Mari Sejenak, Kita Memahami Apa Itu Rezeki

Oleh: Imam Hanafi Al-Mufti

Alhamdulillah Ash-Shalaatu Was Sallaamu ‘Alaa Rasuulillaah. Senantiasa lisan dan hati kita Memuji Allah SWT, juga Shalawat dan Tasliim untuk Baginda Nabi Muhammad SAW.

Jikalau kita melihat di sekeliling kita banyaknya orang islam dalam ruang lingkup di Indonesia saja, tempat yang kita tinggali ini, Allahu A’lam apakah seluruh muslimin mengalami hal yang sama, banyaknya ummat islam yang masih belum memahami apa itu rezeki, sebagian dari mereka hanya terfokus kalau rezeki itu hanya masalah duit, makanan, rumah, pendapatan, pakaian, kendaraan, hanya sekitar materi saja, dan banyak hal lainnya yang mereka tidak anggap rezeki. Padahal sebenernya rezeki itu didefinisikan oleh para Ulama’ dengan sangat luas, yaitu : “Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dan makhluk disini masuk di dalamnya manusia, jin, malaikat, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan semuanya ciptaan Allah ini dalam melalui roda kehidupan”.  Jadi, semua itu masuk ke dalam masalah rezeki, baik di dunia maupun di Akhirat nantinya, Jadi, ruang lingkup rezeki itu sangatlah luas. Dan rezeki ini Yang Menyiapkan dan tidak pernah habis stocknya dalam menyiapkan, hanya Satu, Allah SWT, Dialah Yang menyiapkan segala kebutuhan seluruh makhluk non stop dan tidak pernah habis stoknya, dan memang belum pernah ada yang mengikrarkan itu, kita pada saat haus hanya tahu minum, pada saat lapar cuma tau makan, Kalau tidak ada uang berarti minta ada duit tinggal membeli makanan dan makan, selesai laparnya hilang, kalau capai pun tinggal istirahat, kita tidak pernah berfikir sebenernya darimana semua itu, maka satu-satunya yang mengaku dan mengikrarkan kalau Dia yang menyiapkan segala kebutuhan bukan cuman manusia adalah Allah SWT. Kita akan coba sebutkan banyak sekali dalil tentang masalah ini, diantaranya Firman Allah SWT :

  1. Qur’an Surah Adz-Dzariyat, Surat ke-51 ayat 56-58 :

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ

  1. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
  2. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.
  3. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Aku, kata Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah dan mengabdi kepada-Ku, Apa yang Aku perintahkan mereka jalankan, yang Aku bolehkan dan halalkan silahkan nikmatin, mulai dari makanan, minuman, pergaulan, pendapatan, ekonomi, mendirikan sebuah negara politik, dan apa yang Aku larang semuanya ditinggalkan, apa yang Aku haramkan maka dijauhi, itulah makna dari sembah, kata Allah Aku tidak ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah dan mengabdi kepadaKu, dan Aku tidak pernah meminta kepada mereka Balasan Rezeki. Kasus misalnya Aku menyiapkan untuk mereka makanan, daging hewan yang bisa disembelih, kata Allah : Saya tidak butuh dari mereka bagian dari Rezeki itu, Saya juga tidak ingin minta Makanan dari Mereka, lalu Allah tutup di Ayat 58 dan ini Saksi Bahasan kita, Innallaah Huwar Razzaq Dzul Quwwatil Matiin Sesungguhnya Allah itu Razzaaq, Razzaaq itu dalam Bahasa Arab masuk dalam lingkup luasnya, semua kebutuhan, kalau kita bicara soal substansial kebutuhan maka dikatakan Raaziq, sifat Allah pun juga Raaziq, kalau kalau kita bicara substansial kebutuhan, misal makanan saja, minuman saja, atau oksigen saja, maka kalau masuk substansial kebutuhan bisa dikatakan Raaziq, tapi kalau kita mengatakan Sosok Pencipta Yang Selalu menyiapkan segala sebutuhan secara global dan tidak pernah habis stoknya, maka dikatakan Razzaaq.

Allah mengatakan : Allah itu adalah Razzaaq Pemberi Rezeqi yang tidak pernah habis stoknya, Dzul Quwwatil Matiin Sebaik-baik tempat untuk bersandar. Contoh saja agar lebih jelas realita lapangannya, rezeki itu masuk di dalamnya cahaya, kalau seandainya saat ini tidak ada cahaya bulan kalau malam, kalau tidak ada cahaya matahari saat siang, maka mata kita tidak akan bisa melihat, setajam apapun dan senormal apapun mata kita tidak akan bisa liat, tapi karena cahaya ini ada, maka kita bisa melihat, inilah rezeki yang tidak kita sadari, hidung kita menarik oksigen dengan gratis, dan saking biasanya kita menghirup oksigen agar bisa hidup, maka kita tidak anggap itu rezeki, kalau coba kita lihat orang-orang yang Allah uji dengan oksigen ini di rumah sakit misal, maka berapa juta itu bayarnya. Kuping kita menangkap suara, anggota tubuh kita mencerna makanan yang kita makan, kita hanya tahu mengunyah dan merasakan serta menikmati makanan itu, seluruh anggota tubuh kita sudah tersistem, mulut kita memakan makanan, lalu kalau sudah ditelan makanan itu, kita tidak tau lagi kemana makanan itu, di proses itu secara alami, dimana proses ini dibuat? Sebagian diambil sebagai nutrisi dan yang tidak dibutuhkan jadi sisa, kita tidak tahu minuman yang kita minum mana yang jadi darah dan jadi air seni, kue atau nasi yang kita makan, kita tidak tau mana yang jadi bagian dari tubuh kita mana yang jadi sisa. Ini semua ada sistem yang diciptakan dan ini tidak ada makhluk yang mengaku menciptakan semua ini, mau hewan, mau jin, mau manusia, kalau haus ya minum dan kenapa harus minum untuk menghilangkan haus itu? kenapa bukan makan? Ini semua sistem luar biasa yang Allah ciptakan dan tidak kita sadari bahwa ini bagian dari rezeki.

Maka Allah memperkenalkan Diri-Nya bahwa Dialah yang menyiapkan dan mencukupi segala kebutuhan kalian dan tidak pernah habis stock itu. Contoh saja, pernah atau tidak kita lihat misal di pasar saja kalau sayur-sayuran habis? atau buah-buahan habis sama sekali tidak ada satupun jenis buah? Itu gambaran sekilas bagaimana Allah menjaga kebutuhan makhluk-Nya.

Kita kalau lihat ilmuwan manusia merekam bagaimana di hutan segala macam ragam hewan dan tumbuhan, bertebaran, sampai ribuan bahkan jutaan spesies dan populasi, bermacam-macam dan tidak pernah habis, selalu terjaga populasinya, maka hanya Allah Yang Mampu menyiapkan ini semua. Allah juga sebaik-baik tempat untuk bersandar.

Seorang Syaikh, Doktor di Ummul Qurraa’ beliau pernah bercerita dalam salah satu ceramahnya, dan kisahnya : Ada temannya di Jeddah seorang Pengusaha, lagi naik mobil sama-sama kemudian temannya ini mengatakan, “Akhi, Saudaraku, apa saran anda, apa do’a yang saya ucapkan supaya Allah selalu menambah rezeki saya?”, maka kata Doktor ini : “Saya tidak mengingat pada saat itu apapun do’a tertentu, tapi tiba-tiba saya teringat Surah Adz- Dzariyat ayat 56-58”, Maka beliau mengatakan : “Saudaraku coba bacalah Wa Maa Kholaqtul Jinna wal Insa Illaa Liya’buduun Saya tidak menciptaka Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah dan mengabdi kepada-Ku, Saya tidak pernah minta makan dari mereka, Innallaaha Huwar Razzaqu Dzul Quwwatil Matiin, Allah itu Dzat Yang Maha Pemberi Rezeqi dan tidak pernah habis stoknya juga Dialah sebaik-baik tempat bersandar, coba kau baca dalam do’amu Yaa Razzaaq Dzul Quwwatil Matiin, Wahai Dzat Pemberi Rezeki dan sebaik baik tempat bersandar, Urzuqnii berikan saya rezeki, lalu kata Doktor ini : “Kemudain kami berpisah, dan sebulan kemudian saya ditelpon sama temen saya…”, karena yang Syaikh atau Doktor ini tinggal di Makkah, lalu yang temannya tinggal di Jeddah, lumayan 60-90 km jaraknya, maka dia, temannya ini bilang : “Jazaakallaahu Khairaa semoga Allah balas dengan kebaikan, sebulan saya amalkan itu, selalu saya ucapin do’a itu, dan sekarang Allah Dzat Yang Maha Razzaaq, Pemberi Rezeqi, Dzul Quwwatil Matiin Sebaik-baik tempat bersandar memberikan Keuntungan buat Saya 1 juta riyal”. Jadi dia mengamalkan sunnah tentang memanggil Allah dan ini termasuk Sunnah Nabi SAW, kita kalau menggunakan Asmaa’ul Husna (Nama-nama Allah yang baik), maka kita ikutkan dengan do’a setelahnya misal Yaa Rahiim, Irhamnii; Yaa Ghafuur, Ighfirlii, kita ikutkan dengan do’a termasuk Yaa Razzaaq, Urzuqnii; Jadi, kita bisa menggunakan do’a-do’a seperti ini.

 

  1. Dalil yang kedua dalam Qur’an Surah Ar-Ruum, Surah ke-30 ayat 40 dan ini sebaik baik bukti panduan adalah Al-Quran, maka Al-Quran menceritakan kepada kita di surah dan ayat ini :

ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡۖ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفۡعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيۡءٖۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ

  1. Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah satu-satunya yang menciptkan kalian dari tidak ada menjadi ada, kemudian memberikan rezeki kepada kalian, memenuhi semua kebutuhan kalian, kemudian akan mematikan kalian akan tiba saatnya ajal datang, kalian akan mati, kemudian membangkitkan kalian dan menghidupkan kalian, apakah ada sekutu-sekutu yang kalian sembah selain Allah itu yang bisa melakukan itu? Sedikit saja? Maka Maha Suci dan Maha Tinggi Allah terhadap yang mereka sekutukan.

 

  1. Qur’an Surah Ghaafir, Surah ke-40 ayat 64 Allah juga mengingatkan :

ٱللَّهُ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

  1. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.

Allah telah menciptakan buat kita bumi ini Qaraar, Qaraar ini banyak maknanya diantaranya maknanya adalah tenang, sehingga bisa dilaluin diatasnya, kita tahu matahari itu berada di tempatnya dan yang berotasi mengelilinginya adalah bumi, bumi ini berputar, maka pertanyaannya kenapa bumi ini berputar dan kita tidak terbalik? Air-air tidak tertumpah? Bagaimana bisa? Padahal bumi ini berputar terus dan mestinya kita bisa rasakan itu, tapi Subhaanallaah kita bisa tetap tenang dan tetap bisa berjalan. Makna yang lain adalah kalian bisa membangun di atas bumi itu, kalian bisa bercocok tanam, kalian bisa ambil hasil tambangnya dan segala isi dari bumi ini. Maka, Allah mengatakan Dialah satu-satunya Yang telah menjadikan buat kalian bumi ini Qaraar, Was Samaa’a Binaa’aa dan telah menjadikan langit ini bangunan buat kalian, jadi kita sebenernya di bumi ini seperti sedang berada di sebuah ruangan, langit ini seperti atapnya dan kita seperti sedang berada di dalam ruangan, Wa Showwarakum Faahsana Shuwarakum dan Dialah yang telah melukis kalian dengan sebaik- baiknya, coba kita renungkan kalau misal kita sedang duduk-duduk di pinggir pantai misalnya kemudian ada seorang pelukis membawa papan lukisnya, lalu kita duduk di sebelahnya dan kebetulan laut sedang tenang, ada kapal berlayar, ada pohon kelapa dan buahnya, ada pula air pantai yang membasahi pasirnya, ada burung yang beterbangan di langit, ada matahari, ada awan sedikit, pemandangan yang indah, kemudian kita di sebelah pelukis dan pelukis itu melukis apa yang dia lihat dan yang kita lihat semua yang dijangkau mata dia dan mata kita dilukis sama dia, dan berhasil melukis seperti apa yang kita lihat, pertanyaannya kira-kira kita menilai bagus atau tidak gambarnya?

Ya, kita akan bilang bagus, bahkan kalau ada orang yang melukis gambar seperti apa yang benar-benar kelihatan alami, maka lukisan itu harganya mahal sekali bisa sampai miliaran terjual, Subhaanallaah, kita, manusia terkagum-kagum dengan pameran lukisan dan sejenisnya padahal orang ini, pelukis ini hanyalah menjiplak saja, hanya menjiplak ciptaannya Allah dan itupun hanya yang bisa dijangkau oleh matanya, juga Subhaanallaah lukisan manusia tidak bisa bergerak, tapi lukisannya Allah bergerak, buah nya bisa diambil, airnya bisa mengalir, bergerak, di dalam air itu ada makhluk hidup, ada langit yang beterbangan burung-burung, awannya bisa pindah-pindah, matahari nya bisa diistilahkan dengan terbit dan terbenam, manusianya bisa berjalan, dan seterusnya, maka bagaimana kita bisa terkagum dengan lukisan yang menjiplak saja, dan bagaimana bisa kita tidak merenungi ciptaan pada diri kita sendiri. Allah menyuruh kepada kita mengambil yang baik-baik saja, bagaimana kalau Allah menciptakan kita nggak ada kulitnya? Sungguh ini perlu kita renungi kembali. Allah mengatakan Wa Showwarakum Fa Ahsana Shuwarakum dia melukis dengan sebaik-baiknya  dan memenuhi kebutuhan kalian dari yang baik-baik.

 

  1. Qur’an Surah Qaaf Surah ke-50 ayat 6-11 ini Allah mengajak manusia berpikir tentang masalah kebutuhan mereka yang didapatkan setiap harinya agar mereka kembali pada Satu Pencipta itu Allah SWT,

أَفَلَمۡ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوۡقَهُمۡ كَيۡفَ بَنَيۡنَٰهَا وَزَيَّنَّٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٖ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ تَبۡصِرَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ مُّبَٰرَكٗا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّٰتٖ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ وَٱلنَّخۡلَ بَاسِقَٰتٖ لَّهَا طَلۡعٞ نَّضِيدٞ رِّزۡقٗا لِّلۡعِبَادِۖ وَأَحۡيَيۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ

  1. Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?
  2. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,
  3. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).
  4. Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,
  5. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,
  6. untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.

Alam Taraw Tidakkah mereka lihat ke langit di atas kepada mereka, bagaimana kami ciptakan, dan bagaiman kami dirikan dan kami bangun itu, bagaimana kami hiasi dengan miliyaran bintang-bintang dan mereka tidak menemukan sedikitpun celah kekurangannya? – Surah Al-Mulk juga menjelaskan masalah itu di ayat 3 Alam Tara Kaifa Kholaqallaahu Sab’a Samaawaatin Thibaaqaa, Maa Taraa Fii Kholqir Rahmaani Mintafaaquut? Coba kalian angkat pandangan mata ke langit sana lihat baik-baik langit itu, maka niscaya kalian akan turunkan pandangan mata kalian dalam kondisi letih sementara kalian tidak menemukan celah kekurangannya dan coba Kata Allah angkat sekali lagi lihat langit itu kemudian terus kamu mencari, coba cari celah kekurangannya niscaya kalian akan turunkan pandangan mata dalam kondisi capai dan tidak menemukan sedikitpun dari celah kekurangan langit itu.

Kemudian Allah mengatakan Wal Ardha Madadnaahaa dan bumi kami hamparkan sehingga bisa ditinggali, dibangun, diambil hasil tambangnya, Wa Alqaiynaa fiihaa Rawaasiyaa dan kami tancapkan diatasnya gunung-gunung Wa Ambatnaa fiihaa min kulli Zaujim Bahiij dan kami tumbuhkan diatas bumi itu semua yang berpasang-pasangan, maksudnya disini ada manusia, ada hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan sehingga mereka bisa berkembang biak, Tabshirotaw Widzikraa likulli Abdin Muniib, Tabshiroh adalah ilmu pengetahuan dan Dzikra adalah peringatan bagi hamba-hamba yang Muniib, Muniib ini maknanya cerdas dan jeli, Allah menyebutkan masalah itu, Wa Nazzalnaa minas Samaa’i Maa’am Mubaarakaa, Kami turunkan dari langit air yang penuh dengan berkah, yakni hujan, Fa Anbatnaa bihii Jannaat yang Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang lebat dan juga biji-bijian yang siap untuk menjadi pohon yang baru. Wan Nakhla Baasiqaatillaahaa Thol’un Nadhiidh dan Kami tumbuhkan dengan air hujan itu pohon-pohon kurma yang punya mayang-mayang yang banyak. Rizqan Lil’Ibaad semua itu sebagai rezeki buat hamba-hamba, Wa Ahyaynaa Bihii Baldatam Maytaa dan dengan air hujan itu juga Kami hidupkan negeri yang sudah mati, dan begitulah nanti kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat. Inilah beberapa dalil Al-Qur’an yang membuktikan kalau Allah itu Pemberi Rezeki dan tidak ada yang pernah mengakui ini kecuai Allah SWT.

Untuk lebih memahami apa itu rezeki, ada gambaran yang bisa kita ilustrasikan, bahwa rezeki ini bisa kita misalkan seperti sebuah pohon. Pohon ini ada buah yang berjatuhan dan ada buah yang bergelantungan. Buah yang berjatuhan dan bergelantungan siapa saja boleh mengambilnya baik dia beriman ataupun dia kafir, semua bisa dapat, makanya jangan heran kalau ada orang kafir tapi masih hidup, dia punya rumah mewah, makan dari segala apa yang dia mau, Ya, karena Rezeki itu Allah siapkan untuk semua makhluk tidak terkecuali, kalau orang kafir itu tiba-tiba Allah tidak beri rezeki, maka tidak akan ada orang kafir nantinya, memang Allah menciptakan semua itu untuk menguji mereka dan melihat mereka mau  menggunakan tidak potensi-potensi dalam diri untuk beribadah pada Allah. Maka buah yang berjatuhan ini semua orang berusaha atau tidak berusaha akan mendapatkannya, sepeti misal tetangga kita tiba-tiba memberikan kiriman makanan, tanpa kita minta tanpa kita tau sebelumnya, maka ini dinamakan Rezeki Mutlak, Ini perumpamaan buah yang berjatuhan namanya Rezeki Mutlak, kemudian yang buah-buah bergelantungan dinamakan Rezeki Ikhtiar. Maka, inilah konsep rezeki itu agar mudah untuk dipahami, rezeki yang berjatuhan ini, seseorang akan datang padanya mau tidak mau, contoh Rezeki Mutlak lain misal mungkin kita pernah punya makanan yang kita simpan di lemari, kita ingin makan nanti, tapi saat kita mau makan besoknya ternyata sudah dimakan sama anak-anak kita, pernah mengalami nya? Ya, itu karena bukan rezeki kita, tapi memang sudah dituliskan menjadi rezekinya dia, maka ini sesuai dengan Hadits Nabi SAW yang berbunyi:

“Tidak ada jiwa yang meninggal dunia kecuali akan dilengkapkan seluruh rezekinya, ini maknanya tidak ada jiwa yang meninggal dunia kecuali seluruh rezekinya akan diberikan padanya, Ya, ini maksudnya adalah Rezeki Mutlak, buah yang berjatuhan tadi, juga ada Hadits lain Kata Nabi : Kalau seseorang lari dari rezekinya seperti dia lari dari kematian, maka rezekinya akan mendatanginya sebagaimana mati mendatanginya. Inilah Rezeki Mutlak yang mana mau atau tidak mau akan datang pada kita, pasti datang. Ini berlaku pada orang kafir ataupun orang beriman, tinggal yang kedua Rezeki Ikhtiar, rezeki yang ada buah yang bergelantungan di atas pohon, untuk mengambilnya kita membutuhkan tangga dan fasilitas, maka fasilitas dan tangga ini adalah ilmu, ini sejalan dan mirip dengan perkataan Imam Syafi’i, siapa yang ingin dunia dia harus punya ilmunya, siapa yang ingin akhirat dia harus memiliki ilmunya, yangg mau dua-duanya maka dia juga harus punya ilmunya, memang ilmu yang menjadi tangganya, jadi siapapun yang memiliki ilmunya dia pelajari bisnis tertentu misal, dia pelajari misalnya masalah properti, masalah kuliner, masalah ini dan itu, kemudian dia menguasainya, maka dia akan punya tangga untuk naik ke atas dan kalau sudah di atas pohon dia bisa petik buah sebanyak mungkin semaunya dia.

Dan Rezeki Ikhtiar ini sangat terbuka, semua orang bisa kumpulkan sebanyak mungkin, tinggal dia punya ilmunya, maka di atas pohon itu dia ambil yang dekat, yang jauh dia gunakan jala, maka tambah ilmu lagi, tambah fasilitas, belajar skill lagi, kursus lagi, tambah keterampilan, maka dia akan bisa mengambil buah-buah itu sebanyak mungkin, tidak ada batasnya.

Hanya saja, berbeda antara rezeki orang kafir dan orang beriman, bedanya adalah di berkahnya, karena orang yang beriman hanya disuruh oleh Allah hanya mengambil rezeki yang baik-baik saja, bahasa agamanya adalah Halal, yang Halal saja, dan Halal itu maksdunya yang dibolehkan oleh Allah dan ikut dengan Thayyiib yakni berkualitas. Kita disuruh untuk mencari dan mengambil buah itu hanya yang berkualitas saja, yang rusak tidak usah diambil, minimal buah itu bonyok saja tidak perlu diambil. Maka inilah contoh rasional dalam memahami masalah rezeki ini. Jadi, inilah kata kunci memahami rezeki itu. Selanjutnya kita akan membedah bagaimana kiat-kiat untuk mempertahankan rezeki Allah ini, yang Insya Allah kita akan membahasnya di pertemuan berikutnya.

Allaahu A’lam Bish Shawwaab.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

Membangun Suami Istri yang Romantis dalam Islam

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
30 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS.AL-FURQON : 74

MEMBANGUN SUAMI ISTERI YANG ROMANTIS DALAM ISLAM

Saudara-sadari sekalian,

  • Banyak pasangan suami-isteri yang sedang mengalami badai rumah tangga.
  • Mereka sering bertengkar, saling mempersalahkan, tak ada yang mau mengalah, karena masing-masing merasa benar.
  • Berikut ini beberapa kiat mencegah dan menyelesaikan problem suami isteri:
  1. Shalat Tahajjud berjamaah.
  2. Berjalan bergandengan tangan ke masjid.
  3. Membaca Al-Quran & surat Al-Mulk bersama, setiap malam.
  4. Saling cium tangan, cium dahi, sambil mengucapkan; “Aku cinta dan sayang padamu karena Allah”.
  5. Makan bersama sambil sesekali saling menyuapi.
  6. Saling membantu mencuci pakaian, menyeterika, dll.
  7. Saling memuji dan berterima kasih.
  8. Saling mendo’akan keberkahan.
  9. Menjaga kebersihan, menjaga kelembutan dan hangat dalam bersikap, selalu harum serta saling menyenangkan.

JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,

Jadikan kami pasangan suami-istri yang selalu Kau ridhoi & berkahi di dunia dan di akhirat.

Dunia Itu Sangat Penting untuk Kehidupan Akhirat

Oleh Adhan Sanusi

Mohon membaca sampai selesai agar tidak salah faham.

Memandang dunia itu bergantung dari sisi mana kita melihatnya. Sisi buruknya atau sisi baiknya atau kedua sisinya. Kalau memandang dari sisi buruknya, maka dunia menjadi tidak penting, kalau dari sisi baiknya, dunia sangat penting, kalau dari kedua sisinya, dunia itu Sangat penting dan juga tidak penting.

Tidak penting karena dunia tempat hidup sementara, penting karena dunia adalah tempat hidup saat ini untuk bekal. Sangat penting untuk bekal dan tidak penting untuk jadi tujuan hidup.

Tapi kalau di bandingkan dengan ke hidupkan di akhirat, dunia ini sangat kecil dan remeh. Tetpj yang menjadi penentu kehidupan selanjutnya?
Mari kita berkalkulasi, الدنيا مزرعة الآخرة. Dunia itu tempat menanam, akhirat itu tempat memanen. Dunia itu sebab dan akhirat itu akibat dari kehidupan dunia.

Maka kalau di tanya, lebih penting mana menanam atau memanen? Lebih penting mana menjadi sebab atau akibat?

Tentu jawabannya sudah kita ketahui: Sama-sama penting, karena pentignya dunia terkait erat dengan akhiran. Pentingnya menanam di dunia, karena harapan memanen di akhirat. Pentingnya sebab karena adanya akibat yg pasti.
DUNIA menjadi sangat penting karena ia adalah kunci penentu sukses tidaknya nanti di akhirat.

Karena dunia itu sangat penting untuk menanam, maka hidup di dunia ini harus fokus pada apa yang harus kita tanam. Yaitu menanam amal ibadah dan amal kebaikan pada sesama.

Itulah pentingnya dunia. Adapun sisi negatif dunia itu agar kita hati hati dalam menanam dan menjadi fokus pada sisi baik dunia sebagai tempat kontribusi amal.

Wallahu A’lam.

5 Kiat Sukses Mendidik Anak

Oleh: K.H. Muhammad Shaleh Drehem

Bismillah
Alhamdulillah, ash-sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa  shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
23 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS.LUQMAN : 13-19

Mewujudkan anak shaleh-shalehah, memerlukan perjuangan agar bisa mengundang rahmat dan berkah Allah SWT. Perjuangan ini menuntut terpenuhinya paling tidak lima syarat, yaitu :

  1. Kemauan keras dan ikhlas untuk mendidik anak menjadi shaleh-shalehah.
  2. Kesepakatan suami/isteri dalam cara didik anak yang tepat.
  3. Teladan keshalehan dari orang tua.
  4. Konsistensi dalam mendidik anak disertai hati penuh cinta dan sikap bijak.
  5. Lingkungan dan pergaulan anak yang mendukung pendidikan keshalehan.

Banyak suami dan isteri yang tidak sepenuh hati mengharapkan anak mereka menjadi shaleh.
Banyak pula yang terlalu “memaksakan” pendidikan keshalehan sehingga caranya menjadi tidak bijak.
Banyak yang mengharap keshalehan anak tumbuh dari lingkungan pergaulannya yang tidak shaleh.

BERSAMA KITA BERSEMANGAT DAN BERJUANG MENJADIKAN ANAK KITA SEBAGAI ANAK SHALEH.

JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Jadikan putra dan putri kami generasi Robbani yang berbakti pada orang tua, bermanfaat buat ummat dan agama.

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Bersahabat dengan Al-Qur’an

oleh : Wawan Fitriono, S.Pd.I

Al Qur’an merupakan anugerah terindah dan terbesar dari Sang Maha Pencipta kepada umat manusia. Mengimaninya adalah satu keharusan yang tidak boleh diabaikan. Apa jadinya manusia jika tidak diturunkan al-Qur’an? Dan apa jadinya kehidupan manusia jika al-Qur’an diabaikan?

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah Thaaha (20), ayat 124-126, terjemahannya adalah:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (۱۲٤) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (١٢٥) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آَيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى(۱۲٦)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”.

Ayat diatas menjadi pengingat bagi kita untuk tidak berpaling dan mengabaikan peringatan Allah SWT yang tercantum melalui kitab suci-Nya yaitu Al Qur’an. Kecelakaanlah bagi orang-orang yang berpaling dan mengabaikannya.

Barang siapa yang berpaling dari petunjuk Allah SWT, mendurhakai perintah Nya, mengingkari dan menentang apa yang Allah SWT turunkan kepada Rasulullah, maka ia akan ditimpa kehidupan yang sempit di dunia, jauh dari rasa tenang, dadanya sesak dan selalu gelisah, meski lahirnya nampak serba cukup bahkan mewah.

Kelak di akhirat ia akan dibangkitkan kembali dan dikumpulkan di Mahsar dalam keadaan buta.

Jika ia mengadu: ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkan aku dalam keadaan buta? Padahal dahulu aku bisa melihat. ” Tuhan akan menjawab: ” karena engkau telah berpaling dari petunjuk Ku, melanggar perintah Ku dan mengabaikan ayat- ayat Ku, serta lupa atau pura – pura lupa akan adanya hari kiamat ini. Maka engkau sekarang dilupakan sebagai pembalasan terhadap sikapmu itu.

Mengapa Harus Bersahabat dengan al-Qur’an?

Bersahabat dengan Al Qur’an merupakan perwujudan dari interaksi kita dengannya dan interaksi kita dengan Al Qur’an merupakan salah satu bentuk Konsekwensi keimanan kita kepadanya. Kesadaran akan pentingnya al-Qur’an inilah yang menjadi dasar mengapa kita perlu bersahabat dengan Al Qur’an.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” (HR. Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).

Hadits ini memberikan pelajaran bahwa, salah satu keutamaan menjadikan al-Qur’an sebagai sahabat di dunia ini adalah memperoleh syafa’at al-Qur’an. Syafa’at adalah merupakan kebutuhan utama setiap Muslim di akhirat, sebab dengan syafa’at, Allah akan memasukkan ia ke dalam syurga-Nya.

Al-Qur’an juga akan menentramkan hati bagi orang-orang beriman yang sering berinteraksi dengannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah diantara rumah-rumah Allah ta’ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka diantara malaikat yang ada di sisiNya.” (HR. Abu Daud, No.1243)

Sebaik-baik sahabat adalah al-Qur’an yang dengannya akan membuat hati kita tentram, bahagia dan kelak al-Qur’an akan menjadi pembela kita di hari kiamat kelak.

Tips Bersahabat dengan Al-Qur’an

  1. Menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan harian. Membaca al-Qur’an adalah langkah awal dalam berinteraksi dengannya. Al-Qur’an hendaknya menjadi bacaan utama kita setiap hari. Ada target bacaan harian dan target kapan kita bisa mengkhatamkannya sesuai dengan kemampuan kita.
  2. Mendengarkan bacaan al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering meminta sahabat untuk membacakan al-Qur’an untuknya. Saat ini selain bisa mendengarkan bacaan qari secara langsung, banyak alat atau fasilitas elektronik dimana kita bisa mendengarkan bacaan al-Qur’an. Jika mendengar musik atau hal-hal lain yang hanya mengeraskan hati maka mendengarkan bacaan al-Qur’an justru akan menentramkan hati.
  3. Meluangkan waktu secara khusus untuk mentadabburinya (memahami dan mengkajinya). Ayat-ayat Al-Qur’an akan semakin menyentuh hati kita saat kita mengetahui maknanya. Selain bisa mengetahui makna al-Qur’an dari buku-buku tafsir, kitapun bisa mengikuti halaqah-halaqah kajian al-Qur’an.
  4. Mengamalkannya, yakni mengejawantahkan ajaran-ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikannya rujukan disamping hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dalam amalan ibadah maupun dalam hal muamalah dan lainnya.
  5. Berusaha untuk menghafal al-Qur’an. Mulai dari ayat atau surah-surah yang mudah untuk kita hafal. Kesibukan ataupun faktor umur tidak menjadi penghalang asalkan kita mempunyai kemauan kuat untuk “menyimpan” al-Qur’an di dalam dada-dada kita. Banyak perangkat dan metode yang akhir-akhir ini berkembang yang bisa menjadi sarana buat kita untuk menghafal al-Qur’an.
  6. Mendakwahkannya, yaitu menjadikan sebagai bahasan dan referensi utama dalam berdakwah.
  7. Memperjuangkan agar isinya menjadi rujukan utama dalam kehidupan

Semoga kita termasuk ahlul Qur’an. Wallahu Ta’ala a’lam.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Pendidik Itu Kasih Sayang

Oleh: Adhan Sanusi,Lc

Hari itu adalah waktunya para wali murid berkumpul, untuk menerima raport anak-anak mereka. rata rata mereka dari kalangan berpendidikan.

Tiba-tiba masuk seorang laki-laki kumuh, bau keringat, terlihat gurat gurat perjuangan melawan kemiskinan di wajahnya dan penampilannya. Dengan penuh kikuk ia masuk dan mencari tempat duduk paling belakang. Namanya pak Ahmad salah satu dari wali murid sekolah tersebut.

Sang kepala sekolah bertanya kepada para orang tua, bagaimana mereka  menjadikan anak-anak mau belajar di rumah.

Ada yang menjawab dengan di kontrol ketat. Ada yang bercerita di atur jadwal mainnya, ada yg meng iming-imingi hadiah dll.

Lalu kepala sekolah berkata: ” Luar biasa usaha bapak ibu untuk mensukseskan anak anak ibu. Sekarang saya minta salah seorang wali murid yang anaknya selalu langganan juara di sekolah ini. Monggo pak Ahmad…!

Mendengar namanya di panggil, ia terkejut. Agak ragu ragu dia maju kedepan. Anaknya memang selalu juara di sekolahnya.

“Pak Ahmad, bagaimana bapak membuat anak bapak rajin belajar?” Tanya sang kepala sekolah.

“Saya tidak melakukan apa-apa, kecuali kalau malam habis kerja saya menemaninya belajar sambil sesekali ngajak ngobrol.”

“Pernah anak saya bertanya: emang bapak paham apa yang aku kerjakan? Saya jawab: tidak, cuma saya tahu Pelajaran itu sulit atau tidak. Gmna tahunya? Ya kalau kamu sudah sering mengernyitkan dahi itu berarti sulit.”

“Anak saya juga sering menemani saya kerja, saya tanya dia: Nak, engkau lihat gedung tinggi yang sedang bapak kerjakan ini? Ya ayah.

Mana  yang mau engkau pilih, menjadi pekerja seperti ayah, atau menjadi orang yang memimpin gedung ini.?..anak saya dengan mantab menjawab menjadi pemimpin gedung…

Kalau begitu… belajarlah yang rajin nak…jgn seperti ayah..yg sudah terlambat ini.”

Tepuk tangan riuh dari para wali murid yang lain begitu pak Ahmad selesai bercerita.

Entah apa yang ada di benak mereka. Termasuk di benak kita.

 

(Di tulis kembali dari kisah yg pernah saya baca)

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Kelola “Marah” Dalam Rumah Tangga

KELOLA “MARAH” DALAM RUMAH TANGGA.

Oleh: K.H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.


Bismillah

Lakal hamdu ya Rob, usholli wa usallimu ‘ala Habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

16 JUMADITS-TSANI 1442 H

QS.ALI-IMRON : 133-136

Saudara-saudari sekalian,

  • Rasa marah antar suami isteri adalah wajar selama tidak mengantar kepada dosa, tidak berlebihan dan tidak berlangsung lama.
  • Demikian pula dengan rasa marah antara orang tua dengan anak, antar saudara, antara menantu dengan mertua, dst.
  • Rasa marah itu bersumber dari kekecewaan.
  • Kekecewaan disebabkan oleh harapan yang belum tercapai.
  • Rasa marah itu bisa bersifat pendidikan jika digunakan dengan benar dan baik, bisa efektif merubah kepada yang lebih baik.
  • Tapi, bagaimanapun orang yang merasa dimarahi, tentu merasakan perasaan yang tidak membahagiakan.

    Karena itu, diperlukan solusi ini :

  • “Jangan marah kepada orang yang marah kepada kita”.
  • Membalas marah dengan marah, bukanlah sikap yang baik, terutama dalam lingkup rumah tangga dan keluarga.
  • Memarahi orang yang sedang marah kepada kita, bukanlah solusi bijak.


BERSAMA KITA SEMAKIN BIJAK.

SEMANGAAAT


Ya Rahman,

Karuniai kami “sabar” dalam kelola dinamika hidup berumah tangga

 

Gambar oleh Mirko Bozzato dari Pixabay

Adab Membaca Al-Qur’an

Oleh: Mashuda, S.Pd.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi orang yang membaca Al-Qur’an

  1. Ikhlas

wajib bagi orang yang membaca Al-Qur’an untuk ikhlas, memelihara etika ketika berhadapan dengannya, hendaknya ia  menghadirkan perasaan dalam dirinya bahwa ia tengah bermunajat pada Allah Swt.

  1. Membersihkan Mulut

Jika hendak membaca Al-Qur’an hendaknya ia membersihkan mulutnya dengan siwak atau lainnya dan siwak yang berasal dari kayu arok lebih utama, bisa juga dengan jenis kayu-kayuan lain, atau dengan sobekan kain, garam abu (alkali), atau lainnya.

  1. Dalam Kondisi Suci

Sebaiknya orang yang hendak membaca Al-Qur’an berada dalam kondisi suci dan boleh jika ia dalam keadaan berhadats berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Imam Haramain berkata: “Tidak dikatakan bahwa ia melakukan suatu hal yang makruh tetapi ia meninggalkan sesuatu yang lebih afdhal. Jika ia tidak memenukan air maka hendaknya ia bertayamum, untuk wanita yang biasa istihadhah ia dihukumi sebagaimana orang yang berhadats.

  1. Tempat Yang bersih

Hendaknya membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih dan nyaman, mayoritas ulama lebih suka kalau tempatnya di masjid. Asy-Sya’bi berkata: “Makruh membaca  Al-Qur’an di tiga tempat: kamar mandi, kakus, dan tempat penggilingan yang tengah beroperasi.”

  1. Memulai Qiraah dengan Ta’awudz

Ketika ingin membaca Al-Qur’an disyariatkan untuk berta’awudz, yaitu dengan membaca:

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

 

  1. Membaca dengan Tartil

Hendaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

 

  1. Menghormati Al-Qur’an

Termasuk perkara yang perlu diperhatikan dan sangat ditekankan adalah penghormatan terhadap Al-Qur’an. Diantara penghormatan terhadap Al-Qur’an, yaitu menghindari tertawa, bersorak-sorai, dan berbincang-bincang di sela-sela qiraah kecuali perkataan yang mendesak. Sebagai praktek  dari firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

 


Disadur dari kitab “
At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur’an.”

 

Selembar kertas dan Beban kehidupan

Oleh: H. Mohamad Yamin

Sahabat Al-Qur’an yang berbahagia

Selembar kertas,  ketika selembar kertas itu kita angkat selama satu menit sungguh sangat terasa ringan, namun ketika diangkat kembali selama 1 jam, saat itu jari-jari tanganku bergetar. Dalam bayangan fikiran kita kertasnya cuman selembar, namun ternyata kertas ini bisa membuat jari-jari tangan tidak kuat dan  ingin melepaskannya. Apalagi jika selembar kertas ini diangkat selama 10 jam,  ternyata sebelum 10 jam jari-jari ditangan kita sudah tak sanggup lagi untuk menjepit kertas yang hanya selembar saja.

Sahabat Al-Qur’an, kalau kita analogikan selembar kertas dengan sebuah masalah yang menimpa diri kita, sungguh ternyata masalah itu berat dan ringannya bukan terletak pada kecil atau besarnya masalah yang kita hadapi, namun seberapa lama kita menyelesaikannya.

Ketika kita memiliki masalah kecil lalu kita biarkan masalah itu berlarut-larut, maka masalah kecil itu akan menjadi masalah besar bagi diri kita, dan begitu juga ketika kita memiliki masalah besar namun segera kita selesaikannya, maka masalah besar itu akan menjadi ringan bagi diri kita.

Allah SWT ternyata sudah memberikan resep kepada kita

QS Al Insyirah : 5-6

“sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (5-6).

Peristiwa perang khandaq :

Perang yang mana kaum muslimin dalam kondisi sangat mencekam, musuh berjumlah 10.000 pasukan, sedangkan jumlah kaum muslimin  hanya 3000 pasukan.  Saat itu muncul ide dari Salam Al Farisi untuk sekeliling kota Madinah digali parit,  harapannya adalah agar musuh kesulitan memasuki kota Madinah. Saat menggali parit kaum muslimin mendapati sebuah batu besar yang tidak mampu memecahkannya. Peristiwa ini dilaporkan kepada Nabi, singkat cerita Nabi kemudian mengambil kapak dengan teriakan takbir kapak itu dapat memecahkan batu besar tersebut.  Saat batu besar pecah ada kilatan cahaya yang keluar dari batu tersebut.  Kata nabi kilatan pertama nanti Persia akan ditaklukkan dan kilatan kedua roma juga akan ditaklukkan.

Saya yaqin sahabat Al-Qur’an juga memiliki cerita yang tidak kalah heroiknya sebagaimana cerita perang khandaq.

Sahabat Al-Qur’an.! Dari petunjuk Allah SWT ini sangat jelas bahwa Allah dalam setiap masalah yang menimpa hambanya Allah juga memberikan kemudahan dan ini tidak hanya satu solusi namun dua solusi sekaligus, bahkan  lebih dari itu.

Sahabat Al-Qur’an! Dari sepenggal cerita di atas, Allah hendak melihat seberapa respon hamba Nya ketika menghadapi masalah, ketika hamba Nya meresponnya dengan dibarengi husnudzon (ada hikmah dibalik peristiwa) pasti Allah tidak akan tinggal diam dalam memberikan jalan keluar dari pintu yang tak terduga.

Demikian semoga masalah yang diberikan Allah kepada kita mampu membuka kebaikan-kebaikan Allah berikutnya, sehingga kita termasuk hamba yang dicintainya.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Anak-Anak Kita, Tanggung Jawab Kita

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Bismillah

Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

9 JUMADITS-TSANI 1442 H
QS. IBRAHIM : 35-41

Saudara-saudari sekalian,

  • Ingat, putra-puteri kita adalah darah daging, buah hati, dan penyejuk jiwa kita.
  • Cinta dan kasih sayang kepada mereka, tertanam kuat dalam jiwa semua ibu dan ayah.
  • Bahkan tak jarang suami merasa bahwa cinta isteri kepada putera-puterinya, lebih besar dari pada cinta istri kepadanya.
  • Atau sebaliknya, isteri merasa bahwa ia selalu dipersalahkan jika putera-puterinya sakit, nakal atau bermasalah.
  • Tak jarang suami isteri berselisih karena masalah anak anaknya.
  • Iya benar, putra-puteri kita adalah ujian bagi kita.
  • Mereka adalah tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat.
  • Kita wajib optimal mendidik mereka agar menjadi generasi shaleh-shalehah.
  • Suami isteri sewajibnya sepakat untuk menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas sesuai dengan ajaran Islam, terutama dalam pendidikan Aqidah, Ibadah dan Akhlak.
  • Banyak orang tua yang berdosa besar karena melalaikan kewajiban ini.

BERSAMA KITA OPTIMALKAN PENDIDIKAN ANAK.

Ya Rahman,

Jadikan putra-putri kami generasi Robbani, yang selalu berbakti pada orangtua, bermanfaat keberadaannya buat agama,ummat dan negara.

 

—————————–
QS. IBRAHIM : 35-41

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ – ٣٥
رَبِّ اِنَّهُنَّ اَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِۚ فَمَنْ تَبِعَنِيْ فَاِنَّهٗ مِنِّيْۚ وَمَنْ عَصَانِيْ فَاِنَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ – ٣٦

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ – ٣٧

رَبَّنَآ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِيْ وَمَا نُعْلِنُۗ وَمَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ – ٣٨

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَهَبَ لِيْ عَلَى الْكِبَرِ اِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبِّيْ لَسَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ – ٣٩

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ – ٤٠

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ – ٤١

Artinya:

(35) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

(36) Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(37) Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(38) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

(39) Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

(40) Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

(41) Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Gambar oleh Bessi dari Pixabay

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan