KIAT UNTUK SEMAKIN BERSABAR

KIAT UNTUK SEMAKIN BERSABAR
20 RABI’UL AWWAL 1442 H
QS.ALI IMRON : 200

====

Bismillah..
Allahumma Lakal hamdu, nusholli wa nusallim ‘ala habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi ajma’ien..
Saudara saudari sekalian, di kala hati merasa susah, jiwa merasa lemah, dada merasa sempit, perasaan dikuasai amarah, panik menguasai diri, diri merasa kehilangan harapan,  di kala itu kiat “SABAR” mendesak untuk diamalkan…

Saatnya bagi kita untuk :
1. Wirid istighfar minimal 100x sehari.
2. Menjauhi dosa dan perbuatan sia-sia.
3. Shalat fardu di masjid.
4. Memperbanyak shalat sunnah.
5. Memperbanyak tilawah Al-Qur’an.
6. Memperpanjang dzikir yang sunnah.
7. Menghadiri majlis ilmu.
8. Melakukan shilaturrahim.
9. Memperbanyak shadaqah.
10. Menerima musibah sebagai penghapus dosa.
11. Merenungkan penderitaan orang lain yang lebih berat.
12. Mensyukuri nikmat Allah yang tidak terhitung.
13. Melakukan puasa sunnah.
14. Mencontoh kesabaran para teladan dalam kesabaran.
15. Mensucikan & bersihkan hati.

BERSAMA KITA LEBIH SADAR, LEBIH SABAR DAN LEBIH PRODUKTIF
JUM’AT MUBARAK…
Ya Rahman,
Anugerahi kami “sabar” dalam hidup dan kehidupan ini..🤲🤲🌹🌹
Aamiin..
(@msdrehem)

RASA TANGGUNG JAWAB DAKWAH DALAM DUNIA MARKETING AL-QUR’AN

RASA TANGGUNG JAWAB DAKWAH DALAM DUNIA MARKETING AL-QUR’AN
=============

Mungkin ada yang bertanya: “Kenapa kita harus percaya diri mengenalkan konsep pembelajaran Al-Qur’an Wafa ke khalayak ramai dan juga ke semua lembaga pendidikan di seluruh Indonesia bahkan di Asia Tenggara?”

Jawabannya adalah Rasa Tanggung Jawab terhadap Al-Qur’an.

Allah memerintahkan kita berdakwah dengan Al-Qur’an. Mengajari Al-Qur’an kepada umat ini, baik secara langsung ataupun melalui lembaga pendidikan.

Namun dalam proses dakwah Al-Qur’an melalui lembaga pendidikan, tidak selalu berjalan mulus menghasilkan siswa yang berkualitas sesuai harapan kita semua.

Di mana letak masalahnya?
Banyak faktor sebenarnya, hanya saja umumnya terletak pada konsep pembelajaran yang tidak kekinian dan juga pada kemampuan pengelolaan manajemen pembelajaran Al-Qur’an yang ada di lembaga tersebut.

Jika pengelolaan dan manajemennya lemah, lemahlah hasil dakwah Al-Qur’an di lembaga tersebut. Jika pengelolaan dan manajemennya kuat, hasilnya akan memuaskan dan sesuai dengan tuntutan dan Standart Al-Qur’an itu sendiri.

Lemahnya pengelolaan itu, umumnya disebabkan karena keterbatasan pengetahuan terhadap sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an.

Karena itu kami di WAFA sangat yakin dan penuh percaya diri untuk mengenalkan konsep pembelajaran Wafa kepada seluruh para pengelola lembaga pendidikan.

Mengajak mereka untuk mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap dakwah Al-Qur’an di lembaga pendidikan.

Membantu mereka dan berbagi konsep pembelajaran pengelolaan dan sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an dari pengalaman yang selama ini kami serius siang dan malam selama kurang lebih 8 tahun.

Apa yang membuat Kami yakin terhadap konsep pembelajaran Alquran Wafa?

Banyaknya lembaga pendidikan yang sudah sukses mengantarkan 80 bahkan 100% siswanya lulus dengan kualitas yang sangat bagus setelah ber-Mitra dg WAFA.

Ini artinya konsep atau metode pembelajaran Al-Qur’an yang ditawarkan oleh Wafa telah usefull atau tepat guna dalam membangun sistem manajemen mutu di lembaga pendidikan Mitra Wafa.

Karena keyakinan itulah, kami merasa terpanggil untuk mengajak lembaga pendidikan Islam khususnya dan lembaga pendidikan secara umum di indonesia yang mayoritas siswanya adalah muslim, untuk bersama-sama dengan WAFA, menata dan membangun sistem manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an yang lebih rapi, terukur dan mudah dievaluasi.

Harapannya, rasa tanggung jawab dakwah Al-Qur’an yang dibebankan kepada kita semua, betul-betul kita laksanakan secara profesional (Itqan) tidak asal-asalan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)
Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dan juga menjadi amal jariyah kita di akhirat kelak. Sebab amal jariyah yang paling deras pahalanya adalah dakwah Al-Qur’an, setiap huruf 10 kebaikan, 1 kebaikan di lipatgandakan 10 kebaikan lagi. Lalu hitung berapa ratus, berapa ribu siswa yg telah kita sukseskan bacaan Al-Qur’annya.

Kami berharap setiap kesuksesan lembaga Ustadz/ah melalui WAFA ini, akan menjadi amal jariyah juga bagi kami..
Amin ya Rabb..,

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kontak:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#metodewafa #wafaindonesia #metodealquranwafa #metodeotakkanan

ADAKAH NABI MUHAMMAD SAW DI HATI KITA ?

Bismillah
Laakal hamdu ya Robbi, usholli wa usallim ‘ala Habibika Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa man waalahu.

QS.AL-AHZAB : 21

Saudara/i sekalian, Nabi Muhammad SAW manusia termulia sepanjang masa.Beliau Utusan Allah, Rahmat bagi semesta. Cinta kita kepadanya, terhujam di hati.
Iman kepadanya, itulah syahadat kita. Kagum kita pada beliau, sungguh luar biasa. Shalawat dan Salam untuk beliau, itulah dzikir utama kita.

Sungguh Rindu kita kepada beliau, selalu menggelora di dada. Keislaman dan keimanan kita, berkat jasa beliau. Setiap amal baik kita adalah tambahan amal jariyahnya.

Alangkah mulia Nabi kita shallahu alaihi wa sallam. Nama beliau selalu disebut pada setiap kumandang adzan di seluruh pelosok dunia.
Nama beliau disebut pada setiap shalat yang ditegakkan oleh setiap muslim-muslimah sepanjang zaman. Nama beliau diabadikan dalam Al-Qur’an yang mulia.
Nama beliau disebut pada setiap kali haditsnya dibacakan. Nama beliau disebut oleh setiap khatib dan penceramah. Bahkan Allah mengucap shalawat kepadanya

Sungguh disayangkan, jika kemuliaannya, diabaikan oleh sebagian orang dari umat ini. Banyak dari umatnya yang tidak mengenal beliau dengan baik.
Banyak dari umatnya yang belum merasakan gelora cinta kepada beliau. Banyak dari umatnya yang belum menjadikan beliau sebagai tauladan hidup. Banyak dari umatnya yang belum pernah menamatkan satu bukupun dari sejarah perjuangan beliau.

Maka pantas dan wajarlah jika di kurun ini umatnya terhinakan. Karena tak akan mewujud kejayaan pada umatnya, tanpa spirit cinta pada Rasul termulia.

Mari bersama kita hidupkan dan sebarkan spirit cinta Rasul SAW.

Shollu ‘alan Nabi al-Musthafa..

Ya Rahman,
Anugrahi kami hidup diatas sunnah dan ajaran Nabi-MU, Karuniai kami syafa’anya dihari akhir nanti..
Aamiin…

OBROLAN KITA ITULAH KUALITAS KITA

Bismillah..
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.

Renungan Jum’at pagi
QS.QOF : 18

Saudara/i sekalian,

Kita adalah manusia makhluk sosial. Pastinya diantara kita ada interaksi sosial.
Bersilaturrahim, jual beli dan sebagainya itulah nuansa kehidupan kita. Pada saat silaturrahim, saat itulah kita bertukar cerita, berbagi cerita, bercurah pikiran dan perasaan.

Setiap orang membicarakan apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan. Itu sebabnya, pembicaraan menjadi cermin kepribadian.

Agar kepribadian kita lebih berkualitas, masukkan 7 hal dalam obrolan kita :

1. Ilmu, agar berkualitas obrolannya
2. Iman, agar ada benteng diri
3. Ibadah, agar berbarokah
4. Akhlak, agar tidak salah faham
5. Da’wah, agar terjaga keakraban
6. Kepedulian sosial
7. Ingat mati, sehingga ada orientasi akhirat.

TINGKATKAN KUALITAS DIRI, AGAR KITA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH TERARAH DAN TERPIMPIN.

SEMANGAAAT…JUM’AT MUBARAK.

Ya Rahman,
Karuniai kami akhlak yg baik, tutur kata yang halus, lembut dan terarah..
Aamiin…

𝐇𝐎𝐑𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐆𝐔𝐑𝐔 𝐀𝐍𝐀𝐊-𝐀𝐍𝐀𝐊 𝐊𝐈𝐓𝐀

𝐇𝐎𝐑𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐆𝐔𝐑𝐔 𝐀𝐍𝐀𝐊-𝐀𝐍𝐀𝐊 𝐊𝐈𝐓𝐀
Oleh : Adhan Sanusi
=========
𝐴𝑑𝑎 ℎ𝑒𝑛𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 f𝑖𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎, 𝑏𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑙𝑖 𝑚𝑢𝑟𝑖𝑑 s𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑀𝑖𝑡𝑟𝑎 𝑊𝐴𝐹𝐴, 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑚𝑝𝑖𝑛𝑔𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝐴𝑙-𝑄𝑢𝑟’𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ.
𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 s𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘, 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢.

𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝐴𝑙-Q𝑢𝑟’𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑖𝑏𝑎𝑑𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑎𝑘ℎ𝑙𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎, 𝑖𝑡𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢. 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑛𝑒ℎ𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑎𝑟, 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎.
𝐾𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎? 𝐼𝑛𝑖 𝑘𝑒𝑠𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎.

𝐵𝑢𝑘𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑔 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑟𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖, 𝑔𝑢𝑟𝑢 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎 L𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑎𝑔𝑎𝑟 G𝑢𝑟𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑒𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑀𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟. 𝑆𝑒ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑖𝑡𝑢 (O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎) 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑠𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑔-𝑢𝑝𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎.

𝐷𝑖𝑠𝑖𝑡𝑢𝑙𝑎ℎ ℎ𝑒𝑏𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢, 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑗𝑖𝑤𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛.

𝐴𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛: ” 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟?”
𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎: ” 𝐵𝑢, 𝑔𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑚𝑢𝑠𝑖𝑚 𝑝𝑎𝑛𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ?”
𝐷𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏: ” 𝑠𝑢𝑠𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔-𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑦𝑎.”
𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡𝑘𝑎𝑛: “𝐵𝑢, 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑏𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑢𝑟𝑢, ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑔𝑢𝑟𝑢. 𝐾𝑖𝑡𝑎

Y𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 1-2 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎, 𝑠𝑢𝑠𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎, 𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛. 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑛𝑔𝑎𝑗𝑖 10 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 𝑑𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠.

𝐵𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛? 𝐵𝑒𝑡𝑎𝑝𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑢𝑡𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟. 𝐾𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 G𝑢𝑟𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑒𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛𝑦𝑎 G𝑢𝑟𝑢 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑙𝑚𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 G𝑢𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 O𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑑𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔-𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔.
𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢 Aℎ𝑙𝑖, 𝑢𝑚𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎 G𝑢𝑟𝑢 𝑚𝑒𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑖 1000 𝑗𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢 𝐴ℎ𝑙𝑖, G𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎-𝑠𝑖𝑠𝑤𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘. 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎𝑞𝑑𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 G𝑢𝑟𝑢.

#WafaBelajarAlquran
#MetodeOtakKanan
#WafaIndonesia

AJARI SISWA KITA BER-ADAB TERHADAP AL-QUR’AN

AJARI SISWA KITA BER-ADAB TERHADAP AL-QUR’AN
Oleh : Adhan Sanusi, Lc.
=========
Salah satu yang sering saya dapati di Lembaga Pendidikan ketika pembelajaran Al-Qur’an secara berkelompok adalah tidak adanya meja duduk atau dampar untuk menaruh Al-Qur’an.

Sehingga banyak mushaf Al-Qur’an yang ditaruh sembarangan dilantai. Itulah kenapa kami di tim Wafa Indonesia selalu sangat menganjurkan untuk ada meja lipat atau dampar saat pembelajaran Al-Qur’an secara berkelompok.

Secara tidak langsung, belajar mengaji di lantai tanpa meja duduk, kita mengajari siswa kita tidak punya ADAB terhadap Al-Qur’an.

Fungsi meja duduk di antaranya :
1. Yang utama adalah agar siswa berADAB terhadap Al-Qur’an.
2. Meluruskan punggung anak agar tidak bungkuk, ini bisa mempengaruhi kesehatan jangka panjang.
3. Suasana lebih kondusif, karena siswa tidak mudah capek membungkuk terus.
4. Dll.

Mushaf Al-Qur’an isinya adalah Kalamullah, sudah seharusnya kita memperlakukannya berbeda dengan buku-buku yang lain.

ADAB itu bukan masalah halal haram. Sebab, Adab itu lebih tinggi dari hukum fiqih. Dia diatasnya hukum, Contoh:

“Orang sholat dengan kain sekedar penutup aurat bagi laki-laki sudah sah secara hukum fiqih.”

“Kita datang ke masjid dengan cuma menutup aurat dari pusar ke lutut, tanpa baju, atau hanya dengan celana pendek dan kaos oblong ini sudah sah secara hukum fiqih. Akan tetapi itu adalah hal yang tidak BER ADAB.”

ADAB itu soal RASA IMAN kepada Allah, semakin KUAT RASA IMAN kita, semakin kuat juga mempersembahkan RASA KEPANTASAN TERBAIK kepada ALLAH SWT.

Ingin bergabung bersama kami? Silahkan hubungi:
Adhan Sanusi, Lc.
http://bit.ly/KemitraanWafa

#GenerasiAhliAlquran
#WafaBelajarAlquran
#MetodeOtakKanan
#WafaIndonesia

ENERGI YANG TIDAK AKAN HABIS-HABIS

ENERGI YANG TIDAK AKAN HABIS-HABIS.
oleh Adhan Sanusi, Lc.
========

Pada setiap aktivitas yang dilakukan, dibaliknya ada ENERGI pendorong yang melahirkannya.
Semangat tidaknya sebuah aktivitas bergantung kuat tidaknya energi pendorong yang ada didalamnya.

Maka jangan heran ketika ada seorang aktivis dakwah atau ada seorang Guru yang semangatnya dalam memberikan kontribusi kepada lembaga pendidikannya dan juga anak-anak didiknya mengalir terus tiada henti.

Kita juga tidak perlu heran kenapa ada guru yang kontribusinya atau mengajarnya juga ala kadarnya.
Di baliknya ada dorongan yang berbeda dari sebelumnya dan kurang kuat.

Dalam hidup ini ada 3 macam ENERGI pendorong aktivitas :

1. Quwah maddiyah.
Ini pendorong paling lemah, hanya semangat kalau ada keuntungan materi. Senyumnya hanya ada di tanggal muda.

2. Quwah Maknawiyah.
Ini lebih tinggi daripada yang pertama, yaitu makna yg ingin didapatkan dari aktifitasnya, seperti : ingin dianggap guru hebat, ingin mendapat penghormatan dengan jabatan, supaya dikenal sebagai pahlawan dll.

3. Quwah Ruhiyah.
Inilah pendorong yang paling besar dan paling tinggi, yaitu dorongan beramal karena akhirat, karena dorongan dakwah menegakkan Agama Islam.

*****
Motivasi inilah yg di gambarkan Nabi dalam Sabdanya:

مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ، جَمَعَ اللهُ شَمْلَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ. ورواه ابن ماجه والدارمي وابن حبان، والبيهقي في شعب الإيمان،

“Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat, maka Allâh akan mengumpulkan kekuatannya, menjadikan hatinya kaya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia, Allâh akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di pelupuk matanya, dan dunia yang berhasil diraih hanyalah apa yang telah ditetapkan baginya.” (Ibn Majah, Ad-Darimi dan Ibn Hibban)

Dimana dorongan Ruhiyah Guru Al-Qur’an?
Tentu dari MIMPI lahirnya Generasi AHLI AL-QUR’AN

Yaitu Generasi yang:
1. Bagus BACAnya.
2. Banyak HAFALannya.
3. AKRAB & GEMAR Baca Al-Qur’an.
4. Syahdu tilawahnya dengan LAGU HIJAZ.
5. PAHAM yg dibacanya, sehingga berefek kepada AKHLAQnya QUR’ANI.

Inilah yang akan menjadi Pendorong Kuat energi Guru Al-Qur’an yang tiada akan ada habis-habisnya.

#MenujuGenerasiQurani
#WAFABelajarAlquran.
#MetodeOtakKanan.
#Hubungi 0822-3371-5500.

CARA MELIPATGANDAKAN GAJI (Spirit Al-Qur’an Edisi ke – 7)

CARA MELIPATGANDAKAN GAJI
Spirit Al – Qur’an eds ke 7
oleh Adhan Sanusi, Lc.
==========

Seorang guru masuk kelas, Dia diam sejenak sambil menebar pandangan ke seluruh siswa.

Lalu dia mengambil spidol dan menuju papan kemudian menulis kalimat bahasa Arab بسم الله الرحمن الرحيم

“Anak-anakku…” pak guru menyapa muridnya lalu dia melanjutkan :
“Apakah kamu tahu apa bedanya kalau saya memulai aktivitas mengajar hari ini dengan kalimat Bismillah atau tanpa kalimat tersebut?” semua murid diam menyimak Sang Guru.

” Kamu tahu, Saya walaupun tidak memulai dengan kalimat Bismillah, gaji saya tetap tidak berkurang. Namun bisa jadi gaji dan aktivitas mengajar saya ini terputus dari keberkahan dan Rahmat Allah.”

Bagaimana agar gaji dan aktifitas mengajarku bertambah keberkahannya ?
“Ya mulailah dengan Bismillah!”
***

Kalimat Bismillah adalah bentuk penyandaran kepada Allah SWT :

كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ فَهُوَ أَبْتَرُ – أَوْ قَالَ : أَقْطَعُ –
dalam riwayat lain. بـ ” بسم الله ”.

“Setiap perkataan atau perkara penting yang tidak dibuka dengan dzikir pada Allah/Bismillah, maka terputus berkahnya.” (HR. Ahmad, 2: 359. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits dhaif. Imam Nawawi dan Ibnu Hajar Menghasankan. Sedangkan Ibnu Daqiq Al-‘Ied dan Ibnul Mulaqqin menyatakan bahwa hadits tersebut shahih.

Ada dua makna di kalimat Ba’ yaitu:
للالصاق.1
= Melekat, artinya melekatkan setiap aktifitas kita kepada Allah.
للمصاحبة.2
= Ada kebersamaan dengan Allah saat beraktifitas, kita berada dalam pengawasan Allah.

Saat guru Mengajar memulai dengan Bismillah seakan dia berkata:
“Saya mengajar Alquran ini karena Allah dan dalam pengawasan Allah. Maka saya akan mendidik siswa agar menjadi AHLI ALQURAN seperti yang Allah kehendaki”.

Yaitu Generasi yang:
1. Bagus BACAnya,
2. Banyak HAFALannya,
3. AKRAB & GEMAR Baca Al-Qur’an.
4. PAHAM yg dibacanya, sehingga berefek kepada
5. AKHLAQnya QURANI.

#menujuGenerasiQurani
#WAFABelajarAlquran.
#MetodeOtakKanan.
#Hubungi=0822-3371-5500

ATM ALLAH LEBIH BANYAK DARI ATM LEMBAGA

Guru Akhirat tidak memikirkan lagi tentang gajinya. Sebab urusan gaji itu urusan yang menggaji.

Urusan dia adalah mendidik dan mengajar siswa menjadi baik dan pintar.

Urusan guru Al-Qur’an adalah membuat siswa menjadi Ahli AL-QUR’AN.

Jika masih memikirkan gaji saat mengajar, tak akan mengubah gaji anda lantas menjadi naik. Naiklah level dengan cara menaikkan NIAT…yg awalnya niat karena gaji, menjadi karena tanggungjawab Agama.

Berbeda jika karena gaji… semangatnya hanya di tanggal muda, atau saat ada bonus. Ia dapat gaji namun sesuai jatahnya.

Orang yang karena akhirat, pahala jelas menanti, gaji juga ikut mengiringi. Sekaligus dalam mendidik dan mengajar tidak akan kehabisan energi. Allah siapkan ATM yg tiada di duga lebih banyak dari ATM lembaga beri.

Saat menjelaskan ini kepada para guru, tiba tiba berdiri seorang guru, sambil menunjukkan kunci sepeda motor:

“Benar ust, saya telah mengalami..saya mengajar di lembaga ini, lalu ada wali murid minta prifat anak yg lain”

Lalu orang tuanya berkata: “ust, ini ada motor Scoopy nganggur, ust pakai, jika anak saya sudah lancar, ini hadiah untuk ust.” Saya tetap dapat bayaran dan motor ini. Bisa di bayangkan kalo cuma ngandalkan gaji.”

Salah satu guru Mitra WAFA di Sdit Al Hidayah Sumenep Madura.

Luar biasa, mendengar kisahnya, saya jadi belajar tentang merawat niat ikhlas dalam bekerja.

#WAFA_OTAK_KANAN
#LAHIRNYA_AHLI_ALQURAN

Sinari Hati Ini Dengan Al-Qur’an

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem
Bismillah…
Lakal hamdu ya Robbi, usholli wa usallim ‘ala ‘abdiKA Muhammad wa aalihi wa shohbihi ajma’ien.

QS. ASY SYU’ARA : 52

SINARI HATI INI DENGAN AL-QUR’AN.
Saudara dan saudari sekalian.
Program harian rumah tangga Islami yang sangat penting kita amalkan adalah : MEMBACA Al-Qur’an secara bersama-sama.
Kita tidak hanya dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, tapi sebaiknya memastikan bahwa segenap anggota rumah tangga kita membaca AlQur’an setiap hari.
Inilah pembuktian minimal dari cinta kita kepada Al-Qur’an dan cinta kepada istri atau suami dan putra putri kita. Kesibukan harian seringkali tidak menyisakan waktu untuk membaca Al-Qur’an.
Kepercayaan kepada harta masih mengalahkan kepercayaan kepada Al-Qur’an. Bahkan seringkali bukan karena harta, tapi memang lebih senang membuang buang waktu secara sia sia dari pada membaca Al-Qur’an.

MEMBACA ALQUR’AN ADALAH KEBUTUHAN HARIAN. TANPA MEMBACANYA HIDUP TERASA SURAM DAN GULITA.

SUDAHKAH KITA MEMBACA AL-QUR’AN HARI INI…?
TETAP SEMANGAT MENGAJI.

Ya Rahman,
Jadikan Al-qur’an penyejuk hati kami…
Aamiin