Praktik pendekatan metode otak kanan melalui nyanyian dan gerakan tangan bersama siswa-siswi Muhammadiyah 1 Malang

“Anak Muda Hari Ini Butuh Al-Qur’an”: Spirit Qur’an di SMA dan SMP Muhammadiyah 1 Malang bersama Metode WAFA

Sekitar 70 pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang berkumpul di masjid sekolah di sela kegiatan Munaqosyah pada Kamis, 8 Mei 2026,  pagi itu. Siswa yang tidak mengikuti ujian diarahkan ke masjid untuk mengikuti Kajian Motivasi bertajuk Spirit Qur’an yang dibawakan langsung oleh Ustadz Ali, salah satu trainer WAFA Indonesia.

Ustadz Ali membuka sesi bukan dengan ayat atau ceramah panjang, melainkan dengan pertanyaan langsung kepada peserta. Siapa yang sering merasa galau? Siapa yang sering overthinking hingga sulit tidur? Siapa yang pernah merasa kesepian meski sedang di tengah keramaian? Hampir seluruh tangan di ruangan terangkat.

Bagi Ustadz Ali, itulah pintu masuk yang sesungguhnya. Ia menegaskan bahwa semua perasaan itu bukan tanda kelemahan.

“Semua tidak salah. Semua tidak jahat. Tapi semua itu terjadi karena kita jauh dari sesuatu yang sesungguhnya kita butuhkan,” ujar Ustadz Ali sebagai motivasi pembuka.

Dari sana ia membangun satu argumen yang sederhana namun menohok, yaitu “kegelisahan anak muda hari ini bukan karena kurangnya hiburan atau stimulasi, justru semua itu sudah berlebihan. Kedekatan dengan Al-Qur’an lah yang hilang”

“Yang mencintakan hati kita adalah Allah. Yang memiliki hati kita adalah Allah. Dan hati itu hanya bisa benar-benar tenang ketika ia dekat dengan penciptanya, dekat dengan Allah.”

Metode Otak Kanan WAFA: Bukan Ceramah tapi Pengalaman

Sesi kajian ini dengan kajian konvensional berbeda dari segi metode penyampaiannya. Kajian ini menggunakan praktik metode otak kanan, pendekatan khas WAFA Indonesia yang dirancang agar belajar Al-Qur’an terasa mudah dan menyenangkan.

Sepanjang sesi, peserta tidak sekadar duduk dan menyimak. Mereka diajak bernyanyi dengan angka, melakukan gerakan tangan, hingga menjawab tebak-tebakan. Semua dirancang untuk mengaktifkan otak kanan secara bersamaan.

Ustadz Ali telah menjelaskan logika di baliknya, yaitu otak kanan diaktifkan oleh gerak, visual, warna, nada, irama, dan rasa. Berbeda dengan otak kiri yang bekerja secara logis dan serius, otak kanan adalah pintu menuju memori jangka panjang. Metode ini juga mengakomodir tiga tipe modalitas belajar sekaligus:

  • Visual: penampilan trainer yang terstandar rapi
  • Auditori: variasi intonasi suara sepanjang sesi
  • Kinestetik: gerakan fisik dan aktivitas aktif selama sesi

“Kalau otak kiri saja bisa, maka dengan dukungan otak kanan itu jauh akan lebih optimal. Singkatnya, kalau kita namakan otak kanan berarti mudah dan menyenangkan,” jelas Ustadz Ali dalam wawancara kami pada 8 Mei 2026.

Terdapat satu prinsip yang tidak pernah dikompromikan sebelum sesi dimulai, yaitu kondisi peserta harus baik dulu.

Ustadz Ali melanjutkan, “kita tidak akan pernah mulai pelatihan sebelum melihat kondisi pesertanya baik-baik saja. Sebelum pesertanya bahagia. Nah itu kuncinya.”

Refleksi Satu Kata dan Satu Jawaban yang Sama

Menjelang akhir sesi, Ustadz Ali memimpin latihan refleks. Peserta diminta memejamkan mata untuk merenungkan perjalanan hidup mereka, lalu merangkumnya dalam satu kata. Jawaban yang muncul sangat beragam, ada yang menjawab lelah, berat, sedih, jatuh, dan berwarna.

Tidak satu pun dihakimi. Ustadz Ali justru menggunakannya sebagai jembatan. Sambil tersenyum Ustadz Ali berkata,

“sebetulnya yang kurang dari diri kita bukan materi dunia. Dunia itu sudah ada. Kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh dunia. Yang kurang adalah kedekatan kita dengan Al-Qur’an.”

Ia mengajak siswa untuk mendengarkan lantunan Al-Qur’an. Ketika bertanya apa yang dirasakan setelahnya, hampir serempak peserta menjawab satu kata “tenang”. Bagi WAFA, momen seperti inilah yang menjadi inti dari seluruh metode, bukan sekadar hafalan, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan sendiri oleh peserta.

Harapan Untuk Generasi Qur’ani

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi Qurani dan ahli Al-Qur’an, sejalan dengan cita-cita WAFA dalam membentuk insan yang mampu membangun peradaban masyarakat dan bangsa Indonesia melalui nilai-nilai Al-Qur’an. Fokus yang dibangun tidak hanya pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga pada pembentukan pribadi Qurani yang tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

Mengapa harus sekarang? Jawabannya singkat:

“Bukan berarti kalau nanti itu terlambat tapi lebih awal itu lebih baik,” tutup Ustadz Ali. 

 

Informasi lebih lanjut tentang program pelatihan Al-Qur’an bersama WAFA Indonesia:

📞  +62 811 3058 9310     🌐  wafaindonesia.or.id

munaqosyah siswa

Bukan Sekadar Ujian: Kisah di Balik Munaqosyah Wafa SMA Muhammadiyah 1 Malang

Pagi itu, suasana di SMA Muhammadiyah 1 Malang terasa sedikit berbeda. Beberapa siswa duduk menunggu giliran dipanggil. Bibir mereka bergerak pelan mengulang bacaan yang sudah dilatih berminggu-minggu. Ada yang terlihat tenang, ada yang berbisik dengan teman di sebelahnya, ada pula yang justru tertawa kecil meski jantungnya mungkin berdegup lebih kencang dari biasanya. Hari ini adalah hari Munaqosyah.

Munaqosyah adalah ujian membaca Al-Qur’an bukan menghafal, melainkan membaca dengan benar sesuai kaidah yang telah dipelajari. Di SMA Muhammadiyah 1 Malang, ujian ini mencakup tiga komponen: tajwid melalui soal pilihan ganda secara tertulis, ghorib, dan yang paling mendebarkan, membaca Al-Qur’an secara lisan di hadapan penguji. Sebelum sampai di titik ini, para siswa melewati tahap pra-munaqosah, sebuah kelas persiapan tempat mereka dilatih dan dikoreksi hingga bacaan mereka benar-benar siap.

monaqosyah siswa
Sumber : dokumen pribadi

Perjalanan menuju munaqosah dimulai sejak seorang siswa pertama kali masuk dan menjalani tes bacaan awal. Dari hasil tes itulah mereka ditempatkan langsung ke kelas persiapan munaqosyah jika bacaan mereka sudah dinilai cukup lancar.

“Aku langsung masuk kelas Munaqosyah,” cerita Zakiyah, murid Munaqosyah kelas 10.

“Kami semua langsung dites bacaannya, terus masuk sini.” Ujar Lila, murid Munaqosyah kelas 12.

Yang membuat program ini terasa berbeda adalah metode yang digunakan: Metode Wafa. Berbeda dari metode lain yang cenderung singkat dan langsung ke inti, Wafa menggunakan pendekatan yang lebih panjang namun menyenangkan: ada lagu, ada nada khas, ada gerakan tangan yang membantu siswa memahami materi.

“Banyakan ketawa sih aku di Wafa,” ujar Zakiyah.

“Biasanya kalau masuk, senang-senang dulu. Kita dikasih kertas isinya pelajaran tapi dibuat lagu.” Lanjut Lila.

Memang, tidak semua siswa langsung cocok dengan cara belajar seperti ini.  Berbanding dengan Zakiyah. Liya, salah satu siswi mengaku lebih terbiasa dengan metode yang lebih langsung.

“Aku kayak mikirin caranya sendiri gimana biar bisa dapat, biar cepet hafal gitu” ujar Lila. Tapi justru di situlah Wafa mengajarkan sesuatu yang berharga: bahwa setiap orang bisa menemukan jalannya masing-masing, selama mau berusaha memahami.

siswa belajar sebelum Munaqosyah
Sumber : dokumen pribadi

Soal strategi belajar, para peserta ternyata punya pendekatan yang cukup matang. Alih-alih langsung menghafal, mereka memilih untuk memahami terlebih dahulu. Hal ini diungkapkan oleh Lila, salah satu siswi SMA Muhammadiyah 1 Malang

“Kalau mau cepet hafalnya, harus paham dulu. Kalau enggak paham, nggak bakal nyantol” kata Lila.

Mereka mempelajari bentuk bacaan, tanda-tanda, dan aturan tajwid.  Hal ini menunjukkan bahwa mereka belajar cara memahami mengapa sebuah huruf dibaca panjang, mengapa ada yang dengung, sebelum hafalan itu sendiri mengikuti dengan sendirinya.

Di antara semua materi, ada satu bagian yang paling banyak disebut sebagai yang tersusah, yaitu materi tajwid, terutama mad : badal.

Itu yang paling susah, karena harus tahu ini dibaca apa, ini harus gimana” akui salah satu peserta yang kesulitan dengan materi mad badal sambil tertawa. Tapi justru bagian yang susah itulah yang paling diingat, karena mereka berjuang keras untuk menaklukkannya.

Menariknya, perjalanan seorang siswa tidak berhenti setelah mereka lulus munaqosyah. Bagi yang belum lulus di kelas 12, mereka diminta menjadi tentor untuk mendampingi teman-teman di tingkat bawah yang masih berlatih. “Abis ini jadi guru ngaji,” canda Lila. Meski diucapkan dengan tawa, kalimat itu menyimpan makna yang dalam: ilmu bukan untuk disimpan sendiri.

Ketika ditanya apakah program seperti ini cocok diterapkan, jawabannya kompak: cocok.

Ini mengasah kemampuan baca Al-Qur’an. Jadi kayak wadah buat orang-orang yang mau belajar.” ujar Lila

“Menurutku lebih cocok di sekolah swasta ya, karena mereka sama dan ada waktunya, kalau di negeri kurang cocok karena ga cuma yang Muslim saja kan yang sekolah di situ, mungkin bisa belajar ngaji sendiri di TPQ,” sambung Zakiyah.

Mereka menilai Wafa efektif terutama di sekolah swasta yang memiliki ruang dan waktu khusus untuk program seperti ini. Bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan ruang bertumbuh yang sesungguhnya.

Di penghujung hari, satu per satu nama dipanggil masuk ke ruang ujian. Suasana menjadi lebih hening, tapi tidak kehilangan kehangatan. Mereka yang menunggu di luar masih saling berbisik dan tersenyum. Persis seperti yang biasa mereka lakukan di kelas-kelas Wafa. Karena munaqosyah bukan hanya tentang lulus atau tidak lulus. Ia adalah tentang perjalanan: dari bacaan yang masih terbata, hingga akhirnya berdiri dengan keyakinan yang tumbuh satu huruf demi satu huruf.

Informasi lebih lanjut tentang program pelatihan Al-Qur’an dan Kemitraan bersama WAFA Indonesia:

📞 +62 811 3058 9310 🌐 wafaindonesia.or.id

 

 

Dok. Wafa - LAZ Amalyakin

Wafa dan LAZ Amal Yaqin Salurkan Qurban Guru Al-Qur’an

SURABAYA — Wafa Indonesia bersama LAZ Amal Yaqin menyalurkan hewan qurban kepada puluhan guru pengajar Al-Qur’an dan masjid di tiga wilayah Jawa Timur pada perayaan Idul Adha, Juni 2026. Program distribusi strategis yang menyasar wilayah Sidoarjo, Surabaya Timur, dan Lamongan ini sukses terlaksana demi memuliakan para pejuang dakwah Islam.

Pada tahun ini, sinergi kebaikan antara Wafa dan LAZ Amal Yaqin difokuskan untuk mengapresiasi para guru ngaji. Distribusi dilakukan secara langsung dengan mengantarkan paket daging qurban ke rumah masing-masing guru pengajar Al-Qur’an. Selain itu, hewan qurban berupa kambing juga disalurkan ke lima titik ibadah, meliputi tiga tempat di Surabaya Timur, satu masjid di Sidoarjo, dan satu masjid di Lamongan.

Langkah kolaboratif ini menghadirkan kebahagiaan mendalam bagi orang-orang sekitar, terutama para guru ngaji Al-Qur’an yang menjadi target utama distribusi. Berdasarkan pantauan panitia di lapangan, para penerima manfaat merasa sangat senang atas perhatian yang diberikan melalui program ini.

Melihat antusiasme tersebut, panitia pelaksana menyampaikan harapan besar untuk keberlanjutan program ini di masa mendatang.

Mereka para guru ngaji al-quran merasa sangat senang menerima penyaluran ini. Harapannya, semoga di tahun depan hewan qurban yang bisa kita himpun dan salurkan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” ungkap panitia yang bertugas saat diwawancarai.

Meskipun berjalan lancar, pihak penyelenggara mencatat beberapa hambatan operasional, khususnya dalam hal teknis pengawasan di tiga titik wilayah yang berjauhan. Untuk mengatasinya, Wafa dan LAZ Amal Yaqin berkomitmen untuk mengadakan program volunteer atau relawan pada pelaksanaan berikutnya agar proses pengontrolan distribusi menjadi lebih mudah dan efektif.

Melihat dampak nyata dan besarnya penerimaan masyarakat sekitar, kegiatan ini dipastikan akan menjadi program rutin Wafa. Respons hangat dari warga menjadi bukti pentingnya sinergi dalam menghadirkan kepedulian bagi para penjaga ayat-ayat Allah.

Saat ini, jangkauan distribusi program qurban ini baru menyentuh wilayah Jawa saja. Oleh karena itu, Wafa menitipkan pesan penting mengenai pentingnya membangun kolaborasi yang jauh lebih kuat lagi ke depannya. Dengan kemitraan yang semakin solid, diharapkan akan ada lebih banyak masyarakat yang tergerak untuk berqurban, sehingga sebaran manfaatnya bisa meluas ke berbagai daerah di luar pulau Jawa.

Mari perkuat barisan kebaikan dan ambil bagian dalam memuliakan para guru Al-Qur’an. Salurkan qurban dan kepedulian terbaik Anda melalui program rutin Wafa Indonesia sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program qurban dan kolaborasi kebaikan lainnya, Anda dapat menghubungi layanan informasi Wafa Indonesia melalui nomor telepon +62 811-3058-9310 atau mengunjungi situs resmi kami di wafaindonesia.or.id.

Satu Lantunan, Banyak Perjuangan: Munaqosyah Siswa dan Guru SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang

Bukan sekadar ujian, Munaqosyah menjadi sarana evaluasi kemampuan serta refleksi dalam menjaga kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an. Munaqosyah tidak hanya menjadi wadah bagi siswa, tetapi juga bagi guru untuk terus mengasah kemampuan serta memberikan teladan dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Kisah di Balik Munaqosyah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang

Pada 8 Mei 2026, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang menggelar Munaqosyah Tilawah Metode Wafa. Dari total 85 siswa terdapat 23 siswa yang disiapkan khusus untuk mengikuti Munaqosyah. Tidak hanya siswa, sejumlah guru juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an. Sekitar 10 guru telah siap mengikuti munaqosyah. 

Program Wafa di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang dimulai dari bulan Januari. Awal mula dilakukan pemetaan berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Dari sekitar 85 siswa, kemampuan mereka cukup beragam, mulai dari jilid 1 hingga jilid 5, serta level Al-Qur’an. Pembelajaran ini dilakukan secara intensif dengan frekuensi pertemuan 4 kali sepekan. Saat ini, pembelajaran masih dipegang oleh 6 guru mitra (eksternal). 

Meskipun baru 4 bulan menerapkan metode Wafa, kemampuan siswa dan guru menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan kualitas bacaan, Ghorib, Tajwid, serta rasa semangat mereka saat mengikuti munaqosyah. 

Foto seorang munaqisy dari wafa sedang menguji siswi
Sumber: Dokumen Pribadi

Salah satu Master Trainer Wafa Indonesia mengungkapkan rasa harunya melihat perkembangan tersebut. 

“Baru 4 bulan menuju Munaqosyah tapi rasanya sudah lumayan lama. Hal itu membuat cukup kaget, artinya yang mendampingi mereka punya taste, mereka memahami standar kita. Dari murid dan gurunya sendiri semangat semangat untuk belajar.” – Ust Wawan Fitriono, S. Pd. I., Master Trainer Wafa Indonesia

Menjaga Kualitas Bacaan & Hafalan

Materi yang diujikan dibagi menjadi dua level, yaitu level siswa dan level guru. Materi yang diujikan pada level siswa meliputi materi ghorib, soal pilihan ganda tajwid, dan imla (menulis Arab). Ujian pada level ini dilaksanakan secara tertulis dan menggunakan bacaan juz 4. 

Sementara, pada level guru lebih banyak dilakukan ujian lisan. Materi yang diujikan pada level ini meliputi tes tajwid lisan, fawatihus suwar, cara waqaf, makhraj & sifatul huruf. Bacaan yang digunakan dalam ujian level guru berasal dari  juz 12 dengan tingkat kesulitan lafadz yang tinggi. Hal ini membuat munaqosyah guru membutuhkan waktu yang relatif  lama. 

suasana ujian munaqosyah wafa
Sumber: Dokumen Pribadi

Perbedaan pada materi dan cara pelaksanaan ujian ini mencerminkan adanya kriteria kualitas yang perlu dipenuhi oleh siswa dan pengajar, dalam memastikan ketepatan bacaan dan keandalan hafalan Al-Qur’an. Adapun ketentuan kelulusan munaqosyah ditentukan berdasarkan kompilasi nilai dari seluruh materi ujian yang kemudian dirata-ratakan sebagai hasil akhir. 

Salah satu siswa mengungkapkan strateginya dalam belajar Al-Qur’an.

“Memahami setiap bacaan huruf, kalau mau hafal harus paham dulu. Kalau gak paham nanti akan cepat lupa, jadi harus paham dulu biar hafalan nya ‘nyantol’ terus.” – Zakiyah, salah satu siswa yang mengikuti Munaqosyah

Di Balik Tantangan, Ada Harapan

Di tengah perkembangan dan rasa semangat di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Tantangan utama adalah terletak pada cara menumbuhkan motivasi yang kuat tentang pentingnya mempelajari Al-Qur’an. Pada tingkat SMA, siswa cenderung lebih tertib tetapi masih perlu motivasi yang kuat untuk mempelajari Al-Qur’an. 

Sementara itu, masalah terbesar pada tingkat SMP atau sekolah swasta terletak pada latar belakang siswa yang beragam. Sebagian siswa berasal dari kondisi latar belakang yang memiliki masalah atau keterbatasan fasilitas sehingga siswa tidak dapat belajar secara optimal dan membutuhkan pendekatan secara intensif. 

Selain itu, kemampuan para pengajar yang tidak sama seringkali menjadi hambatan, terutama saat mereka diharuskan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan tepat. Oleh karena itu, pendampingan harus dilakukan secara dua arah, baik bagi para guru maupun murid.

Salah satu Ustadzah membagikan pengalaman beliau dalam mengajar jenjang SMA & Jenjang SMP :

“Anak SMA lebih tertib, cuma mereka perlu diberikan motivasi untuk belajar Al-Qur’an. Untuk SMP disini kendalanya terletak pada minimnya fasilitas sehingga SDM nya juga tidak maksimal. Bagaimana Wafa harus dibawakan secara menyenangkan, meskipun dalam praktiknya banyak kendala kondisi lapangan dan waktu belajar yang diletakkan di siang hari.”  – Ustadzah Maryam

Di balik beberapa tantangan tersebut, muncul harapan agar pembelajaran Al-Qur’an dapat terus berkembang dan menjadi hal yang menyenangkan. Sejalan dengan visi misi Wafa Indonesia, diharapkan lembaga-lembaga khususnya di wilayah Malang dapat saling berkolaborasi dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an. 

Selain itu, guru-guru yang mengikuti munaqosyah diharapkan mampu membagikan ilmunya untuk mengajar Al-Qur’an secara mandiri sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Siswa siswi yang sudah tuntas Munaqosyah akan ditugaskan membantu mengajar adik kelas, sehingga kemampuan mereka terus berkembang. 

pembukaan munaqosyah wafa
Sumber: Dokumen Pribadi

Munaqosyah bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Seiring rasa semangat yang terus tumbuh, diharapkan siswa dan guru dapat bersama-sama membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an. Proses ini tidak hanya membentuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan ketenangan dalam diri. Pada akhirnya, ketenangan itu ditemukan dalam Al-Qur’an.

Informasi lebih lanjut tentang program pelatihan Al-Qur’an dan Kemitraan bersama WAFA Indonesia:

📞  +62 811 3058 9310     🌐  wafaindonesia.or.id

Menjaga Standar Keunggulan Al-Qur’an: Supervisi Pembelajaran Metode Wafa

Bismillah, kualitas sebuah pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, tetapi juga oleh proses pengawalan dan evaluasi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, Yayasan Bina Ummat berkomitmen menyelenggarakan kegiatan Supervisi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Wafa.

🔍 Apa itu Supervisi & Mengapa Ia Urgen?

Banyak yang bertanya, apa sebenarnya tujuan dari supervisi ini?

Supervisi Pembelajaran bukanlah sekadar pemeriksaan atau ujian bagi guru. Ia adalah proses pendampingan profesional dan bimbingan teknis yang bertujuan untuk:

  1. Standardisasi Mutu: Memastikan metode Wafa (Metode Otak Kanan) disampaikan dengan teknik yang tepat dan seragam di setiap kelas.
  2. Penjaminan Kualitas (Quality Assurance): Menjamin bahwa setiap murid/santri mendapatkan kualitas bacaan (tahsin) dan pemahaman Al-Qur’an sesuai standar yang ditetapkan.
  3. Upgrade Kompetensi Guru: Memberikan ruang bagi guru untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli mengenai kendala di kelas dan cara mengatasinya.
  4. Optimasi Hasil Belajar: Dengan guru yang terus terpantau kualitasnya, maka target keberhasilan siswa dalam membaca Al-Qur’an akan lebih cepat dan efektif tercapai.

🗓 Detail Pelaksanaan:

Kegiatan ini akan diikuti oleh 12 guru pilihan yang akan dibersamai langsung oleh tim supervisor ahli:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 15 Januari 2026
  • Waktu: 07.00 WIB – Selesai
  • Tempat: Yayasan Bina Ummat, Bojonegoro

Narasumber & Supervisor:

✨ Saiful Majid, S.Pd.I

✨ Ade San Putra, M.Pd

✨ H. Mohamad Yamin, S.T., M.Pd.

✨ M. Ali Kurniawan, S.H.

✨ Mashuda, S.Pd.

✨ Wawan Fitriono, S.Pd.I

✨ Bayu Prasetio, S.Pd

Mohon doa agar kegiatan ini menjadi wasilah bagi kami untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang unggul, beradab, dan mencintai Al-Qur’an.

#YayasanBinaUmmat #MetodeWafa #SupervisiPendidikan #Bojonegoro #GuruAlQuran #PendidikanIslam #WafaIndonesia #CintaAlQuran #KualitasPendidikan

Ustadz Adi Hidayat (UAH) Hadir di Milad 1 Dekade Metode Wafa

Surabaya – Ustadz Adi Hidayat hadir di Surabaya dalam acara tabligh akbar puncak rangkaian acara milad 1 dekade Metode Wafa yang diselenggarakan di ruang utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (10/11/2023). Acara ini dimulai langsung setelah shalat Jumat dan diawali dengan sambutan oleh dewan Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia (Wafa) K.H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc., dan Ketua Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Al Akbar Surabaya Dr. H. M. Sudjak, M.Ag.

Tabligh Akbar yang mengusung tema tentang tantangan pendidikan Al-Qur’an di era digital ini, dihadiri lebih dari 10.000 jamaah yang terkonfirmasi hadir dari berbagai daerah tidak hanya dari Surabaya-Sidoarjo dan sekitarnya, tetapi juga dari Malang, Kediri, Ponorogo, Pasuruan dan berbagai kota Jawa Timur lainnya bahkan terkonfirmasi ada beberapa rombongan yang hadir dari Malaysia.

Mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, ustadz yang biasa disingkat UAH ini mengatakan bahwa manusia terbaik adalah yang belajar Al-Qur’an. “Kalau ada dua orang pintar, satunya belajar Qur’an dan satunya tidak, maka orang pintar yang belajar Qur’an ini yang terbaik. Kalau ada dua orang sukses, satunya belajar Quran dan satunya tidak, maka orang sukses yang belajar Qur’an ini yang terbaik,” kata Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya.

Sebelumnya pada bulan Oktober yang lalu, rangkaian milad 1 dekade Wafa juga telah menyelenggarakan Wisuda Guru Al-Qur’an dengan mewisuda 556 guru Al-Qur’an dari Aceh hingga Papua. Dalam acara tersebut kuliah tamu disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal dan rektor Universitas PTIQ Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.. Selain itu juga telah terselenggarakan Kontes Al-Qur’an Wafa (KAFA) 2023 yang juga diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Wafa, H. Mohamad Yamin, S.T., M.Pd. menyampaikan syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara ini, “Kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik seluruh tim promotor penyelenggara, panitia dan relawan Wafa, shohibul bait Masjid Nasional Al Akbar, tim Ustadz Adi Hidayat dan kepada seluruh peserta jamaah yang telah hadir.”

Acara ini juga mengundang pimpinan lembaga lintas metode baca Al-Qur’an seperti Tilawati, Ummi, Al Barqy dan lain sebagainya. “Acara ini adalah momen silaturahmi tidak hanya antar mitra metode Wafa, tetapi juga antar metode baca Al-Qur’an, antar ormas, dan seluruh masyarakat agar kita bisa saling mengenal dan bersatu kembali untuk umat.” dikutip dari pesan dewan pakar Metode Wafa Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd.

 

Donasi Untuk 1000 Guru Al-Qur’an se-Indonesia

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Guru adalah kunci perubahan bangsa. Peningkatan kualitas guru berarti peningkatan kualitas bangsa. Berpartisipasi meningkatkan kualitas Guru berarti berpartisipasi dalam peningkatan kualitas bangsa.

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, Wafa Indonesia mempunyai program spesial untuk memuliakan para Guru Al-Qur’an. Agar pahala kegiatan Guru Al-Qur’an juga mengalir kepada Anda, kami mengajak untuk berpartisipasi memberikan donasi untuk kegiatan Guru Al-Qur’an.

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Adapun kegiatannya sebagai berikut :
💰 Pemberian paket data untuk kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Guru Al-Qur’an
💰 Beasiswa untuk mengikuti Program Peningkatan Kompetensi selama 2 bulan
💰 Tunjangan untuk Guru Al-Qur’an berprestasi

“Orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”
QS Al Baqarah: 261

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Semoga Allah SWT memudahkan rezeki Anda dan rezeki kita semua, sehat wal afiat dan terhindar dari semua wabah dan penyakit 🤲🏻😇

Infaq terbaik Anda akan kami salurkan pada:
22 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Santri Nasional

Transfer bisa dikirim ke:

💳 No rek BSM 7.111.037.773
an Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia.

cantumkan kode (999) dibelakang nominal donasi Anda

📲 Harap konfirmasi setelah transfer ke http://bit.ly/KonfirmasiDonasiWafa

Event Ramadhan 1440H: Balitaku Pintar Mengaji

Bismillahirrahmanirrahim
Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1440H, Wafa Indonesia dengan bangga mempersembahkan acara bertajuk
Balitaku Pintar Mengaji.

” Tips praktis untuk para orang tua & guru.
Pertama di Indonesia cara mendampingi anak belajar membaca Al-Quran dengan mengkombinasikan media belajar buku cetak, flashcard, dan aplikasi android Wafa. ”

Mengapa?
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk para orang tua dan guru milenial dalam mendidik generasi Alfa mencintai Al-Qur’an sejak dini tanpa mengabaikan perkembangan teknologi.”

Kapan dan dimana?
Ahad, 26 Mei 2019 / 21 Ramadhan 1440
Pukul 07.00-11.00 WIB
Ruang Yasmin Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Siapakah pembicaranya?
1. K.H Muhammad Shaleh Drehem, Lc.
Mubaligh Nasional dan Ketua IKADI Jawa Timur
2. Ust. Dodi Tisna Amijaya, M.Pd dan Ust. Wawan Fitriono, S.Pd.I
Master Trainer Nasional Wafa Indonesia

Bagaimana cara daftarnya?
Kirim WA dengan format
JM#Nama#No.WA#Domisili
ke 0812-3386-7676
atau langsung datang ke kantor Wafa Indonesia:
Jl. Raya Wisma Pagesangan No.9 Menanggal, Gayungan, Surabaya

Fasilitas apa saja yg saya dapatkan dg mengikuti kegiatan ini?
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Free Buku Tilawah Wafa Jilid 1 (senilai Rp 11.000,-)
3. Free Flashcard huruf hijaiyah A7 (senilai Rp 38.500,-)
4. Voucher diskon 60% aplikasi android Wafa
5. Sertifikat
6. Goodie Bag
Semua ini didapatkan hanya dengan investasi sebesar Rp 50.000 saja.

Dibayarkan via transfer Bank Syariah Mandiri (BSM)
No. Rek: 7053454927
a.n Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia

Tunggu apalagi? Mari daftarkan diri anda dan keluarga untuk turut andil dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an pada anak sejak dini.

Informasi:
0896-7799-7101
0877-0260-5889

Catatan:
* Diskon berlaku hanya untuk peserta acara terdaftar (berkupon)
** Aplikasi tersedia di Google Play pada tanggal 26 Mei 2019

Salam
Wafa Indonesia

Coaching: Rahasia ‘Dapur’ Wafa Bertumbuh Bersama Mitra

Istilah coaching nampaknya sudah familiar sekali didengar oleh sebagian kita yang bekerja di perusahaan. Salah satunya juga perusahaan yang bergerak di dunia dakwah pendidikan, sekolah misalnya. Coaching sendiri secara harfiah berarti pelatihan. Ia merupakan tool yang disediakan perusahaan untuk meng-upgrade kualitas karyawannya, yang juga sebagai salah satu bentuk investasi perusahaan bagi SDM-nya.

Wafa Indonesia semenjak berdirinya di tahun 2012, telah memiliki lebih dari 500 mitra sekolah dari seluruh penjuru Indonesia. Melebarnya sayap Wafa untuk merangkul banyak sekolah ini tak luput dari salah satu rahasia ‘dapur’-nya yang berupa coaching. Secara spesifik, adanya coaching yang diberikan Wafa untuk sekolah mitra di berbagai provinsi di Indonesia ini bertujuan untuk membangun komunikasi berkesinambungan dua arah antara Wafa dengan sekolah dan guru-guru Al-Qur’an di dalamnya, sehingga pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Wafa dapat berlangsung sesuai harapan bersama antara kedua belah pihak. Siswa siswinya cemerlang, guru dan sekolahnya pun gemilang. Bersama-sama mencetak generasi ahli Al-Qur’an.  Insya Allah.

PG TK Al Madani Sidoarjo adalah salah satu dari sekian banyak sekolah mitra Wafa yang menggelar kegiatan coaching bersama Wafa. Sekolah yang bermitra dengan Wafa sejak Agustus 2017 ini memiliki 9 guru Al-Qur’an yang menjadi garda terdepan dalam mendidik 97 siswa siswinya mencintai Al-Qur’an menggunakan metode Wafa. Demi suksesnya keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di sekolah ini, pada hari Selasa 19 Februari 2019 lalu digelar coaching bersama salah satu trainer Wafa, Ustadz Dody Tisna Amijaya, M.Pd. Kegiatan coaching ini meliputi 1) Observasi pembelajaran Al-Qur’an, 2) Coaching manajemen mutu pembelajaran Al-Qur’an, 3) Update data terbaru sekolah, dan 4) Update kemajuan tashnif  (pemetaan kemampuan guru).

Berdasar pada laporan yang disampaikan oleh Ustadz Dody sebagai trainer pada hari itu, dikatakan bahwa pembelajaran Al-Qur’an metode Wafa di PG TK Al Madani ini memiliki rasio guru dan siswa yang ideal di tiap jam pembelajarannya. Kabar baik lainnya, 9 guru di sekolah ini seluruhnya lulus munaqosyah yang digelar oleh SAGAQU (Sekolah Guru Ahli Al-Qur’an) beberapa waktu lalu. Sebuah prestasi yang layak diacungi jempol mengingat belum dua tahun sekolah ini bermitra dengan Wafa. Alhamdulillah.

Pergerakan PG TK Al Madani untuk terus bertumbuh mengedepankan pendidikan Al-Qur’an bersama Wafa ini tak lepas dari dukungan dan antusiasme kepala sekolahnya yang luar biasa, Ustadzah Erma Pujiwati. Sebagai pemimpin lembaga, beliau begitu semangat dan serius memonitor performance rekan-rekan guru di bawah pimpinannya dalam mendidik siswa-siswi mereka. Antusiasme beliau ini nampak dari upaya-upaya yang diwujudkan untuk meningkatkan kompetensi para guru. Mulai dari melibatkan semua guru dalam program SAGAQU selama enam bulan, mengirim guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan tahfidz gerakan, hingga mengikuti pembinaan rutin mitra oleh WQC (Wafa Al-Qur’an Center) Sidoarjo setiap bulannya.

Sinergi antara sekolah mitra dan Wafa untuk bertumbuh bersama melalui berbagai kegiatan inilah, yang kemudian jadi cikal bakal terlahirnya para generasi ahli Al-Qur’an di masa yang akan datang dengan segala tantangannya. Salah satunya dengan memanfaatkan adanya coaching sebagai salah satu tool peng-upgrade performa guru dan sekolah dalam perjalanan menuju tujuan mulia bersama. Maka benar apa yang dikatakam Timothy Gallwey, seorang coach terkemuka dunia, “Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance, it’s helping them to learn rather than teaching them”. Coaching dibuat sebagai pemantik potensi agar tampil dengan sebaik-baiknya, tampil lebih baik, semakin baik, hingga tampil yang terbaik. Membantu tiap manusia pembelajar untuk belajar, namun tidak dengan cara menggurui.

Ya, inilah kuncinya. Salah satu rahasia ‘dapur’ Wafa untuk bertumbuh dan belajar bersama mitra. Coaching! Menyenangkan bukan? Tunggu apa lagi. Mari bergabung bersama kami mencetak generasi Qur’ani.


Salam,
Wafa Indonesia

Komprehensif | Mudah | Menyenangkan

WhatsApp: +6281233867676
Email : [email protected]
Facebook : Wafa Indonesia
Instagram : wafaindonesia