulasi, الدنيا مزرعة الآخرة. Dunia itu tempat menanam, akhirat itu tempat memanen. Dunia itu sebab dan akhirat itu akibat dari kehidupan dunia.

Maka kalau di tanya, lebih penting mana menanam atau memanen? Lebih penting mana menjadi sebab atau akibat?

Tentu jawabannya sudah kita ketahui: Sama-sama penting, karena pentignya dunia terkait erat dengan akhiran. Pentingnya menanam di dunia, karena harapan memanen di akhirat. Pentingnya sebab karena adanya akibat yg pasti.
DUNIA menjadi sangat penting karena ia adalah kunci penentu sukses tidaknya nanti di akhirat.

Karena dunia itu sangat penting untuk menanam, maka hidup di dunia ini harus fokus pada apa yang harus kita tanam. Yaitu menanam amal ibadah dan amal kebaikan pada sesama.

Itulah pentingnya dunia. Adapun sisi negatif dunia itu agar kita hati hati dalam menanam dan menjadi fokus pada sisi baik dunia sebagai tempat kontribusi amal.

Wallahu A’lam.

5 Kiat Sukses Mendidik Anak

Oleh: K.H. Muhammad Shaleh Drehem

Bismillah
Alhamdulillah, ash-sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa  shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
23 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS.LUQMAN : 13-19

Mewujudkan anak shaleh-shalehah, memerlukan perjuangan agar bisa mengundang rahmat dan berkah Allah SWT. Perjuangan ini menuntut terpenuhinya paling tidak lima syarat, yaitu :

  1. Kemauan keras dan ikhlas untuk mendidik anak menjadi shaleh-shalehah.
  2. Kesepakatan suami/isteri dalam cara didik anak yang tepat.
  3. Teladan keshalehan dari orang tua.
  4. Konsistensi dalam mendidik anak disertai hati penuh cinta dan sikap bijak.
  5. Lingkungan dan pergaulan anak yang mendukung pendidikan keshalehan.

Banyak suami dan isteri yang tidak sepenuh hati mengharapkan anak mereka menjadi shaleh.
Banyak pula yang terlalu “memaksakan” pendidikan keshalehan sehingga caranya menjadi tidak bijak.
Banyak yang mengharap keshalehan anak tumbuh dari lingkungan pergaulannya yang tidak shaleh.

BERSAMA KITA BERSEMANGAT DAN BERJUANG MENJADIKAN ANAK KITA SEBAGAI ANAK SHALEH.

JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Jadikan putra dan putri kami generasi Robbani yang berbakti pada orang tua, bermanfaat buat ummat dan agama.

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Bersahabat dengan Al-Qur’an

oleh : Wawan Fitriono, S.Pd.I

Al Qur’an merupakan anugerah terindah dan terbesar dari Sang Maha Pencipta kepada umat manusia. Mengimaninya adalah satu keharusan yang tidak boleh diabaikan. Apa jadinya manusia jika tidak diturunkan al-Qur’an? Dan apa jadinya kehidupan manusia jika al-Qur’an diabaikan?

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah Thaaha (20), ayat 124-126, terjemahannya adalah:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (۱۲٤) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (١٢٥) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آَيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى(۱۲٦)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”.

Ayat diatas menjadi pengingat bagi kita untuk tidak berpaling dan mengabaikan peringatan Allah SWT yang tercantum melalui kitab suci-Nya yaitu Al Qur’an. Kecelakaanlah bagi orang-orang yang berpaling dan mengabaikannya.

Barang siapa yang berpaling dari petunjuk Allah SWT, mendurhakai perintah Nya, mengingkari dan menentang apa yang Allah SWT turunkan kepada Rasulullah, maka ia akan ditimpa kehidupan yang sempit di dunia, jauh dari rasa tenang, dadanya sesak dan selalu gelisah, meski lahirnya nampak serba cukup bahkan mewah.

Kelak di akhirat ia akan dibangkitkan kembali dan dikumpulkan di Mahsar dalam keadaan buta.

Jika ia mengadu: ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkan aku dalam keadaan buta? Padahal dahulu aku bisa melihat. ” Tuhan akan menjawab: ” karena engkau telah berpaling dari petunjuk Ku, melanggar perintah Ku dan mengabaikan ayat- ayat Ku, serta lupa atau pura – pura lupa akan adanya hari kiamat ini. Maka engkau sekarang dilupakan sebagai pembalasan terhadap sikapmu itu.

Mengapa Harus Bersahabat dengan al-Qur’an?

Bersahabat dengan Al Qur’an merupakan perwujudan dari interaksi kita dengannya dan interaksi kita dengan Al Qur’an merupakan salah satu bentuk Konsekwensi keimanan kita kepadanya. Kesadaran akan pentingnya al-Qur’an inilah yang menjadi dasar mengapa kita perlu bersahabat dengan Al Qur’an.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” (HR. Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).

Hadits ini memberikan pelajaran bahwa, salah satu keutamaan menjadikan al-Qur’an sebagai sahabat di dunia ini adalah memperoleh syafa’at al-Qur’an. Syafa’at adalah merupakan kebutuhan utama setiap Muslim di akhirat, sebab dengan syafa’at, Allah akan memasukkan ia ke dalam syurga-Nya.

Al-Qur’an juga akan menentramkan hati bagi orang-orang beriman yang sering berinteraksi dengannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah diantara rumah-rumah Allah ta’ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka diantara malaikat yang ada di sisiNya.” (HR. Abu Daud, No.1243)

Sebaik-baik sahabat adalah al-Qur’an yang dengannya akan membuat hati kita tentram, bahagia dan kelak al-Qur’an akan menjadi pembela kita di hari kiamat kelak.

Tips Bersahabat dengan Al-Qur’an

  1. Menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan harian. Membaca al-Qur’an adalah langkah awal dalam berinteraksi dengannya. Al-Qur’an hendaknya menjadi bacaan utama kita setiap hari. Ada target bacaan harian dan target kapan kita bisa mengkhatamkannya sesuai dengan kemampuan kita.
  2. Mendengarkan bacaan al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering meminta sahabat untuk membacakan al-Qur’an untuknya. Saat ini selain bisa mendengarkan bacaan qari secara langsung, banyak alat atau fasilitas elektronik dimana kita bisa mendengarkan bacaan al-Qur’an. Jika mendengar musik atau hal-hal lain yang hanya mengeraskan hati maka mendengarkan bacaan al-Qur’an justru akan menentramkan hati.
  3. Meluangkan waktu secara khusus untuk mentadabburinya (memahami dan mengkajinya). Ayat-ayat Al-Qur’an akan semakin menyentuh hati kita saat kita mengetahui maknanya. Selain bisa mengetahui makna al-Qur’an dari buku-buku tafsir, kitapun bisa mengikuti halaqah-halaqah kajian al-Qur’an.
  4. Mengamalkannya, yakni mengejawantahkan ajaran-ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikannya rujukan disamping hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dalam amalan ibadah maupun dalam hal muamalah dan lainnya.
  5. Berusaha untuk menghafal al-Qur’an. Mulai dari ayat atau surah-surah yang mudah untuk kita hafal. Kesibukan ataupun faktor umur tidak menjadi penghalang asalkan kita mempunyai kemauan kuat untuk “menyimpan” al-Qur’an di dalam dada-dada kita. Banyak perangkat dan metode yang akhir-akhir ini berkembang yang bisa menjadi sarana buat kita untuk menghafal al-Qur’an.
  6. Mendakwahkannya, yaitu menjadikan sebagai bahasan dan referensi utama dalam berdakwah.
  7. Memperjuangkan agar isinya menjadi rujukan utama dalam kehidupan

Semoga kita termasuk ahlul Qur’an. Wallahu Ta’ala a’lam.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Pendidik Itu Kasih Sayang

Oleh: Adhan Sanusi,Lc

Hari itu adalah waktunya para wali murid berkumpul, untuk menerima raport anak-anak mereka. rata rata mereka dari kalangan berpendidikan.

Tiba-tiba masuk seorang laki-laki kumuh, bau keringat, terlihat gurat gurat perjuangan melawan kemiskinan di wajahnya dan penampilannya. Dengan penuh kikuk ia masuk dan mencari tempat duduk paling belakang. Namanya pak Ahmad salah satu dari wali murid sekolah tersebut.

Sang kepala sekolah bertanya kepada para orang tua, bagaimana mereka  menjadikan anak-anak mau belajar di rumah.

Ada yang menjawab dengan di kontrol ketat. Ada yang bercerita di atur jadwal mainnya, ada yg meng iming-imingi hadiah dll.

Lalu kepala sekolah berkata: ” Luar biasa usaha bapak ibu untuk mensukseskan anak anak ibu. Sekarang saya minta salah seorang wali murid yang anaknya selalu langganan juara di sekolah ini. Monggo pak Ahmad…!

Mendengar namanya di panggil, ia terkejut. Agak ragu ragu dia maju kedepan. Anaknya memang selalu juara di sekolahnya.

“Pak Ahmad, bagaimana bapak membuat anak bapak rajin belajar?” Tanya sang kepala sekolah.

“Saya tidak melakukan apa-apa, kecuali kalau malam habis kerja saya menemaninya belajar sambil sesekali ngajak ngobrol.”

“Pernah anak saya bertanya: emang bapak paham apa yang aku kerjakan? Saya jawab: tidak, cuma saya tahu Pelajaran itu sulit atau tidak. Gmna tahunya? Ya kalau kamu sudah sering mengernyitkan dahi itu berarti sulit.”

“Anak saya juga sering menemani saya kerja, saya tanya dia: Nak, engkau lihat gedung tinggi yang sedang bapak kerjakan ini? Ya ayah.

Mana  yang mau engkau pilih, menjadi pekerja seperti ayah, atau menjadi orang yang memimpin gedung ini.?..anak saya dengan mantab menjawab menjadi pemimpin gedung…

Kalau begitu… belajarlah yang rajin nak…jgn seperti ayah..yg sudah terlambat ini.”

Tepuk tangan riuh dari para wali murid yang lain begitu pak Ahmad selesai bercerita.

Entah apa yang ada di benak mereka. Termasuk di benak kita.

 

(Di tulis kembali dari kisah yg pernah saya baca)

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Kelola “Marah” Dalam Rumah Tangga

KELOLA “MARAH” DALAM RUMAH TANGGA.

Oleh: K.H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.


Bismillah

Lakal hamdu ya Rob, usholli wa usallimu ‘ala Habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

16 JUMADITS-TSANI 1442 H

QS.ALI-IMRON : 133-136

Saudara-saudari sekalian,

  • Rasa marah antar suami isteri adalah wajar selama tidak mengantar kepada dosa, tidak berlebihan dan tidak berlangsung lama.
  • Demikian pula dengan rasa marah antara orang tua dengan anak, antar saudara, antara menantu dengan mertua, dst.
  • Rasa marah itu bersumber dari kekecewaan.
  • Kekecewaan disebabkan oleh harapan yang belum tercapai.
  • Rasa marah itu bisa bersifat pendidikan jika digunakan dengan benar dan baik, bisa efektif merubah kepada yang lebih baik.
  • Tapi, bagaimanapun orang yang merasa dimarahi, tentu merasakan perasaan yang tidak membahagiakan.

    Karena itu, diperlukan solusi ini :

  • “Jangan marah kepada orang yang marah kepada kita”.
  • Membalas marah dengan marah, bukanlah sikap yang baik, terutama dalam lingkup rumah tangga dan keluarga.
  • Memarahi orang yang sedang marah kepada kita, bukanlah solusi bijak.


BERSAMA KITA SEMAKIN BIJAK.

SEMANGAAAT


Ya Rahman,

Karuniai kami “sabar” dalam kelola dinamika hidup berumah tangga

 

Gambar oleh Mirko Bozzato dari Pixabay

Adab Membaca Al-Qur’an

Oleh: Mashuda, S.Pd.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi orang yang membaca Al-Qur’an

  1. Ikhlas

wajib bagi orang yang membaca Al-Qur’an untuk ikhlas, memelihara etika ketika berhadapan dengannya, hendaknya ia  menghadirkan perasaan dalam dirinya bahwa ia tengah bermunajat pada Allah Swt.

  1. Membersihkan Mulut

Jika hendak membaca Al-Qur’an hendaknya ia membersihkan mulutnya dengan siwak atau lainnya dan siwak yang berasal dari kayu arok lebih utama, bisa juga dengan jenis kayu-kayuan lain, atau dengan sobekan kain, garam abu (alkali), atau lainnya.

  1. Dalam Kondisi Suci

Sebaiknya orang yang hendak membaca Al-Qur’an berada dalam kondisi suci dan boleh jika ia dalam keadaan berhadats berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Imam Haramain berkata: “Tidak dikatakan bahwa ia melakukan suatu hal yang makruh tetapi ia meninggalkan sesuatu yang lebih afdhal. Jika ia tidak memenukan air maka hendaknya ia bertayamum, untuk wanita yang biasa istihadhah ia dihukumi sebagaimana orang yang berhadats.

  1. Tempat Yang bersih

Hendaknya membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih dan nyaman, mayoritas ulama lebih suka kalau tempatnya di masjid. Asy-Sya’bi berkata: “Makruh membaca  Al-Qur’an di tiga tempat: kamar mandi, kakus, dan tempat penggilingan yang tengah beroperasi.”

  1. Memulai Qiraah dengan Ta’awudz

Ketika ingin membaca Al-Qur’an disyariatkan untuk berta’awudz, yaitu dengan membaca:

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

 

  1. Membaca dengan Tartil

Hendaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

 

  1. Menghormati Al-Qur’an

Termasuk perkara yang perlu diperhatikan dan sangat ditekankan adalah penghormatan terhadap Al-Qur’an. Diantara penghormatan terhadap Al-Qur’an, yaitu menghindari tertawa, bersorak-sorai, dan berbincang-bincang di sela-sela qiraah kecuali perkataan yang mendesak. Sebagai praktek  dari firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

 


Disadur dari kitab “
At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur’an.”

 

Selembar kertas dan Beban kehidupan

Oleh: H. Mohamad Yamin

Sahabat Al-Qur’an yang berbahagia

Selembar kertas,  ketika selembar kertas itu kita angkat selama satu menit sungguh sangat terasa ringan, namun ketika diangkat kembali selama 1 jam, saat itu jari-jari tanganku bergetar. Dalam bayangan fikiran kita kertasnya cuman selembar, namun ternyata kertas ini bisa membuat jari-jari tangan tidak kuat dan  ingin melepaskannya. Apalagi jika selembar kertas ini diangkat selama 10 jam,  ternyata sebelum 10 jam jari-jari ditangan kita sudah tak sanggup lagi untuk menjepit kertas yang hanya selembar saja.

Sahabat Al-Qur’an, kalau kita analogikan selembar kertas dengan sebuah masalah yang menimpa diri kita, sungguh ternyata masalah itu berat dan ringannya bukan terletak pada kecil atau besarnya masalah yang kita hadapi, namun seberapa lama kita menyelesaikannya.

Ketika kita memiliki masalah kecil lalu kita biarkan masalah itu berlarut-larut, maka masalah kecil itu akan menjadi masalah besar bagi diri kita, dan begitu juga ketika kita memiliki masalah besar namun segera kita selesaikannya, maka masalah besar itu akan menjadi ringan bagi diri kita.

Allah SWT ternyata sudah memberikan resep kepada kita

QS Al Insyirah : 5-6

“sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (5-6).

Peristiwa perang khandaq :

Perang yang mana kaum muslimin dalam kondisi sangat mencekam, musuh berjumlah 10.000 pasukan, sedangkan jumlah kaum muslimin  hanya 3000 pasukan.  Saat itu muncul ide dari Salam Al Farisi untuk sekeliling kota Madinah digali parit,  harapannya adalah agar musuh kesulitan memasuki kota Madinah. Saat menggali parit kaum muslimin mendapati sebuah batu besar yang tidak mampu memecahkannya. Peristiwa ini dilaporkan kepada Nabi, singkat cerita Nabi kemudian mengambil kapak dengan teriakan takbir kapak itu dapat memecahkan batu besar tersebut.  Saat batu besar pecah ada kilatan cahaya yang keluar dari batu tersebut.  Kata nabi kilatan pertama nanti Persia akan ditaklukkan dan kilatan kedua roma juga akan ditaklukkan.

Saya yaqin sahabat Al-Qur’an juga memiliki cerita yang tidak kalah heroiknya sebagaimana cerita perang khandaq.

Sahabat Al-Qur’an.! Dari petunjuk Allah SWT ini sangat jelas bahwa Allah dalam setiap masalah yang menimpa hambanya Allah juga memberikan kemudahan dan ini tidak hanya satu solusi namun dua solusi sekaligus, bahkan  lebih dari itu.

Sahabat Al-Qur’an! Dari sepenggal cerita di atas, Allah hendak melihat seberapa respon hamba Nya ketika menghadapi masalah, ketika hamba Nya meresponnya dengan dibarengi husnudzon (ada hikmah dibalik peristiwa) pasti Allah tidak akan tinggal diam dalam memberikan jalan keluar dari pintu yang tak terduga.

Demikian semoga masalah yang diberikan Allah kepada kita mampu membuka kebaikan-kebaikan Allah berikutnya, sehingga kita termasuk hamba yang dicintainya.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Anak-Anak Kita, Tanggung Jawab Kita

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Bismillah

Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

9 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS. IBRAHIM : 35-41

Saudara-saudari sekalian,

  • Ingat, putra-puteri kita adalah darah daging, buah hati, dan penyejuk jiwa kita.
  • Cinta dan kasih sayang kepada mereka, tertanam kuat dalam jiwa semua ibu dan ayah.
  • Bahkan tak jarang suami merasa bahwa cinta isteri kepada putera-puterinya, lebih besar dari pada cinta istri kepadanya.
  • Atau sebaliknya, isteri merasa bahwa ia selalu dipersalahkan jika putera-puterinya sakit, nakal atau bermasalah.
  • Tak jarang suami isteri berselisih karena masalah anak anaknya.
  • Iya benar, putra-puteri kita adalah ujian bagi kita.
  • Mereka adalah tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat.
  • Kita wajib optimal mendidik mereka agar menjadi generasi shaleh-shalehah.
  • Suami isteri sewajibnya sepakat untuk menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas sesuai dengan ajaran Islam, terutama dalam pendidikan Aqidah, Ibadah dan Akhlak.
  • Banyak orang tua yang berdosa besar karena melalaikan kewajiban ini.

BERSAMA KITA OPTIMALKAN PENDIDIKAN ANAK.

Ya Rahman,

Jadikan putra-putri kami generasi Robbani, yang selalu berbakti pada orangtua, bermanfaat keberadaannya buat agama,ummat dan negara.

 

—————————–
QS. IBRAHIM : 35-41

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ – ٣٥
رَبِّ اِنَّهُنَّ اَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِۚ فَمَنْ تَبِعَنِيْ فَاِنَّهٗ مِنِّيْۚ وَمَنْ عَصَانِيْ فَاِنَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ – ٣٦

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ – ٣٧

رَبَّنَآ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِيْ وَمَا نُعْلِنُۗ وَمَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ – ٣٨

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَهَبَ لِيْ عَلَى الْكِبَرِ اِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبِّيْ لَسَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ – ٣٩

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ – ٤٠

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ – ٤١

Artinya:

(35) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

(36) Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(37) Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(38) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

(39) Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

(40) Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

(41) Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Gambar oleh Bessi dari Pixabay

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

Mengatur Keuangan untuk Hidup lebih Berkah

oleh Muazzilatuz Zakiyah (Bagian Akuntansi dan Perpajakan Wafa Indonesia)

“Dan orang-orang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian”. (QS. Al-Furqon:67)

Berdasarkan potongan surat Al-Furqon ayat 67 yang menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah yang tidak berlebihan dalam mengeluarkan harta dan juga tidak kikir.

Umat Islam dianjurkan untuk dapat mengelolah keuangan dengan baik, adapun teknik sederhana yang banyak digunakan oleh masyarakat Jepang untuk mengatur keuangan tanpa aplikasi, tanpa teknologi digital, dan tanpa perhitungan matematika yang rumit yakni “Teknik Kakeibo”. Meskipun teknik ini terkenal di negara yang mayoritas bukanlah muslim  bukan berarti kita sebagai umat muslim tidak bisa menggunakan teknik ini. Berikut cara menerapkan teknik mengatur keuangan “kakeibo” tanpa meninggalkan unsur-unsur syariah islam:
Tradevision Canada delivers AI-powered trading in crypto, Forex, stocks, and CFDs—with over 200% return potential. Tradevision Review

  1.   Mencatat semua pemasukan secara rinci
  2.   Mencatat kebutuhan secara rinci
  3.   Sisihkan dana untuk zakat dan sedekah
  4.   Sisihkan untuk tabungan dan dana darurat
  5.   Siapkan amplop untuk masing-masing pos pengeluaran
  6.   Mencatat semua pengeluaran harian
  7.   Cek antara rencana pengeluaran dan realisasi

Adapun untuk pos pengeluaran bisa dibagi menjadi 4 , yaitu:

  1.       Kebutuhan pokok, meliputi : makan, transportasi, obat-obatan
  2.       Kebutuhan Sekunder meliputi: makan diluar atau restoran, belanja, atau rokok
  3.       Culture/Tambahan Wawasan meliputi: buku, film, majalah
  4.       Extra/Pengeluaran Tambahan) meliputi, hadiah pernikahan teman, kado dll.

Sederhana bukan teknik mengatur keuangan ini?. Namun perlu kita pahami sesederhana apapun teknik mengatur keuangan jika tidak dilandasi dengan komitmen dan disiplin maka tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan