Mengatur Keuangan untuk Hidup lebih Berkah

oleh Muazzilatuz Zakiyah (Bagian Akuntansi dan Perpajakan Wafa Indonesia)

“Dan orang-orang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian”. (QS. Al-Furqon:67)

Berdasarkan potongan surat Al-Furqon ayat 67 yang menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa seorang hamba yang baik adalah yang tidak berlebihan dalam mengeluarkan harta dan juga tidak kikir.

Umat Islam dianjurkan untuk dapat mengelolah keuangan dengan baik, adapun teknik sederhana yang banyak digunakan oleh masyarakat Jepang untuk mengatur keuangan tanpa aplikasi, tanpa teknologi digital, dan tanpa perhitungan matematika yang rumit yakni “Teknik Kakeibo”. Meskipun teknik ini terkenal di negara yang mayoritas bukanlah muslim  bukan berarti kita sebagai umat muslim tidak bisa menggunakan teknik ini. Berikut cara menerapkan teknik mengatur keuangan “kakeibo” tanpa meninggalkan unsur-unsur syariah islam:
Tradevision Canada delivers AI-powered trading in crypto, Forex, stocks, and CFDs—with over 200% return potential. Tradevision Review

  1.   Mencatat semua pemasukan secara rinci
  2.   Mencatat kebutuhan secara rinci
  3.   Sisihkan dana untuk zakat dan sedekah
  4.   Sisihkan untuk tabungan dan dana darurat
  5.   Siapkan amplop untuk masing-masing pos pengeluaran
  6.   Mencatat semua pengeluaran harian
  7.   Cek antara rencana pengeluaran dan realisasi

Adapun untuk pos pengeluaran bisa dibagi menjadi 4 , yaitu:

  1.       Kebutuhan pokok, meliputi : makan, transportasi, obat-obatan
  2.       Kebutuhan Sekunder meliputi: makan diluar atau restoran, belanja, atau rokok
  3.       Culture/Tambahan Wawasan meliputi: buku, film, majalah
  4.       Extra/Pengeluaran Tambahan) meliputi, hadiah pernikahan teman, kado dll.

Sederhana bukan teknik mengatur keuangan ini?. Namun perlu kita pahami sesederhana apapun teknik mengatur keuangan jika tidak dilandasi dengan komitmen dan disiplin maka tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Kuatkan Pondasi Rumah Tangga

KUATKAN PONDASI RUMAH TANGGA

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

 

Bismillah

Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi

2 JUMADITS-TSANI 1442 H

QS.AN-NISA’ : 34-35

KUATKAN PONDASI RUMAH TANGGA..!

Saudara saudari sekalian,

  • Rumah tangga akan goyah jika pondasinya lemah.
  • Suami isteri akan bertengkar karena berbeda pendapat.
  • Padahal beda pendapat dapat diatasi kalau keyakinannya sama.
  • Keyakinan inilah yang perlu disepakati dan diperkuat, agar semua perbedaan dapat lebur dalam kesatuan keyakinan yang kuat.

Dasar-dasar keyakinan itu antara lain:

  1. Suami isteri dipertemukan oleh Allah dalam ikatan suci, adalah nikmat yang wajib selalu disyukuri.
  2. Rumah tangga adalah ibadah yang membahagiakan, dalam rangka meraih ridha Allah SWT.
  3. Ibadah & shalat yang rutin dan ikhlas, rasa cinta yang diungkapkan, serta keterbukaan dalam bingkai komunikasi yang indah, harus jadi kebiasaan setiap saat.
  • Jika ketiga point ini dijadikan kebiasaan dan acuan bersama, insya Allah rumah tangga kita akan kokoh.
  • Untuk mencapai kekokohan dan kebahagiaan berumah tangga,maka kita terus belajar dan saling memotivasi.

BERSAMA KITA TERUS BELAJAR

JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,

Kuatkan iman kami dan iman seluruh keluarga kami

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

Puzzle-Puzzle Kehidupan di Dalam Diri

Oleh Adhan Sanusi, Lc.

Setiap diri kita itu tersimpan puzzle-puzzle kehidupan. Apa itu? Yaitu berbagai macam masalah,  realita, dan keinginan diri yang tercampur jadi satu dalam sebuah kerangjang fikiran.

Apa yang di maksud dengan masalah? Masalah adalah jarak antara keinginan  dan realita saat ini. Misalnya ingin ke Jakarta, saat ini ada di Surabaya. Ketika tidak bisa ke Jakarta karena berbagai hal, itulah yang di sebut masalah.

Ruwetnya kehidupan itu karena kita tidak bisa memilah dan memilih masalah mana terlebih dahulu yang harus dikerjakan atau diselesaikan. Mana yang hal yang strategis mana yang kurang strategis. Mana yang prioritas mana yang bukan, mana yang penting, mana yang lebih penting.

Ketidakmampuan pembacaan terhadap masalah diri ini mengakibatkan kaburnya langkah-langkah yang harus di kerjakan. Tidak ada kejelasan pekerjaan yang dilakaukan sedang menuju kemana? Butuh berapa lama? Efek hal tersebut membuat target-target tidak jelas sehingga menjadikan waktunya murah sekali untuk dilewati begitu saja tanpa satuan amal yang jelas.

Banyak waktu habis oleh HP yang hasilnya juga tidak jelas terhadap tercapai keinginan/target besarnya.

Ketidakmampuan pembacaan terhadap diri sendiri ini bermuara kepada satu hal: Tidak mampu menemukan GOAL BESAR  dalam hidupnya. Goal/target yang akan menyedot seluruh energi untuk di arahkan kepadanya. Goal tidak harus selalu bersifat materi, bisa jadi berupa nilai diri, namun poweful.

Karena itu, kemampuan pembacaan diri ini sangat menentukan kejelasan masalah pribadinya, kejelasan langkah, kejelasan waktu, kejelasan sumber daya dll.

Dalam pembacaan diri ini setiap kita di lahirkan dengan kemampuan berbeda-beda. Ada yang Allah mudahkan sejak awal menemukan goalnya yang sangat jelas. Sejak awal dia sudah bisa mengkondisikan dirinya, waktunya dan seluruh sumberdaya untuk memenuhi GOAL BESAR nya tersebut. Orang seperti ini biasanya menjadi orang besar pengaruh dan manfaat kepada ummat.

Menemukan GOAL BESAR sampai terang benderang seperti tersebut, tidaklah mudah. Setidaknya ada dua cara yang bisa di lakukan:

  1. Melalui kontemplasi atau perenungan yang mendalam sampai GOAL BESAR tersebut terang benderang. Langkah-langkahnya jelas. Biasanya yang seperti ini butuh lama, pasang surut, butuh energi besar melawan nafsu diri sendiri, melawan kebiasaan lama yang tidak selaras dengan tujuan.
  2. Melalui bimbingan orang yang paham, yang biasa di sebut ilmu coaching. Nah ini insya Allah akan memudahkan. Karena akan di tuntun sampai bisa berjalan sendiri.

وَفِیۤ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” [Surat Adz-Dzariyat 21]

Bashirah adalah melihat dengan mata hati, penglihatan bathin akan melihat kesemestaan kekuasaan-Nya, lalu melihat posisi dirinya, dan peran apa yang akan dipersembahkan di hadapan-Nya.

Jiwa jiwa kepemimpinan itu pasti melalui jalan perenungan ini.

Mudahkan kami ya Rabb meniti jalanmu. Aamiin ya Rabb.

Wallahu A’lam.

 

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

Rumah Tangga Itu Keadlian

Oleh: KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Saudara saudari sekalian,

  • Membangun rumah tangga Islami berarti membangun sikap adil dalam perhatian, pembagian, dan pemberian.
  • Adil terhadap diri sendiri dan pasangan.
  • Adil terhadap pasangan dan anak-anak kita.
  • Adil terhadap semua anak.
  • Adil terhadap orang tua dan mertua.
  • Adil terhadap semua orang yang berada di bawah tanggung jawab kita.
  • Adil terhadap tetangga.
  • Adil terhadap saudara-saudara dan ipar-ipar.

 

  • Banyak pasangan suami isteri yang mengabaikan kewajiban adil ini.
  • Banyak problem rumah tangga bersumber dari perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh pihak tertentu dalam keluarga.
  • Banyak pasangan yang lebih memperhatikan mertua dari pada orang tuanya sendiri.
  • Ada juga yang lebih banyak berkorban untuk orang tua dari pada untuk mertuanya dalam kondisi mereka yang sama.
  • Banyak yang lebih besar perhatiannya kepada ipar dari pada kepada saudara sekandung, dalam kondisi normal, dan seterusnya.
  • Sungguh keadilan itu memerlukan kesadaran, kemauan dan perjuangan.

 

BERSAMA KITA SELALU BERSIKAP ADIL DALAM KELUARGA.

 

Ya Rahman,
Bimbing kami untuk selalu adil dalam hidup berkeluarga.

Informasi Tambahan:

  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Fanpage Facebook https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

 

SALAH SATU BUKTI KETIDAK SERIUSAN LEMBAGA PADA AL-QUR’AN

Oleh : Adhan Sanusi, Lc.
(Manajer Depart. Kemitraan)
===

Al-Qur’an adalah kitab termulia di Dunia. Dia melebihi semua buku yang ada di dunia. Kitab yang ibarat lautan tidak habis untuk dikaji. Kedudukan Al-Qur’an di dalam kurikulum pendidikan Islam itu semestinya menjadi Panglima mata pelajaran dibanding mata pelajaran lainnya. Seluruh mata pelajaran pada hakikatnyanya adalah turunan dari Al-Qur’an. Itu artinya, seharusnya bagi lembaga yang menamakan diri sebagai pendidikan Islam, mengedepankan mata pelajaran Al-Qur’an di banding pelajaran yang lainnya.

Disamping karena Al-Qur’an adalah sumber utama dalam menjalankankan agama Islam, juga merupakan materi pelajaran yang paling dibutuhkan dan paling sering dibaca dalam kehidupan sehari-hari. Semua mata pelajaran yang kita pelajari pada akhirnya yang akan menemani keseharian kita sampai tua adalah Al-Qur’an. Maka untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas di dalam Al-Qur’an tentu membutuhkan kualitas Guru dalam hal bacaan dan metodologi pengajarannya, terutama dalam hal bacaan dan hafalannya.

Jika menjadi Guru umum dituntut terlatih sedemikian rupa, dengan diberikan berbagai macam pelatihan lengkap dengan anggaran yang sudah di siapkan di awal tahun.

Pertanyaannya adalah…
“Untuk guru Al-Qur’an perlakuannya bagaimana?”
“Apakah untuk guru Al-Qur’an itu berkualitas dengan sendirinya, sehingga tidak perlu dilatih bacaan dan metodologinya?”
“Apakah untuk pembelajaran Al-Qur’an tidak butuh dilatih sistem manajemen mutunya?”

Jika jawaban kita Guru Al-Qur’an butuh di latih dan manajemennya butuh di tata dengan baik. Maka pertanyaannya adalah “Sudahkah anggaran untuk mengkualitaskan guru dan siswa dalam bidang Al-Qur’an itu disiapkan Lembaga dalam RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah)?

Bagaimana seharusnya lembaga memperlakukan anggaran untuk kualitas Al-Qur’an?

Pengalaman kami di WAFA dalam mendampingi Manajemen Pengelolaan Pembelajaran Al-Qur’an di lembaga Mitra. Banyak yang tidak menganggarkan dengan serius untuk kualitas guru Alquran. Bahkan biasanya digunakan Anggara sisa.

Salah satu pembina lembaga Islam di Surabaya. Saat terjadi krisis 98, pernah memberi arahan begini: “Semua anggaran wajib diturunkan, kecuali anggaran untuk kualitas proses pembelajaran Al-Qur’an, jangan pernah di turunkan”
Artinya di mindset beliau, anggaran untuk kualitas Al-Qur’an harus menjadi yang utama di banding anggaran lainnya.

Kenapa banyak Lembaga Islam yang minim mengalokasikan anggaran, banyak faktor :

  1. Menganggap bahwa ikhlas itu tidak berbiaya dan guru Al-Qur’an harus Ikhlas.
  2. Tidak peduli pada kualitas Al-Qur’an
  3. Menganggap bahwa untuk kualitas Al-Qur’an tidak butuh biaya banyak, Umumnya karena tidak tahu item-item apa yang harus di anggarkan untuk program peningkatan kualitas Al-Qur’an.
  4. Sudah merasa puas dengan capaian target sebagian kecil siswanya, sehingga sudah cukup. Padahal mayoritas siswa nya tidak tercapai Target kualitas baca ataupun hafalan.
  5. Kalau sudah tercapai target hafalan, sudah cukup, walaupun bacaan amburadul, sehingga tidak perlu di anggarkan untuk kualitas bacaan guru Al-Qur’an.

Terkadang anggaran untuk selain untuk Al-Qur’an tersedia dengan baik, berbagai anggaran ekstrakurikuler seperti misalnya: bahasa Inggris, pramuka, kemah, kesenian dan lainnya. Seakan Alquran tidak lebih penting dari itu semua.
Tidakkah kita belajar akan kesalahan masa lalu, saat kita di usia anak-anak kita saat ini yang jauh dari kualitas Al-Qur’an. Akibatnya hari ini kita tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, tidak banyak hafalan Al-Qur’an yang kita punya, untuk belajar di usia tua sudah di hinggapi rasa malu, sedangkan kita setiap hari butuh untuk bersama dengan Al-Qur’an.

Lalu kondisi ini seakan mau kita teruskan untuk generasi anak-anak kita di masa depan. Tidakkah kita mengambil pelajaran dari apa yang kita alami wahai Guru? Wahai Orangtua? wahai para pengelola lembaga pendidikan Islam?
Bayangkan jika ini kita seriusi, ribuan anak membaca Al-Qur’an setiap hari dari lulusan lembaga anda. Pahala di kirim kepada Gurunya, kepada Pengelola Lembaganya atas keseriusannya. Kita tidur, kita meninggalkan dunia dalam kondisi di transfer pahala yang tiada putus sampai hari kiamat.

Amin ya Rabb.
Kumpulan kami bersama Ahli Al-Qur’an di Sorga-Mu…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

PENINGKATAN AKHLAK MULIA

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
===

Bismillah…
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalahu.

Renungan jum’at pagi
QS.LUQMAN : 16-19

Saudara/i sekalian,
Interaksi sosial kita hanya indah dengan akhlak mulia. Kedamaian itu hanya terwujud dengan akhlak mulia.
Problem-problem rumah tangga, masyarakat & bangsa, solusinya hanya ada pada akhlak mulia. Tentu Akhlak mulia dimulai dari diri sendiri.

Akhlak mulia dimulai dari kesadaran dan kemauan. Setiap hari kesadaran akhlak mesti diniatkan. Setiap saat kemauan menghiasi diri dengan akhlak mulia ini penting digelorakan.

Ucapkan selalu :

  1. Hari ini saya akan selalu “TERSENYUM” secara sadar kepada semua orang.
  2. Hari ini saya akan “MEMILIH DIAM” dari pada berbicara yang tidak bermanfaat.
  3. Hari ini saya akan “MEMAAFKAN” semua orang bersalah kepadaku.

MEMBUKTIKAN JANJI-JANJI INI ADALAH PERJUANGAN HARIAN KITA SEMUA.
KALAU KITA MAU, PASTI KITA BISA.

SEMANGAT
JUM’AT MUBARAK

Ya Rahman,
Hiasi diri kami semua dengan akhlak yang mulia…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

SATU LANGKAH LEBIH DEKAT MENJADI AHLI AL-QUR’AN

Oleh : Gondo Anang W., S.E
(Staff Depart. Pengembangan Organisasi Wafa Indonesia)
===

“AHLI AL-QUR’AN”
Gelar yang luar biasa,
Gelar yang begitu prestise,
Gelar yang sanggup memuliakan kita, di dunia dan akhirat,
Menjadi ahli Al-Qur’an!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

Ahli Al-Qur’an, yakni mereka yang berpedomankan Al-Qur’an dalam setiap gerak-gerik kehidupannya, mengamalkan setiap hal yang ada di dalam Al-Qur’an. Pada poin ini, menjadi orang yang memahami isi Al-Qur’an menjadi urgent agar yang kita amalkan sesuai dengan yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena, penting kiranya kita untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagai langkah kecil kita dalam meralisasikan cita-cita tersebut. So, bagaimana caranya?

  1. Bermajlis bersama para pecinta Al-Qur’an,
  2. memperbanyak hafalan, dan
  3. mengalokasikan waktu lebih untuk tilawah Al-Qur’an.

Mari bergabung bersama kami dalam Akademi Tahsin Online Wafa dengan klik tautan berikut : http://bit.ly/AkademiTahsinOnlineWafa . Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an agar kelak dijadikan kita sebagai Ahlullah, Ahlul Qur’an.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

TANTANGAN MENGAJAR AL-QUR’AN DI ERA PANDEMI

Oleh : Rofi’i Nurdika, S.A
Depart. Program Wafa Indonesia : Staff Desain dan Pengembangan Produk
===
Semenjak pandemi menguji Negeri ini, hampir sebagian besar sekolah di penjuru Negeri terpaksa menutup bangunannya dari hiruk pikuk aktivitas pembelajaran tatap muka. Beberapa sumber dari Kemendikbud menyebutkan sebanyak 68 juta siswa dari jenjang PAUD hingga SMA terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh, yang belakangan lebih dikenal dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Sebanyak 13 juta guru pun secara langsung mendapat ujian yang nyata untuk terus dapat mendidik siswa siswinya meski pembelajaran hanya bisa dilakukan secara virtual. Tak terkecuali di antaranya adalah para guru Al-Qur’an.
Mari sejenak melihat beberapa fakta bahwa masih banyak peserta didik yang tinggal di daerah pedalaman, yang tak tersentuh teknologi, yang tak mengenal apa itu internet, bagaimana agar mereka bisa tetap belajar?
Untuk itu, tantangan ini seharusnya menjadi batu loncatan bagi para guru Al-Qur’an yang masih ditakdirkan hidup berdampingan dengan teknologi, bahwa belajar Al-Qur’an bisa dilaksanakan dengan berbagai cara di era yang serba digital ini.

Berikut adalah beberapa ikhtiar yang bisa dilakukan para guru Al-Qur’an selama mengawal proses pembelajaran Al-Qur’an peserta didiknya melalui pembelajaran daring:

  1. Meluruskan niat dan memperbanyak doa semoga Allah menjernihkan akal dan membuka hidayah para peserta didik, sehingga mereka bisa menerima ilmuNya yang disampaikan melalui para guru sebagai perantara. Juga, semoga Allah meluaskan kesabaran dalam hati para guru selama membersamai ananda berproses dari jauh.
  2. Memastikan jaringan internet di rumah dalam kondisi lancar. Bisa menggunakan WiFi atau paket data selular, tentu dengan memperhatikan provider mana yang paling mendukung kelancaran proses pembelajaran.
  3. Menyiapkan media pembelajaran yang paling menarik dan interaktif. Disesuaikan dengan jenjang dan usia para peserta didiknya.
  4. Memastikan para peserta didik siap belajar sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian menyapa mereka dengan sentuhan-sentuhan humanis agar terbangun engagement antara guru dengan peserta didiknya. Agar pembelajaran tak sekedar formalitas, namun juga sebagai ajang menautkan hati kita dengan mereka. Agar ilmu yang tersampaikan bisa lebih mudah diterima, dicerna, dan dipraktikkan. Inilah yang kelak akan membedakan guru sesungguhnya dengan guru artificial intelligence (AI).
  5. Menanamkan kejujuran kepada peserta didik setiap waktu, untuk meminimalisir terjadinya cheating selama proses pembelajaran, lebih-lebih saat sesi menyetorkan hafalan Al-Qur’an.
  6. Lebih jeli dengan gestur para peserta didik selama proses pembelajaran untuk menilai apakah mereka sudah jujur atau masih perlu diingatkan ulang.
  7. Meningkatkan komunikasi dengan orang tua untuk membantu memantau anak-anaknya selama pembelajaran daring berlangsung.
  8. Mengakhiri setiap proses dengan melangitkan doa yang tak terhingga untuk para peserta didik. Sebab guru hanyalah perantara ilmu dari Allah. Sebab hanya Allah yang kuasa membuat mereka mengerti dan menyerap ilmuNya.
  9. Melayani setiap komplain dan pertanyaan yang hadir dari peserta didik pasca pembelajaran, demi menciptakan atmosfer curiousity yang baik, yang sejalan dengan service terbaik kita sebagai pengajar dan pendidik.

Menutup sedikit tulisan ini dengan kutipan kata bijak dari almarhum KH. Maimoen Zubair : “Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar”, semoga Allah senantiasa menguatkan pundak kita semua para guru dan pendidik. Wallahu a’lam bish shawab.

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

IKHTIAR ITU WILAYAH KITA DAN HASIL MENJADI SEPENUHNYA URUSAN ALLAH

Oleh : Effih Nuraeni, S.T

Mari sejenak kita ingat kembali kutipan Q.S Ar-Ra’d (Ayat 11) :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”

Dalam sebuah perusahaaan pastinya memiliki visi mulia yang ingin dicapai, untuk menuju visi tersebut tentu tidak akan bisa dilalui dengan duduk diam sembari berangan-angan tanpa melakukan usaha apapun. Perlu disusun langkah-langkah kongkrit untuk mencapainya. Misalnya salah satunya dengan melakukan Layanan prima pada lembaga yang bermitra atau orang-orang yang loyal dengan perusahaan.
Layanan yang baik akan menjadi salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk mencapai visi perusahaan. Mengutip dari buku “excellent service” yang ditulis oleh Heria Windasuri dkk. Disana dijelaskan tentang empat gambaran ekspresi layanan yang ditimbulkan dalam dimensi layanan operasional dan prosedural, yaitu sebagai berikut :

1. The Freezer
Layanan tipe ini merupakan bentuk ekspresi layanan yang tidak baik dan menyebalkan. Tidak baik secara prosedural maupun personal. Terkesan kaku, buruk dan tidak ada kehangatan dalam berinteraksi. Bentuk layanan seperti ini menjadi salah satu penyebab hilangnya pelanggan

2. The Friendly Zoo
Layanan tipe ini tidak sepenuhnya buruk namun ada juga kelemahannya. Ekspresi layanan ini terkesan hangat, menyenangkan, bersahabat tapi secara prosedural kurang (tidak disiplin dalam mengikuti SOP yang ada) biasanya disebabkan karena kurang memahami terhadap SOP yang telah dibuat. Hal ini jika dibiarkan juga akan menyebabkan satu persatu pelanggan pergi, karena SOP dibuat sebagai salah satu cara untuk mencapai layanan prima

3. The Factory
Layanan tipe ini bisa dikatakan mencermikan penerapan SOP yang baik, namun secara personal kurang begitu baik. Jadi keramahan terhadap pelanggan kurang. Peraturan secara baik dilakukan namun ikatan kedekatan dengan pelanggan kurang. Ekspresi layanan ini seperti mesin (robot) yang bekerja hanya untuk memenuhi target

4. Quality Customer Service
Tipe layanan ini merupakan ekspresi yang paling ideal dan diharapkan ada dalam sebuah perusahaan dan diharapkan oleh para pelanggan. Dalam layanan tipe ini mampu menjalin kedekatan dengan pelanggan dan mengikuti prosedur secara disiplin. mereka baik dalam personal (good attitude) maupun penerapan SOP yang ada.

Itulah empat penjelasan singkat tentang ekspresi layanan yang perlu kita ketahui untuk memaksimalkan ikhtiar kita dalam mencapai layanan prima. Kembali lagi pada ayat yang tadi telah dikutip, bahwa hasil ikhtiar itu tetap Allah yang menentukan. Namun tugas kita adalah bagaimana agar kita bisa terus bergerak menuju hasil terbaik itu.

Semoga Allah SWT senantiasa memapukan kita dalam memaksimalkan ikhtiar dan menyempurnakan Tawakal kita untuk menjemput rezeki yang telah Allah janjikan. Dan mencatat semua itu sebagai amal kebaikan disisiNya
Aaamiinn…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan

RUMAH TANGGA ITU KOMUNIKASI

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
===

QS.AN-NISA’ : 19

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 

Saudara saudara sekalian… Hidup berumah tangga berarti hidup untuk berjuang.
Berjuang bersama untuk sebuah cita-cita mulia, yaitu : Rumah tangga Surgawi di dunia dan rumah tangga sempurna di surga firdaus di akhirat nanti, Aamiin…

Perjuangan ini memerlukan ilmu, iman, cinta, konsensus, komitmen, dan konsistensi. Semua kata kunci ini bertumpu pada “komunikasi” yang baik. Banyak rumah tangga yang tingkat keilmuan dari suami dan isterinya tidak sama, tingkat keimanannya tidak sama, tingkat cintanya tidak sama, kebiasaan dan kesukaannya tidak sama, bahkan sering bertengkar dan berbeda keinginan, tapi selama komunikasi di antara mereka benar dan baik, insya Allah rumah tangga akan selamat. Tapi sebaliknya, walau suami dan istri dalam rumah tangga berhias dengan iman yang sangat tinggi, saling mencintai karena Allah, rajin beribadah, tetapi komunikasi antar suami isteri tidak benar dan kurang baik, maka rumah tangga itu terancam hancur berantakan.

Hasbunallah wa Na’udzubillah…

BERSAMA KITA PERINDAH KOMUNIKASI KITA.

Ya Rahman,
Jaga lisan kami dan perindah akhlaq kami…

Informasi Tambahan:
  1. Instagram https://instagram.com/wafaindonesia?igshid=1em93xp2gau05
  2. Youtube https://www.youtube.com/user/WAFAOtakKanan
  3. Aplikasi android WAFA https://play.google.com/store/apps/details?id=or.id.wafaindonesia.wafa01
  4. Facebook https://www.facebook.com/MetodeWafa
  5. Fanpage https://www.facebook.com/BelajarAlQuranMetodeOtakKanan