Mujahadah itu Nikmat Luar Biasa

Saudara-saudari sekalian

  • Mujahadah (optimalisasi ibadah dan pensucian hati) adalah rahasia kebahagiaan dan kemuliaan yang berbasis iman.
  • Banyak orang beribadah tapi tidak optimal, makanya tidak bahagia dan tidak mulia.
  • Banyak orang beribadah tapi tidak mensucikan hatinya, makanya tidak bahagia dan tidak mulia.
  • Mujahadah sepatutnya menjiwai setiap ibadah kita.
  • Di sana ada kesungguhan.
  • Di sana ada totalitas dalam ikhlas dan khusyu’.
  • Di sana ada pemaksaan diri.
  • Di sana ada kemenangan terhadap syetan.
  • Di sana ada kecerdasan mengisi waktu semaksimal mungkin untuk semua kebaikan.
  • Mari kita tebus semua kekhilafan kita kemarin.
  • Mari lipat gandakan kesungguhan beribadah dan mensucikan hati.
  • Hari ini harus lebih baik.
  • Siapa tahu inilah hari-hari kita yang terakhir.
  • Semoga Allah SWT senantiasa & selalu memberikan yang terbaik kepada kita semua.

Ya Rahman,

Karuniai kami semangat bermujahadah  dalam beribadah dan beramal sholeh..

__

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Rahasia dibalik Keshalihan

Bismillah

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

23 SYAWWAL 1442 H

QS.AT-TAUBAH : 122

Saudara-saudari sekalian,

  • Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan : Mengapa banyak orang yang berilmu agama (Islam) yang tidak mengamalkan ilmunya ?
  • Rincian pertanyaan ini antara lain : Mengapa banyak orang yang berpendidikan tinggi, pandai berceramah dan berpidato, tapi tidak mengamalkan ilmunya ?
  • Sarjana islam atau sarjana agama tapi masih jauh dari akhlak islam.
  • Alumni pesantren tapi masih dekat dengan dosa-dosa besar.
  • Penceramah tapi masih jarang ke masjid.
  • Aktivis Islam yang masih kurang membaca Al Qur’an.
  • Mengapa ini terjadi ?
  • Salah satu jawaban yang patut kita renungkan : “TIDAK IKHLAS BELAJAR ISLAM”.
  • Keikhlasan dalam belajar Islam/agama ini mengundang berkah, yang terwujud pada pengamalan ilmu Islam dengan baik.
  • Sungguh keshalehan orang-orang shaleh itu banyak diberkati oleh keikhlasan mereka dalam belajar Islam, baik yang berilmu tinggi, maupun yang berilmu minim.
  • Benar, sering kali keinginan untuk meraih ijazah/gelar, merusak keikhlasan, yang berakibat buruk pada rendahnya pengamalan ilmu.
  • Semoga Allah SWT karuniai kita keikhlasan dalam segala sesuatu.

SEMANGAT

JUM’AT MUBARAK 🌹🌹

Ya Rahman,

Bimbing kami untuk selalu memdapatkan hidayah dan keikhlasan karenaMU.🌹🌹

 

#wafaindonesia #msdrehem #wafa

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Seluruh Masalahmu Bermuara dari Rasa Syukurmu

Oleh Adhan Sanusi
Seri Aturan Bahagia dalam Al-Qur’an
Aturan bahagia 3

Setelah merasakan keterhubungan dengan Allah dan Merasakan setiap saat selalu dalam Rahmat Nya  dalam بسم الله الرحمن الرحيم, maka sepantasnyalah tumbuhkan rasa syukur dengan mengucapkan الحمد لله رب العالمين.

Lawan syukur itu adalah kufur, dan kufur nikmat itu  konsekuensinya ada hukuman Ku sangat pedih (إن عذابي لشديد).

Setiap keterpurukan yang kita alami muaranya adalah kurangnya rasa syukur atas berbagai nikmat Nya (Rahmat Nya). Sehingga orang yang kurang syukurnya (kufur nikmat) akan selalu mengalami siksaan (bathin dan atau  dzahir) dalam hidupnya.

Berbagai penderitaan hidup umumnya bermuara pada  kurangnya rasa syukur.

Kaidah ini ada pengecualiannya, yaitu para Nabi dan Rasul, ulama shaleh serta orang-orang shaleh lainnya. Sebab penderitaan mereka adalah ujian dari Allah. Tarbiyah dari Allah. Bentuk cinta dari Allah.

Sakit, bisa jadi karena kurang rasa syukur berupa menjaga amanah kesehatan yang telah Allah berikan.

Pengangguran bisa jadi karena kurang mensyukuri nikmat potensi yang telah Allah sediakan di dalam dirinya. Dia lebih memilih berdiam diri daripada mengekplorasi dan melatih kemampuan dirinya.

Jadi rasa syukur adalah merasakan begitu besarnya nikmat Allah kepada kita. Bahkan kalaupun kita tidak punya apa-apa pun selama masih hidup. Maka hidup tersebut bisa di syukuri, sebagai bentuk kesempatan oleh Allah untuk memaksimalkan amal-amal terbaik yang bisa di persembahkan.

Apapun Kondisimu, Selalu dalam Rahmat Nya

Oleh Adhan Sanusi
Seri Aturan Bahagia dalam Al-Qur’an

Bahagia itu sumbernya di hati. Selama hatinya hidup, maka kita berpotensi untuk selalu bahagia.

Setelah merasa terhubung dengan sang Pencipta dengan menyebut بسم الله dalam memulai segala aktifitas Kebaikan.

Selanjutnya agar selalu merasa bahagia dalam segala kondisi adalah dengan meyakini bahwa dalam kondisi apapun kita selalu di lingkupi RAHMATNYA. Tidak ada satupun dari makhluk Nya yang keluar dari Rahmat Nya yaitu kalimat Ar Rahman Ar Rahim.

Kalimat بسم الله الرحمن الرحيم mengandung rasa kerhubungan dengan ALLAH dan juga perasaan lingkupan Rahmat Nya dalam segala kondisi.

Dengan keyakinan yang seperti ini, kita akan memandang kondisinya selalu dalam kebaikan.

Dalam kondisi kaya dan miskin ada Rahmat Allah, dalam kondisi sehat dan sakit ada Rahmat Allah, dalam kondisi sempurna dan cacat ada Rahmat Allah, Saat Jadi pimpinan atau bawahan ada Rahmat Allah.

Jadi segala kondisi di pandang baik. Ada sisi yang selalu bisa di syukuri. Dan itu pasti akan bahagia, walaupun dalam pandangan orang lain menderita.

Semenderita apapun hidup saat ini, kehidupannya adalah harapan ahli maksiat di dalam kubur sana. Sekiranya mereka di beri kesempatan hidup lagi, walaupun dengan kehidupan yang kita anggap paling menderita saat ini, mereka akan sangat bersyukur. Jika mereka bisa bersyukur bahagia, kenapa kita tidak mensyukuri kesempatan hidup yang masih Allah berikan kepada kita saat ini.

Maka kesempatan hidup saat ini, apapun kondisinya adalah Rahmat Nya. Bersyukur atas karunia kehidupan saat ini. Apapun kondisinya.

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Bismillah, Sambungkan Kabel Hatimu Kepada Nya

Oleh Adhan Sanusi
Seri Aturan Bahagia dalam Al-Qur’an.

Bismillah, mulai aktifitas dengan menyebut nama Nya.
Bismillah, tetap tersambung kepada Nya dalam segala kondisi.
Bismillah, seluruh aktifitas di niatkan ibadah kepada-Nya.

Dirimu dan segala aktifitas mu itu karena karunia Nya, Bukan karena kehebatan mu.

Allah menginginkan hamba Nya agar selalu tersambung terus kepada Nya. Ingat terus menerus dalam berbagai kondisi, dalam berbagai aktifitas. Agar hidup selalu bahagia.

كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ فَهُوَ أَبْتَرُ – أَوْ قَالَ : أَقْطَعُ –

“Setiap perkataan atau perkara penting yang tidak dibuka dengan dzikir pada Allah, maka terputus berkahnya.” (HR. Ahmad)

Banyak yang menyangka bahwa bahagia itu terkait materi. Materi adalah sarana untuk lebih bahagia. Tetapi bukan sumber kebahagiaan. Orang yang bahagia karena Nya hidupnya di berkahi, penuh kebaikan.

Orang miskin yang tersambung hatinya dengan sang pencipta Nya akan bahagia dalam kekurangan nya.

Orang kaya yang tersambung hatinya akan lebih bahagia di banding orang miskin, karena menjadi lebih banyak memberi manfaat di banding orang miskin.

Demikian juga dengan orang sakit atau sehat, semuanya bisa bahagia manakala bisa tersambung hatinya kepada Allah.

Allah lah yang terpenting dalam hidup ini, selainnya menjadi tidak penting. Menjadi penting jika terkait kepada Nya. Termasuk diri sendiri tidak penting. Menjadi penting jika selalu terhubung kepada Nya. Maka segala aktifitas baik di mulai dengan menyebut nama Nya.

Orang yang menganggap penting dirinya tanpa keterkaitan dengan Allah, akan sulit bahagia. Dia gampang tersinggung jika di hina, kecewa jika tidak sesuai harapan dirinya, marah ketika dirinya terganggu, tidak senang jika di persepsi buruk orang lain. Selalu ingin terlihat kaya, terlihat cerdas, terlihat baik. Hidup tersiksa oleh performa diri.

Sebutlah nama Tuhan Mu Bismillah, atas nama Nya, karena Nya dan kepada Nya kita ada, kita memulai segala aktifitas.

Tahapan Kapasitas Kepemimpinan

Oleh : Ust. Adhan Sanusi, Lc.

Setiap kita adalah pemimpin di level apapun saat ini. Minimal saat tidak ada orang lain yang di pimpin, saat itu berarti sedang memimpin diri sendiri.

Dalam skala yang lebih luas kepemimpinan butuh kapasitas tersendiri. Butuh latihan yang berkesinambungan terhadap setiap tahapan kepemimpinan.

Setidaknya ada 4 level kepemimpinan yang bisa dikembangkan oleh para  pemimpin yang disampaikan oleh ust Muhammad Yamin M.Pd.I (Direktur Wafa) dalam sesi pembinaan pagi di kantor WAFA, yaitu dengan konsep, 4 M: Mempengaruhi, Menggerakkan, Mengembangkan dan Memberdayakan.

Namun setelah di fikir ada satu hal yang sangat fundamental dari itu semua sebelum melakukan 4 M tersebut, yaitu kesadaran kepemimpinan. Yaitu kesadaran untuk mampu memimpin dirinya sendiri untuk menjadi produktif. Baru setelah itu dia bisa. Melaksanakan 4 M tersebut.

Kesadaran inilah yang akan membawa seseorang untuk mencari potensi dirinya dan bidang yang pas untuk meledakkan kapasitasnya untuk kemanfaatan bagi orang.

Kesadaran kepemimpinan lah yang akan membuat seseorang itu bisa mempunyai level kepemimpinan yang pertama yaitu:

  1. Mempengaruhi.

Ada orang memimpin karena posisi, namun tanpa pengaruh. Pengaruh itu muncul dari kesadaran kepemimpinan diri sendiri dan cita-cita yang besar yang membuat orang lain yakin dan tenang akan kemampuannya.

  1. Menggerakkan.

Banyak motivator yang bisa mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu, dia mampu meyakinkan orang lain dan juga menggerakkan nya untuk melakukan sesuatu,  namun tidak bertahan lama.

Sebab hanya seperti tukang kompor meledak-ledak, tidak sampai pada level kemampuan untuk membimbing langkah langkah apa yang akan dilakukannya, kemana arahnya, bagaimana pengawasan dan pengawalan geraknya agar tidak melenceng dari tujuan.

  1. Mengembangkan.

Agar mencapai tujuan, kapasitas diri harus terus berkembang dan juga mampu mengembangkan kemampuan yang di pimpinnya, bisa dengan cara mengirim mereka ke perbagai pelatihan yang sesuai dengan bidangnya.

  1. Memberdayakan.

Dan puncaknya adalah kemampuan memberdayakan yang dipimpin. Memberi mereka tantangan baru, memberikan kepercayaannya kepada yang dipimpin.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Mewaspadai Dunia

Bismillah. Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

SYA’BAN 1442 H

QS.ALI IMRON : 14-17

Saudara-saudari sekalian,

Dunia dengan segala isinya, hanya berguna kalau menjadi jalan keselamatan kita di akhirat.

Harus disadari bahwa hidup didunia tidak kekal dan tidak selamanya.

Masa produktif sangatlah singkat, karena setelahnya kita akan kembali bagai anak kecil yang bisa jadi akan merepotkan bagi kerabat.

Kekayaan, jabatan, popularitas, kebanggaan akan orangtua, pasangan, anak, saudara dan keluarga, pengikut yang banyak, apalagi pada harta kekayaan dan kekuasaan itu hanya bermanfaat kalau bisa mengantar kita ke surga atau pada ridlo dan kasih sayang Allah semata.

Oleh karena itu, kewaspadaan yang berlandaskan iman sangat penting agar kita mampu melihat segala sesuatu dalam hidup, sebagai peluang mencapai surga atau ancaman yang menjerumuskan pada neraka.

Sungguh sangat tidak bijak orang yang hanya mengutamakan kesenangan sesaat yang akan berujung pada kesengsaraan selamanya.

Ingat saudaraku, kematian bisa datang tiba-tiba.

Hasbunallah wa ni’mal-wakiel..!

JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,

Karunia kami dunia yang halal & barokah, dunia yang mengantarkan kami ke sorgaMU.

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan