Dari Skripsi Menjadi Profesi

Saat itu Saya adalah mahasiswa semester akhir di sebuah perguruan tinggi. Sebut saja Riskan, begitu semua memanggil saya. Selain melakukan kegiatan akademis seperti yang lainnya, Saya aktif disebuah organisasi kampus dibidang keagamaan. Entah kenapa sejak masuk ke perguruan tinggi ini saya tertarik untuk mendalam agama Islam lewat organisasi yang saya lihat memang cukup mumpuni sebagai wadah saya mengembangkan diri.

Selama mengikuti semua kegiatan organisasi tersebut, ada banyak pelajaran yang Saya peroleh. Dengan begitu, Alhamdulillah Saya tidak termasuk golongan mahasiswa yang hanya D3M (dating, duduk, diam dan mendengarkan),hehehe… . Berbagai pengalaman Saya peroleh, mulai dari bidang keorganisasian, leadership, serta ilmu keagamaan. Terkhusus lagi ialah ilmu tentang Al Qur’an. Seperti kata seorang Ustadz kondang, bahwasanya untuk mulai mempelajari Al Qur’an dari segi bacaan. Sebagaimana wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW, yaitu Baca.

Sebenarnya sewaktu kecil Saya telah mempelajari cara membaca Al Qur’an. Akan tetapi, ya… mungkin karena kurang serius, maka yang Saya dapatkan hanya kulit luarnya saja. Itupun baru Saya sadari setelah mengikuti program organisasi yang bernama tahsin Qur’an. Sontak Saya tersadar bahwa banyak sekali kesalahan yang Saya perbuat dalam membaca Al Qur’an. Bersamaan dengan hal tesebut, Saya juga teringat salah satu isi khutbah yang Saya dengar dari khotib, bahwasanya mempelajari bacaan Al Qur’an yang baik dan benar atau lebih kita kenal dengan istilah Ilmu Tajwid, adalah langkah kita untuk tidak termasuk golongan orang yang lalai dalam sholat. Hm… apa hubungannya ya, he.. . Kata sang khotib bahwasanya dalam sholat itu terdapat rukun bacaan yaitu surat Al Fatihah. Kalau tidak bisa baca Al Qur’an dengan baik, tentu saja surat Al Fathihah nya pun demikian.

Sejak saat itu, Saya berniat ingin menuntaskan pembelajaran Al Qur’an saya. Hari demi hari kami lalui, bersama program tahsin Qur’an yang dijadwalkan setelah sholat Ashar berjamaah dimasjid kampus selama bulan Ramadhan. Hari demi hari juga, qadarullah satu persatu peserta pun berguguran, he… . Alias tidak datang lagi kekajian tahsin. Hal tersebut terjadi karena ketatnya sang Ustadz melakukan pembelajaran, yang dimulai dari level 1 yaitu makhrijul huruf. Saya sih pantang menyerah, lanjut terus sampai niatan Saya terwujud untuk bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

Sedikit cerita mengenai metode tahsin Qur’an yang diterapkan oleh sang Ustadz. Metode tersebut bernama metode wafa. Wafa adalah lembaga yang bergerak dibidang pembelajaran Al Qur’an dengan metode otak kanan. Metode otak kanan yang dimaksud adalah dengan pendekatan nada hijaz. Mulai dari level 1, Makhrijul Huruf. Level 2, Panjang 2 harokat. Level 3, bacaan sukun dan tasydid. Level 4, Bacaan dengung. Level 5, bacaan jelas, qolqolah, dan sebagainya. Demikianlah sekilas seputar metode wafa, kembali lagi ke proram tahsin Qur’an yang Saya ikuti.

Tidak terasa bulan Ramadhan akan berakhir, Karena semua anggota termasuk sang ustadz mau mudik maka program tahsin diliburkan. Hari berganti hari,tak terasa beberapa pekan pun berlalu. Program tahsin qur’an pun tak kunjung dilanjutkan. Terinspirasi kisah imam syafe’i yang menemui imam malik untuk belajar, Saya pun berinisiatif untuk menemui sang ustadz di rumahnya. Alhamdulillah sang ustadz membuka kesempatan Saya untuk belajar tahsin di rumahnya dengan jadwal sepulang beliau dari kerja.

Sedikit cerita tentang sang ustadz, beliau berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah Islam didaerah Saya. Masih muda dengan istri satu dan satu anak yang masih bayi. Kegiatan beliau cukup padat, sering kali pulang sore hari. Berkenaan dengan hal itulah Saya mendapatkan jadwal sore tersebut. Saya salut dengan sang ustadz, walaupun baru pulang kerja masih tetap meladeni Saya untuk belajar. Semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal buat beliau.

Berkat izin Allah SWT dan kegigihan sang ustadz mengajari Saya, Alhamdulilah bacaan Al Qur’an Saya pun semakin baik. Akan tetapi, tentu saja ada beberapa hal kesulitan yang tejadi selama proses belajar. Diantaranya pada bab/level 1 yaitu makhrijul huruf, ada beberapa huruf yang membuat saya kesulitan yaitu huruf-huruf istila’ yang membuat saya mual-mual seperti mau muntah. Uniknya huruf-huruf isti’la tersebut baru saya kuasai ketika saya sudah berada di level 4. Sang ustadz, memang meluluskan saya di level 1 waktu itu, tetapi dengan syarat selalu berlatih. Beliau mengingatkan saya tentang sebuah hadits yang menjelaskan bahwasanya belajar Al Qur’an itu akan mendapatkan pahala yang berganda yakni pahala membaca dan pahala belajar. Hal tersebut merupakan salah satu motivasi bagi Saya untuk terus maju sampai Saya lancar membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

Bersamaan dengan level 5 saya belajar membaca Al Qur’an, Saya berada di semester 6 dibangku kuliah. Disemester ini, tiba saatnya Saya mengajukan judul untuk skripsi. Pengajuan skripsi pun, Saya konsultasikan dengan sang ustadz, karena sang ustadz adalah kakak tingkat Saya diperkuliahan. Ia pun menawarkan Saya untuk penelitian di sekolah tempat ia bekerja dan meneliti metode wafa disekolahnya karena metode wafa juga tergolong baru diterapkan. Khususnya angkatan yang akan datang. Konsultasinyo pun membuahkan hasil, Judul skripi “Efektivitas metode wafa terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada pembelajaran Tahsin Qur’an SMP IT Tunas Cendikia pun Saya ajukan ke pembimbing akademik dan ketua program studi dan Alhamdulillah judul tersebut diterima.

Proses skripsi pun bergulir, mulai dari proposal, seminar proposal pada semester 6 diselesaikan. Penelitian berlansung di semester 7 atau kalau pada anak sekolah, pada saat itu baru masuk tahun ajaran baru. Diakhir semester 7 penelitian selesai disambung dengan seminar skripsi. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Bukan hanya itu, selesai kuliah Saya diajak sang ustadz untuk ikut mengajar tahsin disekolahnya. Masya Allah… itulah sedikit dari sekian banyak berkah yang Saya dapatkan dalam mempelajari Al Qur’an. Alhamdulillah dari skripsi lanjut ke profesi, semakin dekat dengan kitabullah. Alhamdulilah tsumma Alhamdulillah, Al Qur’an menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan Saya. Selanjutnya doakan Saya ditahun ini, lulus ikut sertifikasi tahsin, Amin ya rabbal ‘alamin.

_
Penulis : Ziyaadul Murtado – SMPIT Tunas Cendikia

Lomba Menulis Kisah Inspiratif Tingkat Nasional

===========================================
Unduh peraturan & ketentuan dalam bentuk PDF disini

Unduk flyer disini
===========================================

LOMBA MENULIS KISAH INSPIRATIF TINGKAT NASIONAL

Memperingati Puncak Hari Guru Nasional (25 November 2021)

 

“Guru Semesta”

Senarai Kisah Para Guru Al-Qur’an Mitra Wafa

 

Tema : Mendidik Generasi Qur’ani : Dulu, Kini, dan Nanti (Berdasar Kisah Nyata)

 

Ketentuan Peserta:

  1. Guru Al-Qur’an dari seluruh Indonesia
  2. Berasal dari lembaga Mitra Wafa, tidak ada pembatasan usia, jenis kelamin, dan pendidikan
  3. 1 naskah 1 penulis, tidak boleh 2 atau lebih
  4. Biaya pendaftaran gratis dan setiap peserta tidak dipungut biaya
  5. Calon peserta mendaftarkan diri dahulu via chat WhatsApp dengan format : WAFA#Nama#Asal Lembaga
    kirim ke nomor 0888 054 91900 (Admin)
    Setelah terkonfirmasi peserta akan mendapatkan link untuk upload naskah

 

Ketentuan Penulisan:

  1. Berbentuk cerita berdasarkan kisah nyata (bukan fiksi) dan berhubungan dengan mendidik Generasi Al-Qur’an (Adab, Akhlak, Tilawah, Tahfidz, Tarjamah, Tafhim & Tafsir).
  2. Tulisan bebas mengenai kisah nyata, harapan, kegagalan, kesuksesan, prestasi, kebahagiaan dalam proses menjadi seorang guru quran Mitra Wafa dalam mendidik generasi qurani.
  3. Penulis dapat sebagai subjek utama dalam cerita, atau sebagai yang menceritakan.
  4. Panjang tulisan antara 700 hingga 2.500 kata
  5. Diketik dengan Ms. Word disimpan ke dalam format .doc/.docx, dengan margin normal, menggunakan font Calibri 11pt, spasi 1.5, rata kanan kiri.
  6. Profil penulis dilampirkan pada bagian akhir, tidak lebih dari 100 kata
  7. Karya ditulis menggunakan Bahasa Indonesia
  8. Karya yang dikirimkan bukan merupakan hasil plagiasi serta belum pernah diikutkan dalam lomba lain dan/atau dipublikasikan sebelumnya.

 

Penilaian:

  1. Semua tulisan yang masuk akan kami posting di blog wafa indonesia. Dan peserta akan mendapatkan link langsung menuju ke artikel masing-masing untuk dapat disebarluaskan.
  2. Poin penilaian
No. Poin Persentase Waktu Penilaian
1. Jumlah pengunjung ke artikel 30% 1 September 2021
2. Penilaian dewan juri terhadap tulisan 70% 26 Agustus – selesai

 

Tanggal Penting:

  1. Pendaftaran dan Pengumpulan Karya: 10 Juli hingga 25 Agustus 2021
  2. Penilaian Dewan Juri : 26 Agustus – selesai
  3. Pengumuman pemenang : 10 September 2020

 

Keuntungan Bagi Peserta:

a. 20 tulisan terbaik (top 20) akan

  1. Dibukukan & diterbitkan dalam antologi “Guru Semesta”
  2. Buku ber ISBN
  3. Mendapatkan buku cetak bukti terbit + free ongkir
  4. Mendapatkan medali dan e-sertifikat sebagai 20 penulis terbaik

b. 30 peserta terbaik selanjutnya (peringkat 21-50)

  1. Tulisan akan juga akan dibukukan & diterbitkan bersama dengan pemenang 20 besar dalam antologi “Guru Semesta”
  2. Peserta tidak akan mendapatkan buku cetak & medali
  3. E-sertifikat sebagai 50 penulis terbaik

c. Seluruh peserta akan mendapatkan e-sertfikat peserta

 

Hadiah:
3 karya tulis terbaik (top 3) akan mendapatkan hadiah tambahan berupa:

  • Juara 1 : Rp 750.000,- + e-sertifikat juara 1
  • Juara 2 : Rp 500.000,- + e-sertifikat juara 2
  • Juara 3 : Rp 250.000,- + e-sertifikat juara 3

 

Informasi lebih lanjut hubungi

  • 0888 054 91900 – Admin Lomba

 

===========================================
Unduh peraturan & ketentuan dalam bentuk PDF disini
Unduk flyer disini
===========================================

 

 

Mengunjungi Hati

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi.
14 DZUL-QA’DAH 1442 H
QS.AL-QIYAMAH : 14-15

MENGUNJUNGI HATI

Saudara-saudari sekalian,

  • Banyak orang senang berkunjung ke mana-mana, sampai ke manca negara.
  • Tapi sedikit orang meluangkan waktunya untuk berkunjung ke dalam “HATINYA”.
  • Padahal berkunjung ke dalam HATI adalah kebutuhan dan kewajiban.
  • Kita membutuhkan kunjungan ke dalam HATI, agar bisa melihat kekurangan dan kelemahan HATI kita.
  • Mengunjungi HATI adalah “kewajiban”, karena tak ada peningkatan Iman tanpa kunjungan ke dalam HATI.
  • Mengunjungi HATI berarti :
    – Melihat kotoran-kotoran dalam HATI.
    – Mengakui kejengkelan-kejengkelan yang tidak perlu ada, kemarahan-kemarahan yang tidak pada tempatnya.
    – Merasakan betapa gelapnya HATI yang sakit.
    – Betapa busuknya sifat-sifat munafik.
  • Mengunjungi HATI berarti :
    – Membawa CAHAYA ke dalam hati.
    – Membawa OBAT yang sesuai dengan penyakit-penyakitnya.

BISMILLAH.. KUNJUNGI HATI SEKARANG JUGA..!

🌹JUM’AT MUBARAK🌹

Ya Rahman,

Lembutkan dan karuniai hidayah hati kami dengan iman & ikhlash.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Ikhlas yang Efektif

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
8 DZUL-QO’DAH 1442 H
QS.AL-BAYYINAH : 5

Saudara-saudari sekalian,

  • Seluruh ibadah dan kebaikan, hanya di terima Allah jika berniat ikhlas.
  • Niat ikhlas adalah ibadah hati, dimana hati kita berbicara :
  • ”Saya melakukan kebaikan ini untuk mendapatkan ridha Allah SWT”.
  • Niat ikhlas mendidik diri untuk mewujudkan cinta pada Allah.
  • Niat ikhlas mendidik kita untuk mengurangi memuji diri.
  • Niat ikhlas mendidik kita untuk tidak mengharap pujian dari sesama.
  • Niat ikhlas membuat kebaikan menjadi sangat membahagiakan.
  • Niat ikhlas membuat diri menjadi sangat pemaaf.
  • Niat ikhlas adalah rahasia istiqamah di jalan kebaikan.
  • Niat ikhlas nantinya selalu menghadirkan rasa syukur, sabar dan tawakkal.

SUNGGUH NIAT IKHLAS ITU MEMERLUKAN KESADARAN, KEHADIRAN HATI, PEMBIASAAN DAN OPTIMALISASI PENDIDIKAN DIRI.

🌹JUM’AT MUBARAK 🌹

Ya Rahman,

Karuniakan kami ikhlas dalam setiap cakap, sikap dan perbuatan kami.🌹

#msdrehem #metodewafa #wafaindonesia #quote #quoteindonesia #ikhlas #jumat #jumatberkah #jumatmubara

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Mujahadah itu Nikmat Luar Biasa

Saudara-saudari sekalian

  • Mujahadah (optimalisasi ibadah dan pensucian hati) adalah rahasia kebahagiaan dan kemuliaan yang berbasis iman.
  • Banyak orang beribadah tapi tidak optimal, makanya tidak bahagia dan tidak mulia.
  • Banyak orang beribadah tapi tidak mensucikan hatinya, makanya tidak bahagia dan tidak mulia.
  • Mujahadah sepatutnya menjiwai setiap ibadah kita.
  • Di sana ada kesungguhan.
  • Di sana ada totalitas dalam ikhlas dan khusyu’.
  • Di sana ada pemaksaan diri.
  • Di sana ada kemenangan terhadap syetan.
  • Di sana ada kecerdasan mengisi waktu semaksimal mungkin untuk semua kebaikan.
  • Mari kita tebus semua kekhilafan kita kemarin.
  • Mari lipat gandakan kesungguhan beribadah dan mensucikan hati.
  • Hari ini harus lebih baik.
  • Siapa tahu inilah hari-hari kita yang terakhir.
  • Semoga Allah SWT senantiasa & selalu memberikan yang terbaik kepada kita semua.

Ya Rahman,

Karuniai kami semangat bermujahadah  dalam beribadah dan beramal sholeh..

__

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Rahasia dibalik Keshalihan

Bismillah

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

23 SYAWWAL 1442 H

QS.AT-TAUBAH : 122

Saudara-saudari sekalian,

  • Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan : Mengapa banyak orang yang berilmu agama (Islam) yang tidak mengamalkan ilmunya ?
  • Rincian pertanyaan ini antara lain : Mengapa banyak orang yang berpendidikan tinggi, pandai berceramah dan berpidato, tapi tidak mengamalkan ilmunya ?
  • Sarjana islam atau sarjana agama tapi masih jauh dari akhlak islam.
  • Alumni pesantren tapi masih dekat dengan dosa-dosa besar.
  • Penceramah tapi masih jarang ke masjid.
  • Aktivis Islam yang masih kurang membaca Al Qur’an.
  • Mengapa ini terjadi ?
  • Salah satu jawaban yang patut kita renungkan : “TIDAK IKHLAS BELAJAR ISLAM”.
  • Keikhlasan dalam belajar Islam/agama ini mengundang berkah, yang terwujud pada pengamalan ilmu Islam dengan baik.
  • Sungguh keshalehan orang-orang shaleh itu banyak diberkati oleh keikhlasan mereka dalam belajar Islam, baik yang berilmu tinggi, maupun yang berilmu minim.
  • Benar, sering kali keinginan untuk meraih ijazah/gelar, merusak keikhlasan, yang berakibat buruk pada rendahnya pengamalan ilmu.
  • Semoga Allah SWT karuniai kita keikhlasan dalam segala sesuatu.

SEMANGAT

JUM’AT MUBARAK 🌹🌹

Ya Rahman,

Bimbing kami untuk selalu memdapatkan hidayah dan keikhlasan karenaMU.🌹🌹

 

#wafaindonesia #msdrehem #wafa

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Seluruh Masalahmu Bermuara dari Rasa Syukurmu

Oleh Adhan Sanusi
Seri Aturan Bahagia dalam Al-Qur’an
Aturan bahagia 3

Setelah merasakan keterhubungan dengan Allah dan Merasakan setiap saat selalu dalam Rahmat Nya  dalam بسم الله الرحمن الرحيم, maka sepantasnyalah tumbuhkan rasa syukur dengan mengucapkan الحمد لله رب العالمين.

Lawan syukur itu adalah kufur, dan kufur nikmat itu  konsekuensinya ada hukuman Ku sangat pedih (إن عذابي لشديد).

Setiap keterpurukan yang kita alami muaranya adalah kurangnya rasa syukur atas berbagai nikmat Nya (Rahmat Nya). Sehingga orang yang kurang syukurnya (kufur nikmat) akan selalu mengalami siksaan (bathin dan atau  dzahir) dalam hidupnya.

Berbagai penderitaan hidup umumnya bermuara pada  kurangnya rasa syukur.

Kaidah ini ada pengecualiannya, yaitu para Nabi dan Rasul, ulama shaleh serta orang-orang shaleh lainnya. Sebab penderitaan mereka adalah ujian dari Allah. Tarbiyah dari Allah. Bentuk cinta dari Allah.

Sakit, bisa jadi karena kurang rasa syukur berupa menjaga amanah kesehatan yang telah Allah berikan.

Pengangguran bisa jadi karena kurang mensyukuri nikmat potensi yang telah Allah sediakan di dalam dirinya. Dia lebih memilih berdiam diri daripada mengekplorasi dan melatih kemampuan dirinya.

Jadi rasa syukur adalah merasakan begitu besarnya nikmat Allah kepada kita. Bahkan kalaupun kita tidak punya apa-apa pun selama masih hidup. Maka hidup tersebut bisa di syukuri, sebagai bentuk kesempatan oleh Allah untuk memaksimalkan amal-amal terbaik yang bisa di persembahkan.

Apapun Kondisimu, Selalu dalam Rahmat Nya

Oleh Adhan Sanusi
Seri Aturan Bahagia dalam Al-Qur’an

Bahagia itu sumbernya di hati. Selama hatinya hidup, maka kita berpotensi untuk selalu bahagia.

Setelah merasa terhubung dengan sang Pencipta dengan menyebut بسم الله dalam memulai segala aktifitas Kebaikan.

Selanjutnya agar selalu merasa bahagia dalam segala kondisi adalah dengan meyakini bahwa dalam kondisi apapun kita selalu di lingkupi RAHMATNYA. Tidak ada satupun dari makhluk Nya yang keluar dari Rahmat Nya yaitu kalimat Ar Rahman Ar Rahim.

Kalimat بسم الله الرحمن الرحيم mengandung rasa kerhubungan dengan ALLAH dan juga perasaan lingkupan Rahmat Nya dalam segala kondisi.

Dengan keyakinan yang seperti ini, kita akan memandang kondisinya selalu dalam kebaikan.

Dalam kondisi kaya dan miskin ada Rahmat Allah, dalam kondisi sehat dan sakit ada Rahmat Allah, dalam kondisi sempurna dan cacat ada Rahmat Allah, Saat Jadi pimpinan atau bawahan ada Rahmat Allah.

Jadi segala kondisi di pandang baik. Ada sisi yang selalu bisa di syukuri. Dan itu pasti akan bahagia, walaupun dalam pandangan orang lain menderita.

Semenderita apapun hidup saat ini, kehidupannya adalah harapan ahli maksiat di dalam kubur sana. Sekiranya mereka di beri kesempatan hidup lagi, walaupun dengan kehidupan yang kita anggap paling menderita saat ini, mereka akan sangat bersyukur. Jika mereka bisa bersyukur bahagia, kenapa kita tidak mensyukuri kesempatan hidup yang masih Allah berikan kepada kita saat ini.

Maka kesempatan hidup saat ini, apapun kondisinya adalah Rahmat Nya. Bersyukur atas karunia kehidupan saat ini. Apapun kondisinya.

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)